RADAR TULUNGAGUNG– Polemik mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang masuk dalam anggaran pendidikan kembali memanas di parlemen. Ketua Fraksi Partai Gerindra di MPR, Habiburrahman, menanggapi kritik yang disampaikan anggota DPR dari PDI Perjuangan, Adian Napitupulu.
Habiburrahman menyarankan Adian untuk terlebih dahulu menantang debat Ketua Badan Anggaran DPR, Said Abdullah, yang juga berasal dari PDI Perjuangan.
Menurutnya, Said Abdullah justru menjadi salah satu pihak yang menyetujui masuknya program MBG dalam anggaran pendidikan melalui pembahasan APBN.
“Daripada menantang debat Sekretaris Kabinet, sebaiknya Adian Napitupulu menantang debat terlebih dahulu Ketua Badan Anggaran sekaligus rekan separtainya, Buya Said Abdullah,” kata Habiburrahman dalam pernyataan yang disampaikan kepada publik.
Sorotan terhadap Anggaran MBG
Perdebatan ini muncul setelah sejumlah pihak menyoroti masuknya program Makan Bergizi Gratis ke dalam pos anggaran pendidikan dalam APBN.
Program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tersebut memang menjadi salah satu agenda prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah.
Namun, sejumlah politisi dan pengamat mempertanyakan apakah program tersebut tepat dimasukkan dalam anggaran pendidikan yang menurut undang-undang harus dialokasikan minimal 20 persen dari APBN.
Habib: Semua Fraksi Setuju
Habiburrahman menegaskan bahwa keputusan memasukkan anggaran MBG dalam APBN sebenarnya telah melalui proses pembahasan panjang di DPR.
Ia menyebut seluruh fraksi di parlemen, termasuk PDI Perjuangan, telah menyetujui Undang-Undang APBN yang di dalamnya memuat alokasi untuk program MBG.
“Seluruh fraksi bulat menyetujui Undang-Undang APBN 2025 dan 2026 yang di dalamnya menganggarkan MBG,” ujarnya.
Dengan demikian, menurutnya tidak tepat jika kini muncul kritik keras terhadap kebijakan tersebut dari pihak yang sebelumnya ikut menyetujui.
Alasan MBG Masuk Anggaran Pendidikan
Habiburrahman juga menjelaskan alasan pemerintah memasukkan program MBG dalam anggaran pendidikan.
Menurutnya, penerima utama program tersebut adalah siswa sekolah yang menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan nasional.
Karena itulah program MBG dianggap memiliki keterkaitan langsung dengan sektor pendidikan.
“Masuknya MBG dalam anggaran pendidikan memiliki alasan kuat karena penerimanya adalah siswa yang menjadi bagian terpenting dalam sistem pendidikan,” katanya.
Perdebatan Politik di DPR
Isu Makan Bergizi Gratis dalam anggaran pendidikan belakangan memang menjadi perdebatan di kalangan politisi.
Sebagian pihak menilai program tersebut penting sebagai investasi sumber daya manusia karena gizi anak berpengaruh pada kemampuan belajar di sekolah.
Namun pihak lain berpendapat anggaran pendidikan seharusnya difokuskan pada peningkatan kualitas sekolah, kesejahteraan guru, serta perbaikan infrastruktur pendidikan.
Perdebatan ini diperkirakan masih akan terus berlanjut seiring pembahasan anggaran negara dalam beberapa waktu ke depan.
Editor : Cholifatun Nisak