TULUNGAGUNG - SPMB gelombang kedua akan menjadi langkah lanjutan yang disiapkan Dinas Pendidikan (Disdik) Tulungagung untuk mengisi kursi kosong di SMP negeri.
Tahap lanjutan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 1–4 Juli dan diprioritaskan bagi calon peserta didik yang belum lolos pada pelaksanaan tahap pertama.
Pelaksanaan SPMB gelombang kedua dilakukan menyusul hasil sementara penerimaan murid baru tingkat SMP yang masih menunjukkan ketimpangan jumlah peserta didik antarsekolah negeri.
Dari 48 SMP negeri di Kabupaten Tulungagung, baru delapan sekolah yang berhasil memenuhi pagu penerimaan, sedangkan 40 sekolah lainnya masih memiliki kursi kosong.
Melalui SPMB gelombang kedua, Disdik Tulungagung berharap kekosongan kuota di sejumlah sekolah dapat terisi sehingga pemerataan jumlah peserta didik antarsekolah negeri dapat lebih optimal.
Baca Juga: SMPN Satap Sendang Tulungagung Baru Dapat 2 Siswa dari Kuota 32, Jadi Salah Satu yang Terendah
Disiapkan untuk Mengisi Kursi Kosong
Panitia Pelaksana SPMB 2026 Kabupaten Tulungagung, Rifka Zuyun Umadah, membenarkan masih terdapat sekolah negeri yang belum memenuhi pagu penerimaan pada pelaksanaan SPMB tahun ini.
"Memang benar ada sekolah yang pagunya belum terpenuhi," ujarnya, kemarin (28/6).
Menurut Zuyun, kondisi tersebut menjadi dasar Disdik Tulungagung menyiapkan tahapan lanjutan melalui SPMB gelombang kedua. Tahapan itu dijadwalkan berlangsung pada 1–4 Juli mendatang.
Peserta yang menjadi prioritas dalam gelombang lanjutan adalah calon peserta didik yang belum lolos pada tahap pertama. Mereka akan diarahkan untuk mengisi sekolah negeri yang hingga kini masih memiliki kekosongan kursi.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerataan peserta didik agar tidak ada SMP negeri yang mengalami kekurangan siswa setelah seluruh tahapan penerimaan selesai.
Baca Juga: SPMB 2026 Tulungagung: Hanya 8 SMP Negeri Penuhi Pagu, 40 Sekolah Masih Kekurangan Siswa
Masih Banyak Sekolah Belum Memenuhi Pagu
Hasil sementara SPMB 2026 menunjukkan masih terdapat kesenjangan jumlah peserta didik antarsekolah negeri di Kabupaten Tulungagung.
Dari 48 SMP negeri, hanya delapan sekolah yang telah memenuhi pagu 100 persen atau gothang. Delapan sekolah tersebut ialah SMPN 1 Campurdarat, SMPN 1 Gondang, SMPN 1 Kauman, SMPN 1 Ngunut, SMPN 1 Sumbergempol, SMPN 1 Tulungagung, SMPN 2 Tulungagung, dan SMPN 3 Tulungagung.
Masing-masing sekolah tersebut memiliki daya tampung antara 320 hingga 352 siswa. Seluruh kuota berhasil terpenuhi melalui pelaksanaan SPMB 2026.
Sebaliknya, puluhan sekolah lainnya masih belum mencapai pagu yang telah ditetapkan. Beberapa bahkan masih memiliki jumlah peserta didik yang jauh di bawah kapasitas.
SMPN Satap Sendang, misalnya, baru menerima dua siswa dari kuota 32 siswa. SMPN 1 Pucanglaban baru terisi 63 siswa dari pagu 128 siswa.
SMPN 2 Besuki memperoleh 73 siswa dari kuota 160 siswa, sementara SMPN 2 Kalidawir juga menerima 73 siswa dari pagu 128 siswa. SMPN 2 Karangrejo baru mendapatkan 65 siswa dari kuota 160 siswa.
Kondisi serupa terjadi di SMPN 2 Kedungwaru yang baru menerima 48 siswa dari kuota 192 siswa. Selain itu, SMPN 2 Ngantru baru memperoleh tujuh siswa dari kuota 96 siswa, sedangkan SMPN 2 Pucanglaban baru terisi sembilan siswa dari pagu 64 siswa.
Pemerataan Menjadi Tujuan Utama
Disdik Tulungagung menegaskan pembukaan SPMB gelombang kedua bukan sekadar menambah jumlah peserta didik, tetapi juga sebagai upaya mendorong pemerataan antarsekolah negeri.
Dengan masih banyaknya sekolah yang memiliki kursi kosong, tahapan lanjutan diharapkan mampu memberikan kesempatan bagi calon peserta didik yang belum diterima sekaligus membantu sekolah memenuhi pagu penerimaan.
"Ini menjadi bagian dari upaya pemerataan peserta didik sehingga tidak ada sekolah negeri yang kekurangan siswa," terang Zuyun.
Melalui pelaksanaan SPMB gelombang kedua pada 1–4 Juli mendatang, Disdik Tulungagung berharap kekosongan kursi di SMP negeri dapat berkurang sehingga distribusi peserta didik menjadi lebih merata sesuai daya tampung masing-masing sekolah.(rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri