RADAR TULUNGAGUNG – Momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional dimaknai serius oleh jajaran SMKN 3 Boyolangu, Tulungagung.
Kepala SMKN 3 Boyolangu, Syaiful Huda, membeberkan sejumlah kiat dalam membangun kualitas pendidikan yang tidak hanya bermutu, tetapi juga berdampak nyata bagi siswa.
Menurut Kepala SMKN 3 Boyolangu, kunci utama dalam mengelola sekolah adalah kedisiplinan.
“Disiplin itu tidak bisa ditawar. Sukses berawal dari disiplin, baik disiplin membagi waktu, belajar, maupun bekerja,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya menekankan pentingnya kolaborasi dalam lingkungan sekolah.
Dia menyebut, keberhasilan tidak bisa diraih secara individu, melainkan melalui kerja sama seluruh elemen sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing.
“Kolaborasi ini yang kemudian menjadi titik untuk kita berevolusi bersama, mencari pola terbaik dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan,” imbuhnya.
Dari proses tersebut, lanjut dia, sekolah terus berupaya merumuskan metode pembelajaran yang efektif dan relevan dengan kebutuhan murid.
Tujuannya jelas, yakni menghadirkan pendidikan yang benar-benar berdampak bagi peserta didik.
“Yang utama, layanan pendidikan itu harus berdampak nyata kepada murid. Mereka adalah harapan orang tua, guru, sekaligus harapan bangsa di masa depan,” tegasnya.
Lebih jauh, pihaknya juga berkomitmen memenuhi hak-hak murid dalam mengembangkan minat dan bakat.
Baca Juga: 139 Jabatan Kepsek Dipetakan, Disdik Tulungagung Percepat Penetapan Kepala Sekolah Definitif
Setiap anak, kata dia, harus diberi ruang untuk mengeksplorasi potensi diri agar kompetensi yang dimiliki dapat berkembang secara optimal.
“Pada prinsipnya, seluruh layanan yang kami berikan harus mendukung proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi murid,” tandasnya.
Dengan berbagai upaya tersebut, SMKN 3 Boyolangu optimistis mampu mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan, sekaligus berkontribusi menuju Indonesia Emas. (sri)
Editor : Vidya Sajar Fitri