JAKARTA - Kabar pencairan TPG Februari 2026 kembali menguat di kalangan guru setelah muncul temuan bot Info GTK di Telegram yang diklaim mampu menampilkan status SKTP lebih awal. Informasi ini ramai diperbincangkan guru ASN karena dinilai sinkron dengan sinyal pencairan TPG Februari 2026 yang sebelumnya disampaikan admin pusat Info GTK.
Informasi tersebut disampaikan oleh salah satu admin Info GTK yang dikenal dengan akun “Gue Kepo”, yang selama ini aktif membagikan update seputar tunjangan guru. Dari hasil penelusuran, bot Telegram tersebut memungkinkan guru mengecek status dokumen Info GTK secara personal, termasuk NUPTK, status SK, hingga nomor SKTP.
Menariknya, hasil pengecekan terhadap akun guru yang seluruh komponennya sudah hijau di Info GTK menunjukkan keterangan “sudah SK”. Artinya, proses usulan SKTP disebut telah rampung di tingkat pusat, meski di laman resmi Info GTK status SKTP belum ditampilkan secara terbuka.
Baca Juga: LPDP Pangkas Penerima Beasiswa 2025–2026 Meski Pelamar Tembus 78.000, Ini Alasan Resmi Pembatasannya
Bot Telegram Sinkron dengan Sinyal Pencairan TPG
Temuan ini dinilai sejalan dengan pernyataan admin DBL sebelumnya yang menyebut TPG Februari 2026 siap meluncur ke BPJS. Bahkan, rekomendasi penyaluran disebut bakal dikirim ke Kementerian Keuangan pada awal pekan, Senin atau Selasa.
Jika proses berjalan tanpa kendala, guru ASN berpeluang menerima TPG pada rentang 24 hingga 27 Februari 2026. Meski demikian, para guru tetap diimbau menunggu kemunculan resmi SKTP di Info GTK sebagai rujukan utama.
“Kalau lewat bot Telegram, statusnya sudah SK. Tapi di Info GTK memang belum tampil. Ini kemungkinan hanya soal waktu,” ujar salah satu pengelola komunitas guru yang mengikuti perkembangan tersebut.
Syarat Utama: Status Info GTK Harus Hijau
Admin menegaskan, pengecekan melalui bot Telegram ini hanya valid bagi guru yang seluruh komponennya telah hijau di Info GTK. Artinya, data Dapodik, beban mengajar, hingga tugas tambahan sudah tervalidasi tanpa catatan.
Bagi guru yang masih mengalami kendala validasi, disarankan segera berkoordinasi dengan operator sekolah dan dinas pendidikan agar tidak tertinggal dalam pencairan TPG Februari 2026, termasuk kemungkinan rapelan dari bulan sebelumnya.
PGRI Dorong Penyederhanaan Mekanisme TPG
Di tengah euforia kabar pencairan, isu lain yang tak kalah ramai adalah dorongan dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) agar mekanisme TPG disederhanakan. PGRI menilai proses validasi Info GTK terlalu birokratis dan berpotensi merugikan guru.
Dalam sebuah forum aspirasi, perwakilan guru menyuarakan ketidakadilan perlakuan antara guru dengan profesi lain seperti TNI dan Polri yang tunjangannya cair rutin tanpa validasi berlapis.
“Guru seolah dianggap masih hidup atau tidak dilihat dari cair tidaknya TPG. Ini soal martabat profesi,” ungkap salah satu perwakilan guru dalam forum tersebut.
UU Perlindungan Guru Masuk Prioritas DPR
Aspirasi guru tersebut mendapat respons positif dari DPR RI. Badan Legislasi DPR RI disebut telah sepakat menjadikan Undang-Undang Perlindungan Guru sebagai prioritas Program Legislasi Nasional (Prolegnas).
Selain itu, DPR juga berencana membentuk Badan Guru Nasional serta menata ulang kebijakan terkait guru honorer agar lebih manusiawi dan berkeadilan. Isu honorer menjadi sorotan karena masih banyak guru yang terancam dirumahkan akibat kendala regulasi dan tidak masuknya data ke Dapodik.
Kabupaten Bekasi disebut sebagai salah satu contoh daerah dengan persoalan serius, di mana ratusan guru honorer terhambat administrasi hanya karena tidak memiliki surat tugas resmi dari kepala dinas.
Menanti Kepastian Resmi SKTP
Meski sinyal pencairan TPG Februari 2026 kian kuat, guru tetap diminta bersabar dan tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi. Pemerintah diharapkan segera menampilkan SKTP secara resmi di Info GTK agar tidak menimbulkan spekulasi di lapangan.
Jika sesuai jadwal, kemunculan SKTP di Info GTK diperkirakan hanya tinggal menunggu hari. Guru pun diimbau rutin memantau Info GTK dan rekening masing-masing menjelang akhir Februari.
Baca Juga: 8 Makam Wali di Tulungagung yang Banyak Diziarahi, Jejak Dakwah dan Sejarah Islam di Jawa Timur
Editor : Natasha Eka Safrina