RADAR TULUNGAGUNG – Masih tersisanya 2.847 kursi di 40 SMP negeri pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 turut mendapat perhatian Pemkab Tulungagung.
Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menilai kondisi tersebut lebih dipengaruhi rendahnya minat masyarakat terhadap sekolah tertentu, bukan karena persoalan penyelenggaraan SPMB.
Menurut Ahmad Baharudin, tidak terpenuhinya daya tampung di sejumlah SMP negeri merupakan konsekuensi dari pilihan calon peserta didik saat menentukan sekolah tujuan.
"Pagu yang belum terpenuhi itu bukan karena pemerintah, tetapi karena memang minat masyarakat untuk bersekolah di tempat-tempat tersebut masih kurang," ujarnya.
Dia menegaskan, kondisi tersebut tidak dapat langsung diartikan sebagai kegagalan pelaksanaan SPMB.
Baca Juga: Sambut Kepulangan Jemaah Haji Tulungagung, Plt Bupati Ajak Jadi Teladan di Tengah Masyarakat
Sebab, pemerintah daerah telah membuka akses seluas-luasnya bagi seluruh lulusan SD untuk mendaftar di sekolah negeri sesuai mekanisme yang berlaku.
"Ya tidak apa-apa kalau pagunya belum terpenuhi. Yang penting pemerintah sudah membuka kesempatan dan memfasilitasi anak-anak Kabupaten Tulungagung untuk bersekolah," katanya.
Pemkab, lanjut dia, bakal memberikan layanan pendidikan bagi seluruh anak usia sekolah.
Selama masih tersedia daya tampung di sekolah negeri, pemerintah akan mengupayakan agar seluruh calon peserta didik memperoleh akses pendidikan. "Kita tampung yang mau sekolah di negeri. Kita tampung semuanya," tegasnya.
Sebelumnya, berdasarkan hasil akhir SPMB 2026, hanya 8 dari 48 SMP negeri di Tulungagung yang mampu memenuhi seluruh pagu penerimaan.
Sebanyak 40 sekolah lainnya masih menyisakan kursi kosong dengan total mencapai 2.847 bangku.
Baca Juga: Mengenal Gua Tenggar Tulungagung, Goa Karst Sepanjang 2,5 Kilometer dengan Stalaktit Raksasa
Kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi dinas pendidikan untuk menyusun strategi pemerataan peserta didik sekaligus meningkatkan daya tarik sekolah-sekolah yang masih kekurangan siswa pada pelaksanaan SPMB tahun berikutnya. 0
Editor : Sandy Sri Yuwana