RADAR TULUNGAGUNG - Arus disrupsi yang berkembang pesat di berbagai sektor kehidupan dinilai menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan.
Di tengah derasnya perkembangan teknologi, nilai-nilai kearifan lokal dinilai tetap harus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.
Kepala MTsN 3 Tulungagung, H. Suyoko SPd MKPd, menegaskan bahwa pendidikan saat ini harus mampu menyinergikan budaya lokal dengan inovasi teknologi agar generasi muda tidak kehilangan jati diri di tengah perkembangan zaman.
“Di era disrupsi ini, nilai-nilai kearifan lokal dan inovasi teknologi harus bersinergi. Menjaga akar budaya bukan berarti tertinggal,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan karakter berbasis budaya bangsa tetap relevan diterapkan di tengah transformasi digital yang semakin cepat.
Justru, nilai luhur budaya dapat menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang berkarakter, adaptif, dan memiliki daya saing global.
Dia menilai, pendidikan tidak cukup hanya membekali peserta didik dengan kemampuan akademik semata.
Baca Juga: DPRD Tulungagung Tekankan Kesejahteraan Guru dan Peran Orang Tua untuk Wujudkan Pendidikan Bermutu
Namun juga harus menanamkan kompetensi visioner yang mampu menjawab tantangan masa depan.
“Dengan mengintegrasikan nilai luhur bangsa dan kompetensi visioner masa depan, kita wujudkan generasi cerdas siap menyongsong Indonesia Emas,” tambahnya.
Suyoko berharap dunia pendidikan mampu menjadi ruang lahirnya generasi yang tidak hanya unggul dalam penguasaan teknologi, tetapi juga tetap menjunjung tinggi budaya, etika, dan identitas bangsa di tengah perubahan zaman yang semakin dinamis.***
Editor : Vidya Sajar Fitri