TULUNGAGUNG – SPMB gelombang kedua Tulungagung dipastikan mulai dibuka pada 1–4 Juli 2026.
Pada tahap lanjutan ini, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tulungagung memprioritaskan sekolah negeri yang masih kekurangan peserta didik, terutama SMPN Satap Sendang, melalui jalur domisili agar kursi yang masih kosong segera terisi.
Kebijakan tersebut diterapkan karena masih terdapat sejumlah SMP negeri yang belum memenuhi daya tampung setelah pelaksanaan SPMB gelombang pertama.
Salah satu sekolah yang menjadi perhatian utama adalah SMPN Satap Sendang yang baru memperoleh dua peserta didik dari total pagu 32 siswa.
Dalam SPMB gelombang kedua Tulungagung, Disdik akan mengarahkan calon peserta didik yang belum mengikuti seleksi maupun yang belum diterima pada gelombang pertama untuk mendaftar ke sekolah terdekat melalui jalur domisili.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah siswa di sekolah-sekolah yang tingkat keterisiannya masih rendah.
Disdik Fokus Tambah Siswa di SMPN Satap Sendang
Panitia Pelaksana SPMB Disdik Tulungagung, Rifka Zuyun Umadah, mengatakan pendaftaran gelombang kedua dimulai pada Selasa (1/7). Tahapan tersebut hanya dibuka bagi SMP negeri yang kuota penerimaan siswanya belum terpenuhi.
"SPMB gelombang kedua diselenggarakan untuk sekolah-sekolah yang pagunya belum terpenuhi. Pendaftarannya mulai tanggal 1 Juli," ujarnya saat dikonfirmasi pada 29 Juni.
Menurut Zuyun, perhatian khusus diberikan kepada sekolah yang jumlah peserta didiknya masih sangat sedikit, salah satunya SMPN Satap Sendang. Pada gelombang pertama, sekolah tersebut baru memperoleh dua siswa dari kuota yang tersedia.
Karena itu, calon peserta didik yang belum mendaftar maupun belum diterima pada tahap sebelumnya akan diarahkan menuju sekolah tersebut melalui jalur domisili sesuai wilayah tempat tinggal.
"Untuk sekolah-sekolah seperti di Sendang, nanti anak-anak di wilayah tersebut yang belum mendaftar pada gelombang pertama akan diarahkan ke sana melalui jalur domisili. Harapannya ada tambahan peserta didik sehingga pagunya bisa bertambah terisi," jelasnya.
Sejumlah SMP Negeri Masih Kekurangan Peserta Didik
Selain SMPN Satap Sendang, masih banyak SMP negeri lain di Kabupaten Tulungagung yang belum berhasil memenuhi kuota penerimaan siswa baru.
Data Disdik menunjukkan SMPN 2 Ngantru baru memperoleh tujuh siswa dari kuota 96 siswa. Kemudian SMPN 2 Pucanglaban baru menerima sembilan siswa dari pagu 64 siswa.
Selanjutnya, SMPN 2 Kedungwaru baru terisi 48 siswa dari kuota 192 siswa, SMPN 2 Karangrejo sebanyak 65 siswa dari pagu 160 siswa, SMPN 1 Pucanglaban sebanyak 63 siswa dari kuota 128 siswa, SMPN 2 Besuki sebanyak 73 siswa dari pagu 160 siswa, serta SMPN 2 Kalidawir sebanyak 73 siswa dari kuota 128 siswa.
Skema pengisian kursi melalui jalur domisili juga akan diterapkan kepada sekolah-sekolah tersebut, termasuk SMPN 2 Ngantru, SMPN 2 Rejotangan, dan SMP negeri lain yang tingkat keterisian pagunya masih rendah.
Sementara itu, dari total 48 SMP negeri di Kabupaten Tulungagung, baru delapan sekolah yang berhasil memenuhi kuota 100 persen pada pelaksanaan SPMB gelombang pertama.
Delapan sekolah tersebut yakni SMPN 1 Campurdarat, SMPN 1 Gondang, SMPN 1 Kauman, SMPN 1 Ngunut, SMPN 1 Sumbergempol, SMPN 1 Tulungagung, SMPN 2 Tulungagung, dan SMPN 3 Tulungagung.
Baca Juga: SPMB 2026 Tulungagung: Hanya 8 SMP Negeri Penuhi Pagu, 40 Sekolah Masih Kekurangan Siswa
Jalur Domisili Diharapkan Maksimalkan Pengisian Kuota
Zuyun menjelaskan kondisi keterisian kuota setiap tahun tidak selalu sama. Salah satu faktor yang memengaruhi jumlah pendaftar adalah banyaknya lulusan sekolah dasar yang berbeda dari tahun ke tahun.
"Setiap tahun kondisinya tidak selalu sama. Jumlah lulusan berbeda-beda sehingga sangat berpengaruh terhadap penerimaan peserta didik baru di SMP," terangnya.
Meski masih terdapat puluhan sekolah yang belum memenuhi pagu, Disdik memastikan pelaksanaan SPMB 2026 secara umum berlangsung lancar. Hingga memasuki tahapan daftar ulang, tidak ditemukan kendala berarti dalam proses penerimaan peserta didik baru.
"Alhamdulillah sejauh ini tidak ada kendala. Saat ini tinggal proses daftar ulang selama dua hari," katanya.
Di sisi lain, penerimaan peserta didik baru jenjang SD tetap berjalan sesuai jadwal dengan mekanisme pendaftaran secara offline. Berbeda dengan SMP, jenjang SD tidak membuka pelaksanaan gelombang kedua.
Disdik menegaskan bahwa SPMB gelombang kedua Tulungagung hanya diperuntukkan bagi SMP negeri yang pagunya belum terpenuhi.
Melalui jalur domisili, pemerintah daerah berharap kursi-kursi yang masih kosong, terutama di sekolah dengan jumlah peserta didik sangat minim seperti SMPN Satap Sendang, dapat segera terisi sehingga daya tampung sekolah lebih optimal.(sri)
Editor : Vidya Sajar Fitri