RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Persiapan menghadapi Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 semakin menjadi perhatian para calon mahasiswa. Memasuki masa kurang dari beberapa bulan sebelum ujian berlangsung, berbagai strategi belajar mulai diburu peserta, termasuk mencari tips SNBT 2026 yang efektif untuk meningkatkan peluang lolos ke perguruan tinggi negeri (PTN) impian.
Melalui kanal YouTube Mantapu Akademi, tutor Billy Kurniawan membagikan sejumlah tips SNBT 2026 dan trik cepat menyelesaikan soal Pengetahuan Kuantitatif (PK). Menurutnya, penguasaan konsep dasar matematika menjadi kunci utama agar peserta dapat mengerjakan soal dengan lebih cepat dan tepat.
Dalam video tersebut, Billy menekankan bahwa banyak soal SNBT sebenarnya tidak terlalu rumit. Namun, peserta sering kehilangan poin karena kurang memahami konsep fundamental dan manajemen waktu saat ujian.
Trik Menentukan Titik Minimum Fungsi Kuadrat
Salah satu soal yang dibahas adalah menentukan titik minimum dari fungsi:
f(x) = (x-1)(x-5)
Billy menjelaskan bahwa peserta tidak selalu harus menggunakan rumus turunan atau rumus x = -b/2a. Dengan melihat akar-akar persamaan, yaitu x = 1 dan x = 5, peserta dapat langsung mengetahui bahwa titik minimum berada tepat di tengah kedua akar tersebut.
"Nilai tengah antara 1 dan 5 adalah 3, sehingga titik minimumnya berada pada x = 3," jelasnya.
Metode ini dinilai lebih cepat dan sangat membantu saat mengerjakan soal dengan waktu terbatas.
Jangan Lupa Mengurutkan Data Saat Mencari Median
Pembahasan berikutnya adalah materi statistika, khususnya mengenai median.
Billy mengingatkan peserta agar tidak terburu-buru menentukan nilai tengah tanpa mengurutkan data terlebih dahulu. Kesalahan sederhana seperti ini sering terjadi dan menyebabkan peserta kehilangan poin yang sebenarnya mudah diperoleh.
"Kalau datanya belum diurutkan, maka hasil median bisa salah. Ini jebakan yang sering muncul di soal SNBT," katanya.
Materi statistika menjadi salah satu topik yang cukup sering muncul dalam ujian SNBT beberapa tahun terakhir.
Pentingnya Menguasai Konsep Pecahan dan Substitusi
Dalam pembahasan lainnya, Billy juga menyoroti pentingnya menguasai konsep dasar seperti operasi pecahan, aljabar, hingga substitusi.
Ia mencontohkan soal mengenai hubungan antara x dan y yang dapat diselesaikan dengan memecah bentuk pecahan menjadi beberapa bagian yang lebih sederhana.
Menurutnya, banyak peserta masih kesulitan pada bagian fundamental ini, padahal soal-soal SNBT 2025 menunjukkan tren yang lebih menekankan pemahaman konsep dibanding perhitungan yang terlalu kompleks.
"Kalau konsep dasarnya kuat, soal yang terlihat rumit sebenarnya bisa selesai dengan cepat," ujarnya.
Soal Geometri dan Koordinat Diprediksi Kembali Muncul
Selain aljabar dan statistika, materi geometri koordinat juga menjadi perhatian.
Billy membahas contoh soal jajar genjang pada bidang koordinat kartesius yang mengharuskan peserta mencari nilai koordinat suatu titik berdasarkan luas bangun.
Dengan memanfaatkan konsep luas jajar genjang, yakni alas dikalikan tinggi, peserta dapat menentukan koordinat yang dicari tanpa menggunakan rumus yang rumit.
Ia menilai model soal seperti ini berpotensi kembali muncul pada SNBT 2026 karena memiliki pola yang serupa dengan soal asli pada tahun sebelumnya.
Fokus pada Fundamental untuk Hadapi SNBT 2026
Di akhir pembahasan, Billy mengingatkan para pejuang SNBT agar tidak hanya berfokus pada hafalan rumus, tetapi juga memperkuat pemahaman dasar matematika.
Menurutnya, kemampuan berpikir logis, memahami konsep, serta mengenali pola soal akan sangat membantu peserta memperoleh skor tinggi dalam ujian.
Dengan persiapan yang matang dan latihan yang konsisten, peluang untuk menembus PTN favorit seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung, maupun Universitas Gadjah Mada akan semakin terbuka.
Para peserta pun diimbau mulai meningkatkan intensitas belajar sejak sekarang mengingat waktu pelaksanaan SNBT 2026 semakin dekat.
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina