RADAR TULUNGAGUNG - MTs Al Huda Bandung Tulungagung meneguhkan komitmennya dalam melahirkan generasi berakhlak mulia dan unggul dalam prestasi.
Kepala MTs Al Huda, Rohmat Zaini MPd MPdI, menegaskan bahwa pendidikan di madrasah tidak sekadar transfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter, penguatan nilai Ahlussunnah wal Jamaah, serta pengembangan potensi peserta didik secara menyeluruh.
“Keseimbangan antara akhlak dan akademik adalah kunci menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, madrasah melakukan reformulasi kurikulum nasional yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa dan keunggulan lembaga.
Dari pengembangan tersebut, lahir lima program unggulan yakni Matrikulasi untuk penguatan literasi dan numerasi santri baru, Bimbingan Intensif bagi siswa berprestasi, Bimbingan Karakter (Bimkar), Bimbingan Alquran dan Bahasa Arab (BimQurba), serta Bimbingan Ibadah dan Shalat (Bimlat).
Program-program tersebut didukung sumber daya manusia profesional, sarana prasarana representatif, dan budaya mutu berkelanjutan.
Hasilnya, MTs Al Huda meraih Juara 1 Madrasah Inovatif, Juara 1 Lomba Kebersihan Madrasah, serta Juara 2 Tata Kelola Madrasah tingkat Kabupaten Tulungagung.
Ratusan prestasi juga ditorehkan siswa di tingkat regional hingga internasional, baik akademik maupun nonakademik.
"Anak didik kami bisa menjawab dengan beragam prestasi yang membanggakan," jelasnya.
Tak hanya itu, para alumni telah berkiprah sebagai ulama, akademisi, pengusaha, hingga profesional di berbagai bidang, bahkan menempuh studi di dalam dan luar negeri sampai meraih gelar doktor dan profesor.
Dengan sinergi seluruh elemen madrasah dan dukungan masyarakat, MTs Al Huda optimistis terus menjadi lembaga pendidikan unggul dan terpercaya dalam mencetak generasi berintegritas dan berdaya saing global.
Sementara itu, sejak 2015, MTs Al Huda Bandung Tulungagung dilengkapi dengan Pondok Pesantren Darunnajah sebagai penguat sistem pendidikan berbasis karakter dan keagamaan.
Kepala MTs Al Huda, Rohmat Zaini MPd MPdI menuturkan, keberadaan pesantren menjadikan proses pembinaan santri lebih terarah dan menyeluruh, tidak hanya akademik tetapi juga spiritual dan akhlak.
Lingkungan madrasah dan pesantren yang berada di tengah hamparan persawahan menghadirkan suasana belajar yang tenang, sejuk, dan jauh dari hiruk-pikuk.
Lingkungan yang bersih dan tertata rapi tersebut bahkan mendapat penghargaan sebagai pesantren sehat dan bersih dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Menurut Rohmat Zaini, suasana yang nyaman dan sehat menjadi fondasi penting agar santri bisa belajar dengan fokus, tumbuh bahagia, dan betah menuntut ilmu.
“Kami ingin menciptakan tempat belajar yang membuat anak-anak krasan sekaligus berkembang optimal,” ujarnya.
Di bawah asuhan KH Syafik Mukarom MPdI, pembinaan santri menitikberatkan pada penguatan ilmu dan pembentukan akhlak.
Didukung guru serta pengurus yang kompeten dan berdedikasi, MTs Al Huda bersama Pesantren Darunnajah berkomitmen mencetak generasi berilmu, berakhlak mulia, dan siap menjadi pemimpin masa depan.
“Belajar nyaman, berakhlak kuat, berprestasi hebat,” pungkasnya.(*)
Editor : Vidya Sajar Fitri