Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Spirit of Family Warnai Purnawiyata SMK Sore Tulungagung, 60 Persen Lulusan Terserap Dunia Kerja

Mega Mustika Sari • Minggu, 3 Mei 2026 | 15:07 WIB
Foto bersama purnawiyata SMK Sore Tulungagung jadi momen penutup penuh kenangan.
Foto bersama purnawiyata SMK Sore Tulungagung jadi momen penutup penuh kenangan.

RADAR TULUNGAGUNG — Suasana haru sekaligus kebanggaan menyelimuti kegiatan purnawiyata SMK Sore Tulungagung yang digelar pada Sabtu (2/5/2026).

Mengusung tema “The Spirit of Family”, acara ini tidak hanya menjadi momen pelepasan siswa, tetapi juga perayaan kebersamaan yang telah terbangun selama menempuh pendidikan.

Kepala SMK Sore Tulungagung, Agus Munir, menegaskan bahwa tema tersebut dipilih sebagai refleksi kuatnya ikatan kekeluargaan antara siswa, guru, dan seluruh civitas sekolah.

Baca Juga: Prestasi Sekolah Harus Berbasis Potensi Siswa, Kepala MAN 1 Tulungagung Tekankan Pentingnya Keseimbangan Akademik dan Nonakademik

Menurutnya, nilai kebersamaan menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter lulusan yang siap menghadapi dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan.

“Tema The Spirit of Family ini menggambarkan bagaimana hubungan di sekolah tidak sekadar formal, tetapi sudah seperti keluarga. Harapannya, nilai ini tetap melekat pada siswa setelah lulus,” ujarnya dalam sambutan.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memaparkan berbagai capaian yang berhasil diraih SMK Sore Tulungagung.

Baca Juga: Di Era Disrupsi, Kepala MTsN 3 Tulungagung Tekankan Pentingnya Sinergi Kearifan Lokal dan Teknologi untuk Generasi Berkarakter

Pengalungan gordon menjadi simbol resmi berakhirnya masa sekolah dan awal langkah baru.
Pengalungan gordon menjadi simbol resmi berakhirnya masa sekolah dan awal langkah baru.

Saat ini, sekolah tersebut telah menyandang status sebagai Sekolah Pusat Keunggulan, yang menunjukkan komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi.

Tak hanya itu, prestasi siswa juga menjadi sorotan.

Pada ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Kabupaten Tulungagung, SMK Sore mengirimkan perwakilan di 10 bidang lomba dan berhasil meraih juara di seluruh bidang yang diikuti.

“Ini menjadi bukti bahwa siswa-siswi kami tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga kompeten dalam praktik. Semua bidang yang kami ikuti di LKS, alhamdulillah meraih juara,” katanya.

Baca Juga: Tak Hanya Transfer Ilmu, Hardiknas 2026 Jadi Seruan Kepala MTsN 4 Tulungagung untuk Pendidikan Humanis dan Berkarakter Kuat

SMK Sore Tulungagung sendiri memiliki delapan konsentrasi keahlian yang dirancang untuk menjawab kebutuhan dunia industri.

Dengan pendekatan pembelajaran yang adaptif dan berbasis praktik, lulusan diharapkan mampu bersaing di pasar kerja.

Hasilnya pun mulai terlihat. Berdasarkan data sekolah, sekitar 60 persen lulusan SMK Sore Tulungagung telah terserap di dunia kerja.

Angka ini menjadi indikator positif bahwa lulusan memiliki daya saing yang cukup tinggi.

Meski demikian, pihak sekolah terus mendorong lulusan untuk memanfaatkan Bursa Kerja Khusus (BKK) yang dimiliki sekolah.

Munir menekankan bahwa BKK menjadi jembatan penting antara lulusan dengan dunia industri.

“Kami berpesan kepada seluruh lulusan untuk memanfaatkan BKK SMK Sore semaksimal mungkin. Ini adalah fasilitas yang kami siapkan agar lulusan lebih mudah mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kompetensinya,” tegasnya.

Di sisi lain, minat masyarakat terhadap SMK Sore Tulungagung juga terus meningkat.

Kepala SMK Sore Tulungqgung Agus Munir menyampaikan pesan dan harapan bagi lulusan di momen purnawiyata.
Kepala SMK Sore Tulungqgung Agus Munir menyampaikan pesan dan harapan bagi lulusan di momen purnawiyata.

Hal ini terlihat dari jumlah pendaftar pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) gelombang pertama yang mencapai sekitar 900 pendaftar.

Menurutnya, tingginya animo tersebut menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi sekolah untuk terus menjaga kualitas pendidikan dan pelayanan.

“Alhamdulillah, untuk gelombang pertama SPMB sudah mencapai 900 pendaftar. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang tinggi terhadap SMK Sore,” ungkapnya.

Dalam momen purnawiyata tersebut, sejumlah siswa juga menerima penghargaan atas prestasi yang telah diraih.

Salah satunya adalah Dafa Andrean Khuswanto yang dinobatkan sebagai penerima penghargaan Asta Tama atau siswa berprestasi.

Dafa mengaku bangga atas pencapaian yang diraihnya. Ia menilai, keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan guru serta lingkungan sekolah yang mendorong siswa untuk berkembang.

Baca Juga: Momentum Hardiknas 2026 di Tulungagung, Dunia Pendidikan Dinilai Masih Punya Banyak PR, Terutama Kesejahteraan Guru

“Saya sangat bangga bisa mendapatkan penghargaan Asta Tama ini. Terima kasih untuk bapak ibu guru dan teman-teman yang selalu mendukung. SMK Sore sudah menjadi tempat saya berkembang dan menemukan potensi diri,” ujarnya.

Dia juga berharap, capaian tersebut bisa menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus berprestasi dan tidak ragu mengembangkan kemampuan.

Purnawiyata tahun ini pun ditutup dengan suasana penuh haru.

Tangis bahagia pecah saat para siswa berpamitan dengan guru dan teman-teman mereka.

Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya perjalanan di bangku sekolah, sekaligus awal langkah baru menuju masa depan.

Dengan semangat kekeluargaan yang kuat dan bekal kompetensi yang matang, lulusan SMK Sore Tulungagung diharapkan mampu membawa nama baik sekolah serta berkontribusi positif di tengah masyarakat. (meg)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#siswa #SMK Sore Tulungagung #dunia kerja #wisuda