RADAR TULUNGAGUNG – Potensi sekolah dasar negeri yang kekurangan peserta didik baru masih menjadi perhatian Dinas Pendidikan (Disdik) Tulungagung menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.
Belajar dari tahun sebelumnya, masih ada sekolah yang memperoleh jumlah murid baru sangat minim.
Bahkan terdapat SD negeri yang hanya mendapatkan dua siswa pada masa penerimaan peserta didik baru.
Sekretaris Disdik Tulungagung, Deni Susanti, mengatakan telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi kondisi tersebut.
Salah satunya dengan memetakan wilayah penerimaan dan menyesuaikan pagu setiap sekolah berdasarkan jumlah lulusan di wilayah sekitar.
Baca Juga: SPMB 2026/2027 Dimulai, Disdik Tulungagung Sosialisasikan Juknis hingga Tingkat Korwil
“Penerimaan murid dipetakan sesuai wilayah penerimaan dan pagunya ditetapkan berdasarkan analisis lulusan pada wilayah tersebut,” ujarnya.
Menurut Deni, kebijakan tersebut diharapkan dapat mengurangi ketimpangan jumlah siswa antarsekolah.
Sebab selama ini terdapat sekolah yang mengalami kelebihan pendaftar, sementara sekolah lain kesulitan mendapatkan murid baru.
“Dari hal tersebut diharapkan penerimaan siswa lebih merata pada seluruh satuan pendidikan,” katanya.
Meski demikian, disdik belum dapat memastikan langkah yang akan diambil apabila kembali ditemukan sekolah dengan jumlah peserta didik yang sangat sedikit pada tahun ini.
Opsi penataan sekolah, termasuk kemungkinan penggabungan dengan sekolah lain, masih menunggu hasil evaluasi.
“Kita analisis dulu untuk kemudian menentukan langkah selanjutnya,” tegasnya.
Analisis tersebut akan mempertimbangkan sejumlah faktor, mulai jumlah siswa yang dimiliki sekolah, jarak dengan sekolah lain, hingga rasio guru dan murid.
“Yang menjadi pertimbangan di antaranya jumlah siswa, lokasi sekolah yang berdekatan, misalnya dalam radius 1 sampai 3 kilometer atau masih dalam satu zona, serta rasio guru dan murid,” jelas Deni.
Data disdik menunjukkan tren penurunan jumlah peserta didik di beberapa SD negeri masih terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Kondisi tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai menurunnya angka kelahiran hingga konsentrasi pendaftar di sekolah-sekolah tertentu yang dianggap lebih favorit.
Karena itu, hasil pelaksanaan SPMB tahun ini akan menjadi salah satu bahan evaluasi pemerintah daerah dalam menentukan kebijakan penataan sekolah dasar ke depan.
Jika ditemukan sekolah dengan jumlah siswa yang tidak ideal, disdik akan melakukan kajian lebih lanjut sebelum mengambil keputusan. (sri/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri