RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Beasiswa Erasmus Mundus kembali menjadi salah satu program pendidikan luar negeri yang paling diminati calon mahasiswa Indonesia. Program beasiswa dari Uni Eropa ini menawarkan kesempatan menempuh studi S2 di berbagai negara Eropa dengan pembiayaan penuh, mulai dari biaya kuliah hingga uang saku bulanan.
Seorang alumni penerima Beasiswa Erasmus Mundus 2023, Andreas, membagikan pengalaman sekaligus tips penting bagi calon pendaftar. Ia berharap semakin banyak mahasiswa Indonesia berani mencoba kesempatan kuliah gratis di Eropa melalui program bergengsi tersebut.
Menurut Andreas, masih banyak calon pelamar yang belum memahami perbedaan antara Beasiswa Erasmus Mundus dan LPDP. Padahal, keduanya memiliki sistem seleksi, mekanisme pendaftaran, hingga aturan setelah lulus yang berbeda.
Perbedaan Erasmus Mundus dan LPDP
Andreas menjelaskan Erasmus Mundus merupakan program beasiswa yang didanai Uni Eropa. Berbeda dengan LPDP yang dikelola pemerintah Indonesia, proses pendaftaran Erasmus Mundus dilakukan sekaligus untuk beasiswa dan universitas dalam satu aplikasi.
Setelah proses seleksi selesai, peserta akan memperoleh tiga kemungkinan hasil, yaitu masuk daftar penerima beasiswa (main list), masuk daftar cadangan (reserve list), atau dinyatakan tidak lolos.
Peserta yang masuk main list langsung memperoleh kursi di universitas sekaligus pendanaan penuh. Sementara reserve list hanya diterima di universitas dan harus menanggung biaya kuliah sendiri apabila tetap ingin melanjutkan studi.
Fasilitas Beasiswa Sangat Lengkap
Salah satu daya tarik utama Beasiswa Erasmus Mundus adalah cakupan pendanaannya yang sangat lengkap.
Seluruh biaya kuliah ditanggung selama masa studi. Selain itu, mahasiswa juga memperoleh uang saku bulanan yang pada beberapa program mencapai sekitar 1.400 euro atau setara lebih dari Rp23 juta per bulan.
Dana tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup seperti tempat tinggal, makan, transportasi hingga kebutuhan pribadi selama belajar di Eropa.
Besaran uang saku memang dapat berbeda tergantung program studi yang dipilih. Ada pula program yang memberikan tambahan tunjangan perjalanan maupun biaya perpindahan negara selama mengikuti sistem perkuliahan lintas kampus.
Kesempatan Belajar di Beberapa Negara
Keunggulan lain Erasmus Mundus adalah sistem mobilitas mahasiswa. Dalam satu program studi, mahasiswa dapat belajar di lebih dari satu negara.
Andreas mengaku sempat menjalani semester pertama di Spanyol, semester kedua di Republik Ceko, kemudian melanjutkan tahun kedua di Belanda.
Pengalaman tersebut dinilai memberikan wawasan akademik sekaligus budaya yang jauh lebih luas dibanding hanya belajar di satu negara.
Tantangan Bahasa dan Adaptasi
Meski berhasil memperoleh beasiswa, Andreas mengaku sempat mengalami kesulitan beradaptasi karena tidak memiliki sertifikat kemampuan bahasa Inggris saat mendaftar.
Ia merasa kurang percaya diri ketika harus berdiskusi dengan mahasiswa dari berbagai negara yang sudah terbiasa menggunakan bahasa Inggris.
Meski demikian, menurutnya rasa percaya diri tetap menjadi kunci utama. Kesalahan tata bahasa bukan persoalan besar selama komunikasi masih dapat dipahami oleh lawan bicara.
Ia juga menyarankan calon mahasiswa mulai mempelajari bahasa lokal negara tujuan karena kemampuan tersebut menjadi nilai tambah ketika mencari pekerjaan setelah lulus.
Peluang Karier Setelah Lulus
Lulusan Erasmus Mundus memiliki peluang melanjutkan studi doktoral maupun bekerja di berbagai negara Eropa.
Namun Andreas mengingatkan bahwa setelah lulus, mahasiswa hanya memperoleh izin tinggal sementara melalui visa pencari kerja dengan masa berlaku sekitar satu tahun.
Jika dalam periode tersebut belum memperoleh pekerjaan atau melanjutkan studi doktoral, lulusan diwajibkan kembali ke negara asal.
Baca Juga: LPDP 2026 Dibuka, Ini Cara Start Persiapan Lebih Awal agar Lolos Seleksi Beasiswa Bergengsi
Karena itu, calon mahasiswa disarankan sejak awal memilih program studi yang sesuai dengan tujuan karier dan memahami peluang kerja di negara tujuan.
Pesan untuk Calon Pendaftar
Andreas berharap semakin banyak mahasiswa Indonesia berani mencoba mendaftar Beasiswa Erasmus Mundus.
Menurutnya, potensi mahasiswa Indonesia tidak kalah dibanding peserta dari negara lain. Ia mencontohkan pada salah satu periode seleksi terdapat beberapa peserta dari Vietnam dan Filipina yang berhasil lolos, sementara tidak ada peserta Indonesia yang diterima.
Ia menilai kesempatan kuliah gratis di Eropa terbuka lebar bagi siapa saja yang mempersiapkan dokumen dengan baik, memahami persyaratan setiap program, serta berani mencoba meski harus bersaing dengan pelamar dari berbagai negara.
Dengan persiapan matang dan rasa percaya diri, peluang memperoleh Beasiswa Erasmus Mundus untuk melanjutkan studi S2 di Eropa tetap terbuka bagi mahasiswa Indonesia.
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina