TULUNGAGUNG – Sebanyak 10.522 lulusan SD di Tulungagung mendaftar SPMB secara mandiri melalui portal daring pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Dari sekitar 11 ribu lulusan SD tahun ini, tingginya angka pendaftaran tersebut dinilai Dinas Pendidikan (Disdik) Tulungagung sebagai indikator meningkatnya adaptasi masyarakat terhadap sistem layanan digital.
Capaian 10.522 lulusan SD di Tulungagung mendaftar SPMB secara mandiri menunjukkan sebagian besar calon peserta didik beserta orang tua telah terbiasa menggunakan mekanisme pendaftaran berbasis daring. Kondisi itu menjadi salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan SPMB tahun ini.
Selain mencerminkan tingginya partisipasi masyarakat, 10.522 lulusan SD di Tulungagung mendaftar SPMB secara mandiri juga memperlihatkan bahwa proses digitalisasi layanan pendidikan mulai diterima secara luas.
Disdik menilai mekanisme tersebut mampu berjalan sesuai harapan selama seluruh tahapan penerimaan peserta didik baru berlangsung.
Baca Juga: Hanya 8 SMP Negeri di Tulungagung Penuhi Kuota SPMB 2026, Sebanyak 2.847 Kursi Masih Kosong
Mayoritas Lulusan SD Memanfaatkan Portal SPMB
Sekretaris Disdik Tulungagung, Deni Susanti, mengatakan sebanyak 10.522 siswa telah melakukan pendaftaran secara mandiri melalui portal SPMB dari total sekitar 11 ribu lulusan SD tahun ini.
Menurutnya, tingginya jumlah pendaftar melalui sistem daring menunjukkan masyarakat semakin terbiasa mengikuti mekanisme penerimaan peserta didik berbasis digital.
Perubahan pola tersebut dinilai menjadi perkembangan positif dalam penyelenggaraan layanan pendidikan.
"Sebanyak 10.522 siswa telah mendaftar secara mandiri melalui portal SPMB dari total sekitar 11 ribu lulusan. Prosesnya dapat berjalan dengan baik karena didukung banyak pihak," ujarnya.
Secara umum, Disdik menilai pelaksanaan SPMB tahun ini berlangsung lancar.
Selama seluruh tahapan penerimaan, tidak ditemukan kendala berarti yang menghambat proses pendaftaran maupun pelaksanaan sistem.
Dukungan Banyak Pihak Jaga Kelancaran Pendaftaran
Deni menjelaskan kelancaran pelaksanaan SPMB tidak hanya dipengaruhi kesiapan sistem digital, tetapi juga dukungan dari berbagai pihak selama proses berlangsung.
Peran orang tua yang mengikuti seluruh prosedur pendaftaran sesuai ketentuan menjadi salah satu faktor penting.
Kepatuhan terhadap tahapan yang telah ditetapkan membantu memperlancar proses pendaftaran melalui portal SPMB.
Selain itu, pendampingan dari UPTD, pengawas sekolah, hingga tim teknologi informasi turut membantu mengantisipasi berbagai kendala teknis yang berpotensi muncul di lapangan.
Menurut Deni, pendampingan tersebut memastikan seluruh calon peserta didik tetap dapat mengakses layanan pendaftaran.
Dengan demikian, tidak ada siswa yang tertinggal hanya karena menghadapi persoalan administrasi maupun kendala teknis pada sistem.
Disdik juga menilai keterlibatan media massa dan tokoh masyarakat memberikan kontribusi terhadap kelancaran pelaksanaan SPMB.
Sosialisasi yang dilakukan secara luas membantu masyarakat memahami setiap tahapan penerimaan peserta didik baru.
"Media massa dan tokoh masyarakat juga berkontribusi dalam menyampaikan informasi mengenai tahapan SPMB kepada masyarakat. Sosialisasi yang masif membantu meminimalkan kesalahpahaman selama proses penerimaan berlangsung," terangnya.
Evaluasi Disiapkan untuk Penyempurnaan Sistem
Meski seluruh tahapan penerimaan peserta didik baru telah selesai, Disdik Tulungagung memastikan evaluasi tetap akan dilakukan.
Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penyempurnaan pelaksanaan SPMB pada tahun berikutnya.
Evaluasi dilakukan untuk melihat berbagai aspek pelaksanaan sistem, termasuk efektivitas mekanisme pendaftaran digital yang telah diterapkan selama proses penerimaan berlangsung.
Disdik berharap SPMB tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme penerimaan peserta didik baru.
Lebih dari itu, sistem tersebut juga diharapkan mampu mendukung pemerataan akses pendidikan bagi seluruh anak di Kabupaten Tulungagung.
Dengan sistem yang semakin tertata, setiap calon peserta didik diharapkan memperoleh kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan di sekolah negeri sesuai ketentuan yang berlaku.
Tingginya jumlah pendaftaran mandiri melalui portal daring menjadi salah satu gambaran bahwa transformasi layanan pendidikan berbasis digital mulai diterima masyarakat.
Disdik pun menjadikan hasil pelaksanaan SPMB tahun ini sebagai pijakan untuk terus menyempurnakan sistem agar semakin mudah diakses dan mendukung pemerataan akses pendidikan pada pelaksanaan berikutnya.(sri)
Editor : Vidya Sajar Fitri