RADAR TULUNGAGUNG — Suasana kreativitas dan kolaborasi terlihat dalam pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) Bersama atau asesmen sumatif akhir semester yang digelar Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Bhinneka PGRI.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa menampilkan beragam hasil pembelajaran mulai dari reog kendang, teater, monolog, hingga karya pembelajaran sebagai bentuk evaluasi sekaligus penguatan kompetensi calon guru sekolah dasar.
Ketua Program Studi PGSD, Eka Yuliana Sari mengatakan, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk implementasi pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik dan pengembangan keterampilan mahasiswa.
“Untuk mata kuliah praktik ada seni tari dan drama SD, lalu seni reog kendang. Sebenarnya di semester dua juga ada karya cipta lagu anak dan seni musik, hanya saja sebagian sudah dikompilasi dalam bentuk tayangan,” ujarnya.
Selain pertunjukan seni, mahasiswa juga menampilkan hasil pengembangan pembelajaran dari beberapa mata kuliah seperti matematika, IPS, IPA, dan Bahasa Indonesia yang diwujudkan dalam bentuk media serta produk pembelajaran.
Menurut Eka, agenda ini menjadi salah satu upaya menjaga kualitas pendidikan sekaligus mempertahankan capaian akreditasi unggul yang telah diraih program studi.
Evaluasi pembelajaran tidak hanya menilai kemampuan akademik mahasiswa, tetapi juga memastikan lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan sekolah.
Ia menjelaskan, berdasarkan pengalaman saat mahasiswa menjalani praktik lapangan dan magang, banyak sekolah memberikan apresiasi karena mahasiswa PGSD memiliki kemampuan tambahan di bidang seni dan pengembangan media pembelajaran.
“Mahasiswa kami tidak hanya mengajar, tetapi juga bisa mendampingi kegiatan seni seperti tari, drama, reog kendang, serta menghasilkan media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan sekolah,” jelasnya.
Untuk menyiapkan penampilan dalam rangkaian acara tersebut, mahasiswa menjalani proses yang cukup panjang.
Baca Juga: Universitas Al-Azhar Indonesia Gelar Konferensi Internasional 'Communication for Prosperity'
Pada mata kuliah seni tari dan drama, mahasiswa dibagi berdasarkan peran dan minat masing-masing, seperti kelompok monolog, drama, dan pertunjukan lainnya.
Persiapan dilakukan sejak awal semester dengan menyusun storyboard, konsep pertunjukan, hingga latihan secara berkala dalam setiap perkuliahan selama kurang lebih empat bulan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh nilai akademik, tetapi juga membangun kemampuan bekerja sama, kedisiplinan, rasa tanggung jawab, serta kesiapan menghadapi dunia kerja sebagai pendidik.
Ke depan, PGSD berharap kompetensi dan talenta mahasiswa dapat terus berkembang serta semakin diterima dan memberikan manfaat bagi dunia pendidikan, khususnya di Kabupaten Tulungagung. (meg)
Editor : Vidya Sajar Fitri