RADAR TULUNGAGUNG – Agenda pelepasan murid SMK dan alumni pekerja migran yang akan bekerja di luar negeri digelar di SMK Sore Tulungagung, Kamis (14/5/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan dihadiri sejumlah pejabat daerah serta ribuan peserta.
Acara tersebut menjadi momentum penting bagi para siswa SMK yang akan mengikuti program magang kerja dan peluang kerja di luar negeri.
Tercatat sebanyak 4.920 peserta dari 112 SMK di Jawa Timur mengikuti program ini.
Menariknya, Tulungagung menjadi wilayah dengan kontribusi terbesar, dengan jumlah peserta mencapai 1.628 orang dari 11 SMK.
Para peserta akan diberangkatkan ke berbagai negara tujuan seperti Jepang, Korea Selatan, Jerman, Taiwan, Singapura, Malaysia, hingga Australia.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Plt Bupati Tulungagung, Wakil Kapolres Tulungagung, serta para kepala sekolah SMK negeri dan swasta.
Khofifah: Bukan Sekadar Magang, Ini Model Upskilling
Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan pesan motivasi kepada para siswa yang akan berangkat ke luar negeri.
Ia menegaskan bahwa program ini bukan sekadar magang kerja, melainkan bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Ini menurut saya bukan magang kerja semata. Ini adalah model upscale, di mana skill ditingkatkan dengan peralatan modern dan jaringan market global. Bawalah ilmunya pulang selain membawa rezeki,” ujarnya.
Khofifah juga menekankan pentingnya penguasaan bahasa sesuai negara tujuan, mulai dari bahasa Jepang, Korea, Inggris hingga Arab, sebagai kunci utama lolos seleksi dan bekerja secara profesional di luar negeri.
Siswa SMK Disebut Pahlawan Devisa
Lebih lanjut, Khofifah menyebut para siswa yang akan bekerja di luar negeri sebagai bagian dari pahlawan devisa yang berkontribusi bagi negara.
“Mereka akan menjadi pahlawan devisa. Tetap jaga nama baik bangsa. Di manapun bumi dipijak, tetap kibarkan merah putih,” pesannya.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk tetap menjaga kesehatan, disiplin, serta membawa kebanggaan sebagai generasi Indonesia di kancah global.
Peluang Kerja Global Kian Terbuka
Program ini menunjukkan semakin luasnya konektivitas SMK di Jawa Timur dengan dunia kerja internasional.
Berbagai sektor terbuka bagi lulusan SMK, mulai dari pertanian, manufaktur, perhotelan, hingga teknik seperti pengelasan bawah laut yang memiliki permintaan tinggi di negara maju seperti Jerman.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur pun terus mendorong sinergi antara sekolah, lembaga pelatihan, dan dunia industri global guna meningkatkan employability lulusan SMK.
Baca Juga: Torehkan Prestasi dan Sertifikasi Keahlian, SMKN 3 Boyolangu Tulungagung Perkuat Daya Saing Siswa
Rencananya, pemberangkatan peserta secara bertahap akan dilakukan pada pertengahan Mei 2026.
Dengan pelepasan ini, diharapkan para siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman kerja, tetapi juga mampu kembali ke tanah air dengan keterampilan dan wawasan global yang lebih luas.(*)
Editor : Vidya Sajar Fitri