Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Beasiswa Indonesia Maju Buka Jalan Kuliah Gratis ke University of Toronto, Ini Kisah Penerimanya

Ingge Nayla Ayu Karina • Sabtu, 11 Juli 2026 | 17:44 WIB
Beasiswa Indonesia Maju membuka peluang kuliah gratis ke luar negeri. Simak kisah penerima beasiswa hingga lolos ke University of Toronto.
Beasiswa Indonesia Maju membuka peluang kuliah gratis ke luar negeri. Simak kisah penerima beasiswa hingga lolos ke University of Toronto.

 

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Beasiswa Indonesia Maju (BIM) kembali menjadi sorotan setelah kisah seorang mahasiswa Indonesia yang berhasil menembus University of Toronto, Kanada, viral dan menginspirasi banyak pelajar. Program beasiswa penuh dari pemerintah tersebut dinilai membuka peluang besar bagi siswa SMA untuk melanjutkan pendidikan S1 di kampus-kampus terbaik dunia.

 

Penerima beasiswa tersebut mengungkapkan bahwa dirinya diterima di University of Toronto, universitas yang menempati peringkat pertama di Kanada dan masuk jajaran 20 besar universitas terbaik dunia. Keberhasilannya tidak lepas dari dukungan Beasiswa Indonesia Maju yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi bekerja sama dengan LPDP.

 

Program ini menjadi terobosan karena sebelumnya skema beasiswa LPDP lebih dikenal hanya untuk jenjang S2 dan S3. Kini, melalui Beasiswa Indonesia Maju, siswa berprestasi memiliki kesempatan meraih beasiswa S1 baik di dalam maupun luar negeri.

 

Beasiswa Bernilai Lebih dari Rp4 Miliar

 

Dalam pengakuannya, total nilai beasiswa yang diterimanya selama empat tahun mencapai sekitar Rp4,14 miliar. Dana tersebut mencakup berbagai kebutuhan pendidikan maupun biaya hidup selama menjalani studi di Kanada.

 

Komponen biaya pendidikan yang ditanggung antara lain biaya registrasi awal, tuition fee atau biaya kuliah tahunan, tunjangan buku, serta berbagai kebutuhan akademik lainnya.

 

Sementara untuk biaya nonpendidikan, pemerintah juga memberikan living allowance atau biaya hidup bulanan, tiket pesawat pulang-pergi, asuransi kesehatan, biaya pengurusan visa, hingga settlement allowance yang diberikan saat mahasiswa pertama kali tiba di negara tujuan.

 

Skema pembiayaan yang sangat lengkap ini membuat Beasiswa Indonesia Maju menjadi salah satu program beasiswa paling diminati oleh siswa Indonesia yang bercita-cita kuliah di luar negeri.

 

Proses Seleksi yang Sangat Singkat

 

Meski menawarkan manfaat besar, proses seleksi beasiswa ini ternyata cukup menantang. Penerima beasiswa mengaku hanya memiliki waktu kurang dari satu minggu untuk menyiapkan seluruh dokumen dan esai pendaftaran.

 

Saat itu dirinya juga tengah menghadapi ujian akhir semester dan persiapan kegiatan akademik lainnya. Namun, dengan manajemen waktu yang baik, seluruh persyaratan berhasil diselesaikan tepat waktu.

 

Peserta diwajibkan menulis tiga esai utama yang membahas alasan memilih jurusan dan universitas, pengalaman organisasi dan kepemimpinan, serta kontribusi yang ingin diberikan bagi Indonesia di masa depan.

 

Setelah lolos seleksi administrasi, tahapan berikutnya adalah wawancara menggunakan bahasa Inggris. Ia bahkan hanya memiliki waktu satu malam untuk mempersiapkan diri sebelum jadwal wawancara berlangsung.

 

Beruntung, proses wawancara berjalan lancar karena sebagian besar pertanyaan yang muncul telah dipelajarinya melalui berbagai referensi dan video persiapan wawancara beasiswa.

 

Ada Tahap Pembinaan Sebelum Daftar Universitas

 

Peserta yang dinyatakan lolos tidak langsung diberangkatkan ke luar negeri. Pemerintah terlebih dahulu memberikan tahap pembinaan sebagai persiapan masuk universitas tujuan.

 

Dalam tahap ini, peserta mendapatkan pendampingan mengenai penyusunan esai universitas, persiapan dokumen, hingga pelatihan bahasa Inggris dan tes TOEFL atau IELTS yang seluruh biayanya juga ditanggung pemerintah.

Baca Juga: Beasiswa LPDP 2026 Masih Jadi Incaran, Ternyata Tidak Ada Kuota dan Dibiayai Full Pemerintah

Pendampingan tersebut dinilai sangat membantu, terutama bagi siswa yang belum memiliki pengalaman dalam proses pendaftaran ke universitas internasional.

 

Menariknya, penerima beasiswa ini awalnya berencana mendaftar ke beberapa universitas di Amerika Serikat dan Singapura. Namun karena keterbatasan waktu, akhirnya ia hanya fokus mendaftar ke University of Toronto dan berhasil diterima.

 

Pesan untuk Siswa yang Ingin Kuliah ke Luar Negeri

 

Ia berpesan kepada siswa SMA maupun SMP yang memiliki impian kuliah di luar negeri agar mulai memperbanyak pengalaman sejak dini.

 

Menurutnya, nilai akademik yang tinggi saja tidak cukup untuk memenangkan persaingan beasiswa. Pengalaman organisasi, lomba, kegiatan sosial, hingga aktivitas sukarela justru menjadi nilai tambah yang dapat memperkuat esai dan profil pelamar.

 

"Yang membedakan satu pelamar dengan pelamar lainnya adalah cerita dan pengalaman yang dimiliki," ujarnya.

 

Kisah ini menjadi bukti bahwa keterbatasan biaya bukan lagi penghalang untuk mengenyam pendidikan di universitas terbaik dunia. Dengan persiapan yang matang dan semangat pantang menyerah, kesempatan meraih beasiswa S1 luar negeri kini semakin terbuka lebar bagi pelajar Indonesia.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
Sumber : Anatta, You Tube, DIOLAH
Beasiswa Indonesia Maju LPDP S1 Kuliah Gratis di Canada Beasiswa Kuliah Luar Negeri University Of Toronto