RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Persiapan menghadapi Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 semakin memasuki fase penting. Dengan waktu yang tersisa kurang dari empat bulan, para pejuang perguruan tinggi negeri (PTN) mulai meningkatkan intensitas belajar, khususnya pada materi Penalaran Kuantitatif (PK) yang sering menjadi tantangan dalam ujian.
Berbagai jenis soal PK SNBT 2026 diprediksi masih akan didominasi materi matematika dasar, mulai dari fungsi kuadrat, statistika, aljabar, geometri, hingga eksponen. Pemahaman konsep dasar dan kemampuan menerapkan trik cepat menjadi kunci agar peserta dapat menyelesaikan soal secara efektif dalam waktu terbatas.
Dalam salah satu sesi pembelajaran Mantapu Akademi, beberapa contoh soal PK dibahas lengkap dengan strategi penyelesaiannya.
Menentukan Titik Minimum Fungsi Kuadrat
Salah satu soal membahas fungsi:
f(x) = (x – 1)(x – 5).
Peserta diminta menentukan titik minimum fungsi tersebut. Alih-alih menggunakan turunan atau rumus puncak parabola, soal dapat diselesaikan dengan melihat akar-akarnya.
Karena akar fungsi berada di x = 1 dan x = 5, maka titik minimum berada tepat di tengah kedua akar tersebut.
Perhitungannya adalah:
(1 + 5) ÷ 2 = 3.
Dengan demikian, fungsi memiliki titik minimum saat x = 3.
Konsep ini menjadi salah satu trik cepat yang sering digunakan dalam mengerjakan soal fungsi kuadrat di SNBT.
Median Harus Diawali dengan Mengurutkan Data
Materi statistika juga menjadi pembahasan penting. Banyak peserta sering terjebak saat mencari median karena langsung menentukan nilai tengah tanpa mengurutkan data terlebih dahulu.
Padahal, langkah pertama yang wajib dilakukan adalah menyusun data dari nilai terkecil hingga terbesar.
Setelah data diurutkan, barulah median dapat ditentukan berdasarkan posisi data tengah. Kesalahan sederhana seperti lupa mengurutkan data sering membuat peserta kehilangan poin yang sebenarnya mudah diperoleh.
Menguji Konsep Dasar Pecahan Aljabar
Soal berikutnya membahas hubungan:
x/y = 4
dan
24x/(ny) = 4.
Melalui manipulasi bentuk aljabar, persamaan kedua dapat ditulis menjadi:
(24/n) × (x/y) = 4.
Karena x/y diketahui bernilai 4, maka diperoleh:
(24/n) × 4 = 4.
Hasil penyelesaiannya menunjukkan bahwa:
n = 24.
Jenis soal seperti ini menekankan pentingnya penguasaan konsep dasar pecahan dan manipulasi aljabar.
Soal Garis Lurus Diprediksi Kembali Muncul
Materi persamaan garis juga diperkirakan masih menjadi favorit dalam SNBT.
Contoh soal yang dibahas adalah persamaan:
ax + ky = 6,
dengan garis diketahui melalui titik (-2,-6) dan (0,-3).
Konsep utama dalam soal ini adalah substitusi. Setiap titik yang dilalui garis harus memenuhi persamaan tersebut.
Dengan memasukkan koordinat yang diketahui, diperoleh nilai:
k = -2.
Selain itu, soal lain membahas titik potong garis terhadap sumbu x dan sumbu y.
Dari persamaan:
7x + 2y = -31,
diperoleh titik potong sumbu x dan y yang kemudian menghasilkan nilai:
b/a = 7/2.
Baca Juga: SMKN 1 Tulungagung Jadi Lokasi Peresmian Revitalisasi Sarana dan Prasarana Pendidikan Jawa Timur
Materi garis lurus seperti ini beberapa kali muncul pada SNBT tahun-tahun sebelumnya.
Geometri dan Sudut Masih Menjadi Andalan
Soal geometri sederhana ternyata juga masih sering keluar.
Pada contoh yang dibahas, peserta diminta mencari besar sudut tertentu dengan memanfaatkan konsep jumlah sudut segitiga dan hubungan sudut bertolak belakang.
Dengan menggunakan prinsip bahwa jumlah sudut segitiga adalah 180 derajat dan sudut berhadapan memiliki besar yang sama, diperoleh nilai sudut yang dicari sebesar 83 derajat.
Meski terlihat mudah, soal seperti ini sering mengecoh peserta yang kurang teliti.
Titik Potong Sumbu Y pada Fungsi Eksponen
Materi terakhir membahas fungsi eksponen:
f(x) = -8(2^x) + 22.
Untuk mencari titik potong terhadap sumbu y, peserta hanya perlu mensubstitusikan nilai x = 0.
Karena:
2⁰ = 1,
maka diperoleh:
f(0) = -8(1) + 22 = 14.
Artinya, titik potong sumbu y adalah:
(0,14).
Secara keseluruhan, soal-soal PK SNBT 2026 diprediksi tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, yakni lebih menitikberatkan pada pemahaman konsep dan kemampuan menerapkan strategi penyelesaian yang cepat. Dengan latihan yang rutin dan penguasaan materi dasar yang baik, peluang meraih skor tinggi dalam SNBT tentu akan semakin terbuka.
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina