TULUNGAGUNG – SMPN Satap Sendang menjadi salah satu sekolah dengan keterisian peserta didik terendah pada hasil sementara Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 tingkat SMP di Kabupaten Tulungagung.
Hingga proses tahap pertama berakhir, sekolah tersebut baru memperoleh dua siswa dari kuota yang tersedia sebanyak 32 orang.
Data SMPN Satap Sendang tersebut mencerminkan masih adanya kesenjangan jumlah peserta didik antarsekolah negeri. Dari total 48 SMP negeri di Kabupaten Tulungagung, hanya delapan sekolah yang telah memenuhi pagu penerimaan, sedangkan 40 sekolah lainnya masih memiliki kursi kosong.
Rendahnya keterisian SMPN Satap Sendang menjadi salah satu alasan Disdik Tulungagung menyiapkan SPMB gelombang kedua.
Tahapan lanjutan itu akan difokuskan untuk mengisi sekolah-sekolah negeri yang hingga kini belum memenuhi kuota penerimaan siswa baru.
Baca Juga: SPMB 2026 Tulungagung: Hanya 8 SMP Negeri Penuhi Pagu, 40 Sekolah Masih Kekurangan Siswa
Kesenjangan Keterisian Masih Terjadi
Hasil sementara SPMB menunjukkan tidak semua SMP negeri memperoleh jumlah peserta didik yang seimbang. Sementara beberapa sekolah telah memenuhi seluruh kuota, sebagian lainnya masih jauh dari pagu yang telah ditetapkan.
SMPN Satap Sendang tercatat baru menerima dua siswa dari kuota 32 siswa. Angka tersebut menjadi salah satu yang paling rendah dibandingkan sekolah negeri lainnya di Kabupaten Tulungagung.
Selain SMPN Satap Sendang, beberapa sekolah lain juga belum memenuhi daya tampung. SMPN 1 Pucanglaban baru memperoleh 63 siswa dari kuota 128 siswa.
Kemudian SMPN 2 Besuki menerima 73 siswa dari kuota 160 siswa, sedangkan SMPN 2 Kalidawir juga baru terisi 73 siswa dari pagu 128 siswa. SMPN 2 Karangrejo tercatat memperoleh 65 siswa dari kuota 160 siswa.
Kondisi serupa juga terlihat di SMPN 2 Kedungwaru yang baru menerima 48 siswa dari kuota 192 siswa. Sementara itu, SMPN 2 Ngantru baru memperoleh tujuh siswa dari kuota 96 siswa dan SMPN 2 Pucanglaban terisi sembilan siswa dari daya tampung 64 siswa.
Delapan Sekolah Sudah Penuhi Pagu
Di tengah masih banyaknya sekolah yang kekurangan peserta didik, terdapat delapan SMP negeri yang berhasil memenuhi pagu penerimaan 100 persen atau gothang.
Sekolah tersebut meliputi SMPN 1 Campurdarat, SMPN 1 Gondang, SMPN 1 Kauman, SMPN 1 Ngunut, SMPN 1 Sumbergempol, SMPN 1 Tulungagung, SMPN 2 Tulungagung, dan SMPN 3 Tulungagung.
Masing-masing sekolah memiliki daya tampung antara 320 hingga 352 siswa. Seluruh kuota telah terisi melalui pelaksanaan SPMB 2026.
Disdik Siapkan Gelombang Kedua
Panitia Pelaksana SPMB 2026 Kabupaten Tulungagung, Rifka Zuyun Umadah, membenarkan masih terdapat banyak sekolah yang belum memenuhi pagu penerimaan.
"Memang benar ada sekolah yang pagunya belum terpenuhi," ungkapnya, kemarin (28/6).
Menurut Zuyun, Disdik Tulungagung telah menyiapkan langkah lanjutan berupa pembukaan SPMB gelombang kedua yang dijadwalkan berlangsung pada 1–4 Juli mendatang.
Gelombang lanjutan tersebut diperuntukkan bagi calon peserta didik yang belum lolos pada tahap pertama. Prioritasnya adalah mengisi kursi kosong di sekolah negeri yang hingga kini masih kekurangan siswa.
Ia menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerataan peserta didik agar seluruh SMP negeri memiliki kesempatan memperoleh jumlah siswa yang lebih seimbang.
"Ini menjadi bagian dari upaya pemerataan peserta didik sehingga tidak ada sekolah negeri yang kekurangan siswa," terangnya.(rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri