TULUNGAGUNG, RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM – UIN SATU Tulungagung resmi membuka tiga program studi (prodi) baru pada Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya kampus memperluas pilihan pendidikan tinggi sekaligus menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang, khususnya di bidang teknologi dan industri pangan.
Tiga prodi baru UIN SATU Tulungagung tersebut meliputi Sains Data, Teknologi Hasil Pangan dan Pertanian, serta Informatika. Kehadiran program studi baru ini diharapkan mampu menarik minat calon mahasiswa sekaligus memperkuat daya saing lulusan di era transformasi digital.
Selain membuka prodi baru, PMB UIN SATU Tulungagung 2026 juga mencatat antusiasme tinggi dari calon mahasiswa. Jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN PTKIN) telah selesai dilaksanakan dengan jumlah pendaftar mencapai lebih dari 12 ribu orang.
Baca Juga: Bansos Juli 2026 Cair Bersamaan, Pemilik KKS Berpeluang Dapat 3 Bantuan Sekaligus
Pendaftar SPAN PTKIN Tembus 12 Ribu
Berdasarkan data yang disampaikan pihak kampus, jumlah pendaftar melalui jalur SPAN PTKIN di UIN SATU Tulungagung mencapai 12.385 peserta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.235 calon mahasiswa dinyatakan lolos dan diterima sebagai mahasiswa baru.
Sementara itu, proses penerimaan mahasiswa baru masih berlanjut melalui jalur Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM PTKIN). Pendaftaran jalur ini dibuka mulai 13 April hingga 30 Mei 2026, sedangkan pelaksanaan ujian dijadwalkan berlangsung pada 8–14 Juni 2026.
Pada tahun ini, UIN SATU Tulungagung menargetkan mampu menerima sekitar 5.000 mahasiswa baru. Saat ini, jumlah mahasiswa aktif di kampus tersebut telah mencapai lebih dari 21.000 mahasiswa dari berbagai fakultas dan program studi.
Baca Juga: Cara Memperbarui Data DTSEN agar Peluang Lolos Bansos 2026 Makin Besar, Simak 3 Langkah Mudahnya
Kuota PMB Dibagi dalam Tiga Jalur
Dalam pelaksanaan PMB 2026, UIN SATU Tulungagung membagi kuota penerimaan mahasiswa melalui tiga jalur seleksi. Jalur SPAN PTKIN mendapatkan alokasi sebesar 30 persen, kemudian UM PTKIN sebesar 40 persen, sedangkan jalur Mandiri memperoleh kuota 30 persen.
Pembagian kuota tersebut dilakukan agar kesempatan masuk perguruan tinggi dapat diakses oleh lebih banyak calon mahasiswa melalui berbagai mekanisme seleksi yang tersedia.
Pihak kampus juga mengimbau calon mahasiswa untuk memperhatikan jadwal pendaftaran serta melengkapi seluruh persyaratan administrasi sesuai ketentuan agar proses seleksi dapat berjalan lancar.
Baca Juga: Bansos 2026 Resmi Diperketat, Ini Kriteria Penerima PKH, BPNT, PIP dan Nominal Terbarunya
Manajemen Bisnis Syariah Masih Jadi Favorit
Selain mengumumkan pembukaan prodi baru, pihak UIN SATU Tulungagung juga memaparkan daftar program studi yang paling diminati pada jalur SPAN PTKIN tahun ini.
Program studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS) masih menjadi pilihan utama calon mahasiswa dan menempati posisi pertama sebagai prodi terfavorit. Di posisi berikutnya terdapat Pendidikan Agama Islam (PAI) yang selama ini menjadi salah satu program unggulan kampus.
Sementara itu, Psikologi Islam dan Akuntansi Syariah juga masuk dalam daftar program studi dengan jumlah peminat tertinggi pada PMB 2026.
Tiga Prodi Baru Siapkan Lulusan Sesuai Kebutuhan Industri
Pembukaan tiga program studi baru menjadi salah satu strategi UIN SATU Tulungagung dalam menghadapi perkembangan kebutuhan dunia kerja yang semakin dinamis.
Program Studi Sains Data diproyeksikan menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi di bidang analisis data dan teknologi informasi. Sementara Teknologi Hasil Pangan dan Pertanian diarahkan untuk mendukung pengembangan sektor pangan berbasis inovasi dan pengolahan hasil pertanian.
Adapun Program Studi Informatika diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia yang menguasai teknologi digital, pemrograman, serta pengembangan sistem informasi yang saat ini menjadi kebutuhan di berbagai sektor.
Dengan penambahan tiga program studi tersebut, UIN SATU Tulungagung berharap dapat memberikan pilihan pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas lulusan agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Editor : Gita Dwi Nuraini