RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM – LoA kuliah luar negeri menjadi salah satu istilah yang paling sering muncul saat seseorang mulai mempersiapkan studi ke universitas internasional. Namun, masih banyak calon mahasiswa yang bingung menentukan langkah pertama, apakah lebih baik mendaftar beasiswa terlebih dahulu atau justru mencari Letter of Acceptance (LoA) dari universitas tujuan.
Kebingungan tersebut bukan tanpa alasan. Sebab, setiap jalur memiliki kelebihan dan kekurangan yang dapat memengaruhi peluang memperoleh pendanaan maupun diterima di kampus impian. Memahami fungsi LoA kuliah luar negeri menjadi bekal penting sebelum menyusun strategi pendaftaran.
Melalui pengalaman seorang awardee LPDP yang membagikan tipsnya di YouTube, terdapat sejumlah hal penting yang perlu diketahui calon mahasiswa, mulai dari arti LoA, hubungan dengan beasiswa, hingga strategi paling efektif agar peluang lolos semakin besar.
Apa Itu LoA dan Mengapa Sangat Penting?
LoA atau Letter of Acceptance merupakan surat resmi dari universitas yang menyatakan bahwa seorang calon mahasiswa telah diterima pada program studi tertentu.
Dokumen tersebut biasanya memuat identitas penerima, nama program studi, universitas, serta periode masuk kuliah. Setelah menerima LoA, calon mahasiswa juga diwajibkan memberikan respons melalui portal pendaftaran, yaitu menerima (accept) atau menolak (decline) tawaran tersebut sebelum batas waktu yang telah ditentukan.
Keputusan itu penting karena berkaitan dengan sistem waiting list. Ketika ada calon mahasiswa yang menolak tawaran, kursinya dapat diberikan kepada peserta lain yang masih menunggu.
Daftar Beasiswa Terlebih Dahulu, Apa Untungnya?
Mendaftar beasiswa sebelum memperoleh LoA memiliki sejumlah keuntungan.
Salah satunya adalah kepastian pendanaan. Kandidat yang telah mengantongi beasiswa dinilai lebih menarik bagi universitas karena biaya pendidikan sudah terjamin. Hal ini mengurangi risiko mahasiswa gagal membayar biaya kuliah di tengah masa studi.
Selain itu, lolos seleksi beasiswa juga menjadi nilai tambah dalam Curriculum Vitae (CV). Prestasi tersebut menunjukkan bahwa kandidat telah melewati proses seleksi yang kompetitif sehingga dapat meningkatkan daya saing saat mendaftar ke universitas.
Namun, strategi ini juga memiliki tantangan. Tidak semua program beasiswa menerima pendaftar yang belum memiliki LoA. Beberapa penyedia beasiswa bahkan mensyaratkan surat penerimaan sebagai dokumen wajib.
Daftar Universitas Dulu Juga Punya Risiko
Sebaliknya, mendaftar universitas terlebih dahulu memungkinkan calon mahasiswa memperoleh LoA lebih cepat.
Kepemilikan LoA dapat meningkatkan peluang memperoleh beasiswa, termasuk pada beberapa skema LPDP yang memberikan jalur seleksi lebih singkat bagi pemilik LoA dari Perguruan Tinggi Utama Dunia (PTUD).
Meski begitu, ada konsekuensi yang harus diperhatikan. Banyak universitas meminta calon mahasiswa membayar deposit setelah menerima LoA sebagai tanda konfirmasi kursi.
Nilainya tidak sedikit, bahkan dapat mencapai ratusan hingga ribuan dolar Amerika Serikat. Jika belum memperoleh beasiswa, biaya tersebut harus ditanggung secara mandiri.
Selain itu, LoA umumnya memiliki masa berlaku tertentu. Jika hingga batas waktu tidak memperoleh pendanaan, calon mahasiswa harus kembali mengulang proses pendaftaran.
Strategi Terbaik: Daftar Beasiswa dan Universitas Bersamaan
Menurut pengalaman awardee LPDP tersebut, strategi yang paling direkomendasikan adalah mendaftar universitas dan beasiswa secara simultan.
Dengan cara ini, seluruh dokumen seperti CV, transkrip nilai, ijazah, sertifikat bahasa, hingga esai dapat dipersiapkan sekaligus sehingga proses menjadi lebih efisien.
Strategi tersebut juga mengurangi risiko kehilangan kesempatan akibat jadwal pembukaan beasiswa yang berubah setiap tahun.
Tidak sedikit calon mahasiswa yang sudah mengantongi LoA, tetapi gagal berangkat karena beasiswa yang ditunggu belum dibuka hingga masa berlaku LoA berakhir.
Siapkan Beberapa Pilihan Kampus dan Beasiswa
Calon mahasiswa juga disarankan tidak hanya mengandalkan satu universitas atau satu program beasiswa.
Mempersiapkan beberapa pilihan kampus dan sumber pendanaan akan meningkatkan peluang diterima apabila salah satu pilihan tidak berhasil.
Selain itu, setiap program beasiswa memiliki syarat berbeda mengenai kepemilikan LoA. Karena itu, membaca ketentuan resmi sebelum mendaftar menjadi langkah yang tidak boleh diabaikan.
Dengan strategi yang matang, peluang memperoleh LoA sekaligus beasiswa akan semakin besar sehingga rencana melanjutkan studi ke luar negeri dapat terwujud sesuai harapan.
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina