TULUNGAGUNG – SPMB 2026 Tulungagung masih menunjukkan kesenjangan jumlah peserta didik antarsekolah negeri. Dari total 48 SMP negeri, baru delapan sekolah yang berhasil memenuhi pagu penerimaan, sedangkan 40 sekolah lainnya masih memiliki kursi kosong.
Hasil sementara SPMB 2026 Tulungagung memperlihatkan hanya sebagian kecil sekolah yang mampu memenuhi kuota 100 persen atau gothang.
Kondisi tersebut membuat Dinas Pendidikan (Disdik) Tulungagung menyiapkan langkah lanjutan agar kekosongan kursi di sekolah negeri dapat segera terisi.
Data SPMB 2026 Tulungagung juga menunjukkan masih terdapat sejumlah sekolah dengan jumlah peserta didik yang jauh di bawah pagu.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Disdik akan membuka SPMB gelombang kedua pada 1–4 Juli dengan sasaran calon peserta didik yang belum lolos pada tahap pertama.
Delapan SMP Negeri Berhasil Memenuhi Pagu
Berdasarkan hasil sementara pelaksanaan SPMB tingkat SMP, delapan sekolah negeri telah memenuhi seluruh kuota yang tersedia. Sekolah tersebut yakni SMPN 1 Campurdarat, SMPN 1 Gondang, SMPN 1 Kauman, SMPN 1 Ngunut, SMPN 1 Sumbergempol, SMPN 1 Tulungagung, SMPN 2 Tulungagung, dan SMPN 3 Tulungagung.
Seluruh sekolah tersebut memiliki daya tampung antara 320 hingga 352 siswa. Seluruh kuota berhasil terpenuhi melalui pelaksanaan SPMB 2026 sehingga tidak lagi memiliki kursi kosong.
Di sisi lain, mayoritas SMP negeri di Kabupaten Tulungagung masih belum mencapai pagu yang telah ditetapkan. Kondisi ini menunjukkan pemerataan jumlah peserta didik antarsekolah masih menjadi tantangan dalam pelaksanaan SPMB tahun ini.
Sejumlah Sekolah Masih Jauh dari Kuota
Beberapa sekolah bahkan masih memiliki jumlah peserta didik yang sangat minim dibandingkan daya tampungnya. SMPN Satap Sendang, misalnya, baru memperoleh dua siswa dari kuota 32 siswa.
Selain itu, SMPN 1 Pucanglaban baru menerima 63 siswa dari pagu 128 siswa. SMPN 2 Besuki memperoleh 73 siswa dari kuota 160 siswa, sedangkan SMPN 2 Kalidawir juga baru terisi 73 siswa dari pagu 128 siswa.
Kondisi serupa terjadi di SMPN 2 Karangrejo yang baru memperoleh 65 siswa dari kuota 160 siswa. Sementara itu, SMPN 2 Kedungwaru baru menerima 48 siswa dari daya tampung 192 siswa.
Sekolah lain yang juga masih memiliki keterisian rendah adalah SMPN 2 Ngantru dengan tujuh siswa dari kuota 96 siswa, serta SMPN 2 Pucanglaban yang baru memperoleh sembilan siswa dari pagu 64 siswa.
Baca Juga: Disdik Tulungagung Buka SPMB Gelombang Kedua 1–4 Juli, Sasar SMP Negeri yang Masih Kekurangan Siswa
Disdik Siapkan SPMB Gelombang Kedua
Panitia Pelaksana SPMB 2026 Kabupaten Tulungagung, Rifka Zuyun Umadah, membenarkan masih terdapat sekolah negeri yang belum memenuhi pagu penerimaan pada pelaksanaan SPMB tahun ini.
"Memang benar ada sekolah yang pagunya belum terpenuhi," ungkapnya, kemarin (28/6).
Menurut Zuyun, Disdik Tulungagung telah menyiapkan langkah lanjutan untuk membantu sekolah yang masih memiliki kekosongan kursi. Salah satunya melalui pembukaan SPMB gelombang kedua yang dijadwalkan berlangsung pada 1–4 Juli mendatang.
Gelombang lanjutan tersebut diperuntukkan bagi calon peserta didik yang belum lolos pada tahap pertama. Prioritasnya adalah mengisi kursi kosong di SMP negeri yang belum memenuhi pagu.
Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong pemerataan jumlah peserta didik di seluruh SMP negeri di Kabupaten Tulungagung sehingga tidak ada sekolah yang mengalami kekurangan siswa.
"Ini menjadi bagian dari upaya pemerataan peserta didik sehingga tidak ada sekolah negeri yang kekurangan siswa," terangnya.(rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri