RADAR TULUNGAGUNG – Isu kenaikan gaji pensiunan ASN 2026 dan pencairan rapelan menjelang Lebaran kembali viral di media sosial. Berbagai video di YouTube hingga pesan berantai di WhatsApp menyebutkan bahwa pensiunan PNS, TNI, dan Polri akan menerima tambahan gaji sekaligus rapelan pada tahun ini.
Kabar kenaikan gaji pensiunan ASN 2026 tersebut bahkan disertai klaim angka tertentu serta disebut memiliki dasar aturan pemerintah sehingga tampak meyakinkan. Informasi itu membuat banyak pensiunan berharap adanya tambahan penghasilan dalam waktu dekat.
Namun di tengah maraknya informasi tersebut, muncul pertanyaan mengenai kebenaran kabar kenaikan gaji pensiunan ASN 2026 dan pencairan rapelan yang disebut akan terjadi menjelang Lebaran.
Taspen Tegaskan Belum Ada Keputusan Pemerintah
PT Taspen menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan resmi pemerintah terkait kenaikan maupun rapelan gaji pensiun bagi pensiunan PNS, purnawirawan TNI, dan Polri.
Penegasan ini disampaikan sebagai respons atas maraknya informasi yang beredar di media sosial dan dinilai berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Menurut Taspen, seluruh kebijakan mengenai perubahan manfaat pensiun sepenuhnya merupakan kewenangan pemerintah pusat. Kebijakan tersebut hanya dapat diberlakukan jika telah memiliki dasar hukum berupa regulasi resmi, seperti peraturan pemerintah atau keputusan presiden.
Karena itu, selama belum ada regulasi baru yang diumumkan secara resmi, pembayaran gaji pensiun tetap mengacu pada aturan yang berlaku saat ini.
Dasar Pembayaran Pensiun Masih Mengacu Aturan 2024
Taspen menjelaskan bahwa kenaikan pensiun terakhir yang memiliki dasar hukum jelas terjadi pada 2024.
Pemerintah saat itu menetapkan kenaikan pensiun sebesar 12 persen melalui Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2024. Kebijakan tersebut berlaku secara nasional bagi pensiunan aparatur sipil negara dan keluarga penerima manfaat.
Di luar kebijakan tersebut, hingga kini belum ada regulasi baru yang menetapkan kenaikan tambahan maupun pembayaran rapelan pensiun.
Taspen juga menegaskan bahwa jika suatu saat pemerintah menetapkan kebijakan rapelan, nominal yang diterima setiap pensiunan tidak akan sama.
Besaran rapelan bergantung pada beberapa faktor, seperti golongan terakhir, masa kerja, serta komponen penghasilan yang menjadi dasar perhitungan pensiun. Karena itu klaim nominal rapelan seragam yang beredar di media sosial dipastikan tidak tepat.
Imbauan Agar Tidak Mudah Percaya Informasi Viral
Dalam klarifikasinya, Taspen mengimbau masyarakat agar berhati-hati terhadap berbagai informasi yang beredar di media sosial, terutama yang berkaitan dengan kebijakan keuangan negara.
Informasi resmi mengenai kenaikan gaji pensiun, pencairan rapelan, maupun kebijakan lain hanya dapat dipastikan melalui kanal resmi pemerintah dan Taspen.
Masyarakat yang membutuhkan informasi valid dapat menghubungi Call Center Taspen di nomor 1500-919 atau mengakses situs resmi perusahaan.
Dengan demikian, kabar mengenai kenaikan gaji pensiunan ASN 2026 dan pencairan rapelan menjelang Lebaran yang ramai beredar saat ini dipastikan belum memiliki dasar keputusan resmi dari pemerintah. Para pensiunan diminta menunggu pengumuman resmi agar tidak terjebak informasi yang menyesatkan.
Editor : Natasha Eka Safrina