Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

LPDP Tahap 2 2026 Resmi Dibuka, Simak Jadwal, Aturan Baru, dan Prioritas Beasiswa yang Wajib Diketahui

Cholifatun Nisak • Senin, 6 Juli 2026 | 18:51 WIB
LPDP Tahap 2 2026 resmi dibuka. Simak jadwal pendaftaran, aturan baru, prioritas STEM, syarat LoA, hingga peluang lolos beasiswa terbaru.
LPDP Tahap 2 2026 resmi dibuka. Simak jadwal pendaftaran, aturan baru, prioritas STEM, syarat LoA, hingga peluang lolos beasiswa terbaru.

 

TULUNGAGUNG, RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COMLPDP Tahap 2 2026 resmi membuka pendaftaran bagi calon penerima beasiswa yang ingin melanjutkan studi menggunakan pendanaan dari pemerintah. Pada periode kali ini, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menerapkan sejumlah kebijakan baru yang mengubah arah seleksi, mulai dari prioritas bidang studi hingga persyaratan administrasi.

Pendaftaran LPDP Tahap 2 2026 berlangsung mulai 30 Juni hingga 31 Juli 2026. Dengan waktu pendaftaran yang hanya satu bulan, calon peserta diimbau mempersiapkan seluruh dokumen sejak dini, termasuk surat rekomendasi, rencana studi, hingga Letter of Acceptance (LoA) dari perguruan tinggi tujuan.

Dalam LPDP Tahap 2 2026, pemerintah semakin menegaskan fokus pendanaan pada program yang mendukung pembangunan nasional. Rencana studi yang diajukan peserta diharapkan memiliki keterkaitan langsung dengan sektor-sektor strategis yang menjadi prioritas Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.

Baca Juga: Beasiswa Kutai Timur Dibuka, Mahasiswa IPK Minimal 3,0 Berpeluang Dapat Bantuan Kuliah

Fokus Beasiswa Bergeser ke Sektor Strategis

Pemerintah mengarahkan pendanaan LPDP untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia di empat sektor utama, yakni industri pangan, energi, pertahanan, dan transformasi digital.

Karena itu, peserta tidak hanya dituntut memiliki prestasi akademik yang baik, tetapi juga mampu menunjukkan bahwa pendidikan yang akan ditempuh dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.

Rencana studi yang relevan dengan kebutuhan industri dinilai memiliki peluang lebih besar dalam proses seleksi.

Bidang STEM Mendominasi Kuota

Perubahan paling mencolok pada kebijakan terbaru adalah meningkatnya alokasi beasiswa untuk bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

Sekitar 80 persen kuota LPDP kini diprioritaskan bagi program studi STEM dan bidang yang berkaitan langsung dengan pengembangan industri strategis. Sementara bidang sosial, humaniora, seni, agama, dan ekonomi harus bersaing pada porsi kuota yang lebih kecil.

Meski demikian, pelamar dari rumpun ilmu sosial tetap memiliki peluang apabila mampu menunjukkan bahwa bidang yang dipilih mendukung pengembangan teknologi, industri, atau kebijakan strategis nasional.

Misalnya melalui riset mengenai regulasi kecerdasan buatan, kebijakan energi terbarukan, atau tata kelola industri digital.

Kabar Baik Soal Syarat Bahasa Inggris

LPDP juga memberikan kemudahan bagi sejumlah pelamar terkait persyaratan kemampuan bahasa Inggris.

Peserta reguler, termasuk aparatur sipil negara (ASN), anggota TNI, maupun Polri yang telah mengantongi unconditional Letter of Acceptance (LoA) dari perguruan tinggi tujuan tidak lagi diwajibkan melampirkan sertifikat kemampuan bahasa Inggris kepada LPDP.

Kebijakan serupa juga berlaku bagi peserta program doktor berbasis riset atau by research yang telah memperoleh unconditional LoA.

Selain itu, pemerintah memberikan afirmasi khusus bagi putra-putri Papua. Pada jalur tersebut tidak diberlakukan persyaratan IPK minimum maupun sertifikat bahasa Inggris, baik untuk studi di dalam maupun luar negeri.

Baca Juga: Beasiswa Perintis 2026 Resmi Dibuka, Lolos SNBT Dapat UKT dan Biaya Hidup hingga Lulus Kuliah

Kampus Tujuan Bertambah

Pemerintah juga memperluas daftar perguruan tinggi prioritas dalam program akselerasi LPDP.

Jika sebelumnya hanya mencakup 17 universitas unggulan dunia, kini jumlahnya bertambah menjadi 31 perguruan tinggi.

Sebanyak 14 kampus tambahan difokuskan untuk mendukung program studi STEM sehingga membuka lebih banyak pilihan bagi calon penerima beasiswa yang ingin menempuh pendidikan di bidang sains dan teknologi.

Dana Abadi Pendidikan Terus Bertambah

Hingga akhir Mei 2026, dana abadi pendidikan yang dikelola LPDP disebut telah mencapai sekitar Rp10,81 triliun.

Dana tersebut digunakan untuk memastikan keberlanjutan investasi pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui program beasiswa.

Sejak program berjalan pada 2013 hingga Mei 2026, sebanyak 58.749 penerima telah memperoleh beasiswa LPDP. Dari jumlah tersebut, lebih dari 34 ribu alumni telah menyelesaikan studi, sementara lebih dari 18 ribu lainnya masih menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi dalam maupun luar negeri.

Persaingan Semakin Ketat

Meningkatnya minat masyarakat membuat persaingan memperoleh beasiswa LPDP semakin kompetitif.

Pada seleksi tahap pertama tahun 2026, jumlah pendaftar disebut meningkat lebih dari 33 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Karena itu, calon peserta LPDP Tahap 2 2026 disarankan mempersiapkan dokumen sejak awal, menyusun esai yang menunjukkan kontribusi nyata bagi Indonesia, serta memilih program studi yang selaras dengan sektor prioritas pemerintah agar peluang lolos seleksi semakin besar.

Baca Juga: LPDP 2026 Ubah Skema Seleksi, Pelamar Tahap 2 Juli Wajib Pahami Aturan Baru Ini

Editor : Cholifatun Nisak
#LPDP Tahap 2 2026 #Letter of Acceptance (LoA) #LPDP 2026 #beasiswa S2 S3 #beasiswa lpdp