RADAR TULUNGAGUNG – Kabar mengenai pencairan rapel gaji pensiunan yang disebut bakal cair serentak pada 11 Maret 2026 mendadak viral dan memicu kegaduhan di kalangan purnabakti. Pesan berantai tersebut mengeklaim bahwa selisih kenaikan gaji tahun 2025 akan segera masuk ke rekening para pensiunan PNS, TNI, dan Polri. Namun, PT Taspen (Persero) langsung memberikan pernyataan tegas guna meredam simpang siur informasi yang meresahkan para pensiunan tersebut.
Melalui konfirmasi resminya, PT Taspen menegaskan bahwa hingga saat ini pihak manajemen belum menerima Surat Edaran (SE) resmi dari pemerintah terkait pembayaran rapel gaji pensiunan tahun 2025 maupun 2026. "Informasi yang menyebutkan pencairan pada 11 Maret adalah tidak benar atau hoaks. Kami meminta sobat Taspen untuk selalu menunggu informasi resmi hanya melalui kanal media sosial resmi kami yang bercentang biru," tulis pihak Taspen dalam menanggapi pertanyaan salah satu peserta pensiun.
Waspada Video Palsu Buatan AI yang Mencatut Pejabat
Selain berita teks, pensiunan kini diminta ekstra waspada terhadap video-video di YouTube yang menampilkan sosok Menteri Keuangan Purbaya seolah-olah sedang mengumumkan kenaikan gaji. Faktanya, video tersebut adalah hasil rekayasa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI). Video palsu ini terlihat sangat meyakinkan karena mampu meniru suara dan gestur pejabat asli, namun terdapat beberapa ciri fisik yang tidak natural jika diperhatikan dengan teliti.
Beberapa tips dari PT Taspen untuk mengenali video hoaks AI antara lain:
-
Gerakan bibir dan suara seringkali tidak sinkron.
-
Ekspresi wajah cenderung kaku atau telinga dan rambut terlihat blur.
-
Intonasi suara terdengar datar (flat) dan jeda kalimat terasa tidak alami.
-
Video asli pengumuman anggaran biasanya hanya dirilis melalui kanal resmi Kementerian Keuangan atau Sekretariat Presiden.
Fakta Realisasi Anggaran: Fokus pada THR dan Perlindungan Sosial
Alih-alih membahas rapel gaji pensiunan yang belum memiliki regulasi, pemerintah saat ini justru sedang memproses pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) 2026. Dalam keterangan aslinya, Menteri Keuangan Purbaya menjelaskan bahwa anggaran sebesar Rp55 triliun telah disiapkan untuk THR ASN, TNI, Polri, dan para pensiunan. Pengumuman resmi mengenai tanggal pasti pencairan THR tersebut nantinya akan disampaikan langsung oleh Presiden.
Selain THR, fokus APBN kuartal pertama tahun 2026 adalah penyaluran bantuan pangan berupa beras 10 kg dan minyak goreng bagi 35,04 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Pemerintah juga memberikan berbagai paket stimulus seperti diskon tiket transportasi umum untuk menjaga daya beli masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri 1447 H.
Kesimpulan: Jangan Mudah Termakan Janji Manis di Media Sosial
PT Taspen kembali mengingatkan bahwa setiap pembayaran uang negara harus didasari oleh regulasi teknis yang sah. Informasi mengenai pencairan rapel gaji pensiunan pada 11 Maret 2026 adalah hoaks murni. Para pensiunan dihimbau untuk selalu disiplin melakukan otentikasi dan tidak memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak dikenal. Kepastian mengenai hak-hak finansial pensiunan dapat dipantau langsung melalui akun resmi Instagram @taspen atau Call Center 1500 919.
Editor : Natasha Eka Safrina