Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Beasiswa China 2026 Resmi Dibuka, Kuliah Gratis Tanpa IELTS dan TOEFL Jadi Rebutan

Ingge Nayla Ayu Karina • Sabtu, 11 Juli 2026 | 15:27 WIB
Beasiswa China 2026 resmi dibuka. Kuliah gratis, tunjangan bulanan, akomodasi gratis, dan tidak wajib IELTS maupun TOEFL.
Beasiswa China 2026 resmi dibuka. Kuliah gratis, tunjangan bulanan, akomodasi gratis, dan tidak wajib IELTS maupun TOEFL.

 

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Beasiswa China 2026 kembali menjadi sorotan setelah pemerintah Tiongkok resmi membuka program Chinese Government Scholarship (CGS) untuk mahasiswa internasional. Program ini menarik perhatian karena menawarkan kuliah gratis, tunjangan bulanan, hingga akomodasi tanpa mewajibkan sertifikat IELTS maupun TOEFL saat pendaftaran.

 

Kabar mengenai Beasiswa China 2026 tentu menjadi angin segar bagi pelajar dan mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri tetapi terkendala biaya maupun persyaratan kemampuan bahasa Inggris. Melalui program ini, peserta bahkan akan mendapatkan pelatihan bahasa Mandarin selama satu tahun sebelum memulai perkuliahan.

 

Tidak heran jika Beasiswa China 2026 diprediksi menjadi salah satu program beasiswa luar negeri yang paling banyak diminati tahun ini. Selain memberikan pembiayaan penuh, program tersebut juga tersedia untuk berbagai jenjang pendidikan mulai dari sarjana hingga doktoral.

 

CGS Jadi Program Beasiswa Andalan Pemerintah China

 

Chinese Government Scholarship atau CGS merupakan program beasiswa resmi yang dikelola pemerintah China untuk menarik mahasiswa internasional dari berbagai negara.

 

Program ini tidak hanya terbuka bagi mahasiswa jenjang S1, tetapi juga mencakup program magister, doktor, hingga beberapa program pendidikan non-gelar tertentu. Tujuannya adalah meningkatkan kerja sama pendidikan internasional sekaligus memperluas akses mahasiswa asing terhadap pendidikan tinggi di China.

 

Dibandingkan sejumlah program beasiswa internasional lainnya, CGS menawarkan keuntungan yang cukup lengkap. Penerima beasiswa akan memperoleh pembebasan biaya kuliah, fasilitas tempat tinggal, serta tunjangan hidup bulanan selama masa studi.

 

Menariknya lagi, mahasiswa internasional juga diperbolehkan bekerja paruh waktu sesuai ketentuan dan regulasi yang berlaku di kampus maupun pemerintah setempat.

 

Tidak Wajib IELTS dan TOEFL

 

Salah satu keunggulan utama program ini adalah tidak adanya kewajiban melampirkan sertifikat IELTS maupun TOEFL pada tahap pendaftaran.

 

Kebijakan tersebut tentu membuka peluang lebih besar bagi calon mahasiswa yang belum sempat mengikuti tes kemampuan bahasa Inggris internasional. Sebagai gantinya, peserta akan mendapatkan program pembelajaran bahasa Mandarin selama satu tahun sebagai persiapan akademik sebelum memasuki perkuliahan utama.

 

Meski demikian, kepemilikan sertifikat IELTS atau TOEFL tetap menjadi nilai tambah dalam proses seleksi. Dokumen tersebut dapat memperkuat profil akademik pelamar dibandingkan peserta lain.

 

Besaran Tunjangan yang Diterima Penerima Beasiswa

 

Pemerintah China membagi CGS menjadi tiga kategori utama berdasarkan jenjang pendidikan.

 

Untuk program sarjana atau S1, penerima beasiswa akan memperoleh tunjangan bulanan sekitar 2.500 yuan. Selain itu, biaya kuliah dan akomodasi juga ditanggung sepenuhnya.

 

Sementara itu, mahasiswa program magister mendapatkan tunjangan hidup sebesar 3.000 yuan per bulan. Fasilitas kuliah dan tempat tinggal juga diberikan secara gratis.

 

Adapun peserta program doktor memperoleh manfaat serupa dengan tunjangan sekitar 3.000 yuan setiap bulan ditambah pembebasan biaya pendidikan dan fasilitas kamar selama masa studi berlangsung.

 

Dengan berbagai fasilitas tersebut, mahasiswa dapat lebih fokus menyelesaikan pendidikan tanpa terbebani biaya hidup maupun biaya kuliah yang tinggi.

 

Dokumen yang Harus Disiapkan

 

Walaupun tidak mensyaratkan IELTS dan TOEFL, pelamar tetap harus memenuhi sejumlah persyaratan administrasi.

 

Dokumen utama yang perlu disiapkan meliputi ijazah terakhir yang telah dilegalisir, transkrip nilai akademik, rencana studi atau proposal penelitian, serta dua surat rekomendasi.

 

Selain itu, peserta juga wajib memiliki paspor yang masih berlaku dan sertifikat kesehatan sebagai bagian dari persyaratan pendaftaran.

 

Kelengkapan dokumen menjadi faktor penting karena akan menentukan kelayakan peserta untuk melanjutkan ke tahap seleksi berikutnya.

 

Tahapan Pendaftaran dan Batas Akhir

 

Setelah seluruh dokumen siap, calon peserta harus terlebih dahulu mendaftar pada program studi dan universitas tujuan di China.

 

Apabila berhasil memperoleh Letter of Acceptance (LOA) dari kampus tujuan, pelamar dapat melanjutkan proses pengajuan beasiswa melalui portal resmi CGS dengan mengisi formulir dan mengunggah seluruh dokumen yang dibutuhkan.

Baca Juga: Beasiswa Erasmus Mundus 2026 Dibuka, Alumni Ungkap Cara Lolos Kuliah S2 Gratis di Eropa

Pendaftaran Beasiswa China 2026 dijadwalkan berakhir pada 8 Februari 2026. Karena waktu pendaftaran terbatas, calon peserta disarankan segera menyiapkan dokumen dan menentukan universitas tujuan sejak sekarang.

 

Program ini menjadi peluang besar bagi pelajar Indonesia yang ingin meraih pendidikan internasional dengan biaya minim. Dengan fasilitas lengkap dan persyaratan yang lebih fleksibel, CGS berpotensi menjadi salah satu jalur favorit untuk mewujudkan impian kuliah di luar negeri.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
#Beasiswa China 2026 #Kuliah di China #Chinese Government Scholarship #CGS 2026 #beasiswa luar negeri