TULUNGAGUNG – Keterisian pagu SMP negeri Tulungagung pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 dipengaruhi oleh beberapa faktor.
Dinas Pendidikan (Disdik) Tulungagung menyebut pilihan calon peserta didik yang masih menumpuk di sekolah tertentu serta menurunnya jumlah lulusan SD di sejumlah wilayah menjadi penyebab utama banyaknya sekolah negeri yang belum memenuhi daya tampung.
Menurut Disdik, keterisian pagu SMP negeri Tulungagung tidak bisa hanya dilihat dari banyaknya kursi yang masih kosong.
Kondisi tersebut merupakan fenomena yang telah terjadi sebelumnya dan bukan berarti pelaksanaan SPMB tahun ini mengalami kegagalan.
Data yang dimiliki Disdik menunjukkan keterisian pagu SMP negeri Tulungagung masih belum merata.
Dari total 48 SMP negeri, hanya delapan sekolah yang berhasil memenuhi pagu penerimaan pada SPMB 2025, sedangkan 40 sekolah lainnya masih memiliki kursi yang belum terisi.
Pilihan Siswa Masih Terpusat di Sekolah Tertentu
Sekretaris Disdik Tulungagung Deni Susanti mengatakan banyaknya SMP negeri yang belum memenuhi daya tampung dipengaruhi beberapa faktor.
Salah satunya adalah pilihan calon peserta didik yang masih terkonsentrasi pada sejumlah sekolah.
Akibat kondisi tersebut, terdapat sekolah yang langsung memenuhi kuota penerimaan.
Sebaliknya, sekolah lain masih menyisakan cukup banyak bangku kosong meski seluruh tahapan SPMB telah selesai.
"Ini bukan hal baru dan bukan berarti SPMB tahun ini gagal. Ada beberapa faktor yang memengaruhi," ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (7/7).
Selain faktor pilihan sekolah, Deni menjelaskan bahwa penurunan jumlah lulusan sekolah dasar di beberapa wilayah Tulungagung juga berpengaruh terhadap jumlah pendaftar di SMP negeri.
Menurutnya, wilayah yang mengalami penurunan jumlah lulusan SD otomatis memiliki calon peserta didik lebih sedikit. Kondisi itu berdampak langsung terhadap keterisian pagu di SMP negeri yang berada di wilayah tersebut.
"Kemudian jumlah lulusan SD di wilayah tertentu juga menurun. Itu ikut memengaruhi keterisian pagu di SMP negeri," jelasnya.
Disdik Siapkan Evaluasi Menyeluruh
Meski masih terdapat banyak kursi kosong di sejumlah sekolah, Disdik memastikan pelaksanaan SPMB belum berhenti pada proses penerimaan peserta didik.
Siswa yang hingga kini belum memperoleh sekolah masih diberi kesempatan untuk mendapatkan tempat di SMP negeri.
Disdik meminta calon peserta didik yang belum diterima di satuan pendidikan agar segera melapor.
Nantinya, mereka akan difasilitasi masuk ke sekolah yang masih memiliki kuota sesuai dengan wilayah domisilinya.
"Bagi siswa yang belum mendapatkan satuan pendidikan, silakan melapor ke disdik. Kami akan memfasilitasi penempatan di sekolah yang pagunya masih tersedia dan disesuaikan dengan wilayah domisilinya," kata Deni.
Untuk jangka panjang, Disdik juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan SPMB.
Evaluasi tersebut meliputi pemetaan zonasi serta penyesuaian daya tampung masing-masing sekolah agar lebih sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Pembahasan evaluasi tersebut akan dilakukan bersama pemerintah daerah dan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Timur sebagai unit pelaksana teknis Kementerian Pendidikan.
Sekolah yang Terus Kekurangan Siswa Ikut Dikaji
Selain mengevaluasi sistem penerimaan, Disdik juga akan mengkaji sekolah-sekolah yang selama tiga tahun berturut-turut tidak pernah mampu memenuhi pagu penerimaan.
Hasil kajian tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pelaksanaan SPMB pada tahun berikutnya sehingga persoalan keterisian pagu dapat dianalisis lebih mendalam.
"Kalau ada sekolah yang selama tiga tahun berturut-turut pagunya tidak terpenuhi, tentu akan kami kaji dan analisis lebih lanjut," tegas Deni.
Di sisi lain, Disdik akan terus mendorong pemerataan mutu pendidikan di seluruh SMP negeri.
Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi anggapan adanya sekolah favorit sehingga masyarakat memiliki tingkat kepercayaan yang sama terhadap seluruh SMP negeri di Kabupaten Tulungagung.
"Kami ingin memastikan seluruh sekolah memiliki mutu yang sama baiknya. Tidak ada lagi sekolah favorit sehingga masyarakat memiliki kepercayaan yang sama terhadap semua SMP negeri di Tulungagung," pungkasnya.(sri)
Editor : Vidya Sajar Fitri