Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Beasiswa Fully Funded Ternyata Tidak Sepenuhnya Gratis, Ini Biaya Tersembunyi yang Sering Diabaikan

Ingge Nayla Ayu Karina • Sabtu, 11 Juli 2026 | 17:49 WIB
Beasiswa fully funded ternyata tidak sepenuhnya gratis. Ada biaya IELTS, terjemahan dokumen, hingga medical check-up.
Beasiswa fully funded ternyata tidak sepenuhnya gratis. Ada biaya IELTS, terjemahan dokumen, hingga medical check-up.

 

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Banyak mahasiswa dan calon pelajar menganggap bahwa mendapatkan beasiswa fully funded berarti seluruh kebutuhan pendidikan akan ditanggung tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

 

Meski program beasiswa fully funded memang memberikan berbagai manfaat, mulai dari pembiayaan uang kuliah, biaya hidup bulanan, tiket perjalanan, hingga asuransi kesehatan, ada sejumlah pengeluaran yang justru harus dipersiapkan sejak awal proses pendaftaran.

 

Biaya-biaya inilah yang sering kali luput dari perhatian para calon pendaftar. Akibatnya, tidak sedikit peserta yang akhirnya kesulitan melanjutkan proses seleksi karena terkendala dana sebelum benar-benar memperoleh beasiswa impian mereka.

 

Biaya Persiapan Dokumen Masih Menjadi Tantangan

 

Salah satu pengeluaran yang cukup besar dalam proses pendaftaran beasiswa adalah pengurusan dokumen administrasi. Banyak program beasiswa luar negeri mensyaratkan dokumen resmi dalam bahasa Inggris.

 

Artinya, calon penerima beasiswa perlu menyiapkan biaya untuk menerjemahkan ijazah, transkrip nilai, surat rekomendasi, maupun dokumen pendukung lainnya melalui penerjemah tersumpah.

 

Meski nominalnya berbeda-beda, biaya penerjemahan dokumen dapat mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah tergantung jumlah dokumen yang diperlukan.

 

Selain itu, sebagian universitas juga mewajibkan pelamar untuk memperoleh Letter of Acceptance (LoA) terlebih dahulu sebelum mendaftar beasiswa tertentu. Dalam proses mencari LoA tersebut, pelamar juga berpotensi mengeluarkan biaya tambahan.

 

Ujian IELTS dan Kursus Bahasa Membutuhkan Dana Besar

 

Pengeluaran terbesar lainnya biasanya berasal dari tes kemampuan bahasa asing, seperti IELTS atau TOEFL. Sertifikat kemampuan bahasa Inggris menjadi syarat utama untuk mendaftar berbagai program beasiswa internasional.

 

Biaya mengikuti tes IELTS sendiri tergolong tidak murah. Belum lagi jika peserta merasa belum siap dan harus mengikuti kursus atau les persiapan terlebih dahulu agar memperoleh skor yang sesuai dengan ketentuan kampus maupun pemberi beasiswa.

 

Tidak sedikit calon mahasiswa yang harus mengikuti tes lebih dari satu kali karena skor yang diperoleh belum memenuhi persyaratan. Kondisi ini tentu membuat biaya persiapan menjadi semakin besar.

 

Karena itu, perencanaan keuangan sejak dini menjadi hal yang sangat penting bagi para pemburu beasiswa.

Baca Juga: Beasiswa Indonesia Maju Buka Jalan Kuliah Gratis ke University of Toronto, Ini Kisah Penerimanya

Pemeriksaan Kesehatan hingga Biaya Tak Terduga

 

Selain biaya dokumen dan tes bahasa, beberapa program beasiswa juga mewajibkan pelamar menjalani pemeriksaan kesehatan atau medical check-up.

 

Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan calon penerima beasiswa berada dalam kondisi sehat dan siap menjalani pendidikan di luar negeri.

 

Di sisi lain, ada pula biaya-biaya kecil lain yang sering muncul, seperti legalisasi dokumen, pembuatan paspor, biaya pengiriman berkas, hingga kebutuhan administrasi lainnya.

 

Meski terlihat sepele, akumulasi seluruh pengeluaran tersebut dapat menjadi beban tersendiri jika tidak dipersiapkan dengan matang.

 

Menabung dan Mencari Sumber Pendanaan Alternatif

 

Para calon penerima beasiswa disarankan mulai menyiapkan dana jauh sebelum masa pendaftaran dibuka. Menabung secara bertahap menjadi salah satu solusi yang dapat dilakukan.

 

Selain itu, mahasiswa juga bisa mencari penghasilan tambahan selama kuliah untuk membantu memenuhi kebutuhan biaya persiapan beasiswa.

 

Tidak hanya itu, sejumlah komunitas, organisasi, maupun lembaga tertentu juga kerap menyediakan bantuan pendanaan bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri.

 

Bantuan tersebut bisa berupa subsidi biaya tes bahasa, pendampingan persiapan dokumen, hingga program pendanaan khusus bagi peserta yang memiliki keterbatasan ekonomi.

 

Dengan perencanaan yang baik, biaya awal sebelum memperoleh beasiswa dapat diatasi sehingga peluang untuk meraih pendidikan di kampus impian semakin terbuka lebar.

 

Pada akhirnya, beasiswa fully funded memang menawarkan pembiayaan pendidikan yang sangat lengkap. Namun, para calon pendaftar tetap perlu memahami bahwa proses menuju beasiswa tersebut tetap memerlukan modal awal yang tidak sedikit.

 

Persiapan finansial sejak dini menjadi salah satu kunci penting agar proses berburu beasiswa berjalan lancar tanpa terkendala masalah biaya.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
#Kuliah Luar Negeri #IELTS #Beasiswa Fully Funded #Biaya Pendaftaran Beasiswa #LoA Beasiswa