RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Penalaran Matematika SNBT 2026 menjadi salah satu subtes yang paling ditakuti peserta Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Banyak siswa menganggap materi ini sulit karena membutuhkan kemampuan logika, visualisasi, dan analisis yang kuat.
Melalui kanal YouTube Mantap Academy, kreator edukasi sekaligus pendiri platform belajar tersebut, Jerome Polin, membagikan strategi menghadapi soal Penalaran Matematika SNBT 2026. Menurutnya, subtes ini sebenarnya tidak terlalu rumit jika peserta memahami pola berpikir dan sering berlatih.
Dalam videonya, Jerome mengingatkan bahwa waktu menuju pelaksanaan SNBT sudah semakin dekat. Ia menilai banyak peserta masih fokus pada kemampuan kuantitatif, padahal Penalaran Matematika juga menjadi bagian penting yang berpotensi menentukan hasil akhir.
Penalaran Matematika Lebih Mengutamakan Logika
Jerome menjelaskan bahwa sebagian besar soal Penalaran Matematika SNBT tidak membutuhkan perhitungan yang panjang. Justru, peserta dituntut mampu memahami situasi dan menerjemahkannya ke dalam model matematika.
Salah satu contoh soal yang dibahas adalah mengenai petak sawah yang terdiri atas sejumlah lahan kecil berukuran 6 x 6 meter. Dalam soal tersebut, peserta diminta menentukan fungsi luas sawah berdasarkan jumlah petak yang tersedia.
Ia menekankan pentingnya pemahaman konversi satuan luas. Banyak siswa dinilai sering terjebak karena lupa bahwa perubahan satuan meter persegi ke hektometer persegi memerlukan pembagian dengan faktor kuadrat.
"Yang penting bukan sekadar menghitung, tetapi memahami konsep dan satuannya," jelas Jerome dalam pembahasannya.
Soal Gaji Penjual Minuman Jadi Latihan Menarik
Selain soal geometri, Jerome juga menyoroti contoh soal kontekstual mengenai sistem gaji penjual minuman. Dalam ilustrasi tersebut, terdapat dua perusahaan yang menawarkan skema penghasilan berbeda kepada para pekerja.
Peserta diminta menghitung total pendapatan penjual yang berhasil menjual 300 cup minuman dalam satu minggu. Soal lain meminta siswa menentukan jumlah cup yang harus dijual agar pendapatan pekerja dari kedua perusahaan menjadi sama.
Menurut Jerome, tipe soal seperti ini sering muncul dalam SNBT karena menguji kemampuan peserta dalam menerjemahkan informasi ke bentuk persamaan matematika.
Melalui pendekatan aljabar sederhana, peserta dapat menemukan jawaban dengan membentuk model pendapatan masing-masing perusahaan, kemudian menyamakan kedua persamaan tersebut.
Materi Kesebangunan dan Visualisasi Wajib Dikuasai
Topik lain yang dibahas dalam video adalah soal kesebangunan dan bayangan benda. Jerome menyebut materi ini cukup sering muncul dalam berbagai variasi soal SNBT.
Baca Juga: 5 Soal Matematika SNBT yang Sering Muncul, Begini Cara Cepat Menjawabnya
Contohnya adalah persoalan lampu jalan, tinggi seseorang, dan panjang bayangan yang terbentuk. Peserta diminta menentukan tinggi objek menggunakan konsep segitiga sebangun dan Teorema Pythagoras.
Menurutnya, kemampuan membayangkan posisi objek menjadi kunci utama dalam menyelesaikan soal jenis ini. Banyak siswa gagal bukan karena tidak menguasai rumus, melainkan karena kesulitan memahami ilustrasi yang diberikan.
"Penalaran matematika itu soal visualisasi dan logika. Kalau sering latihan, pola soalnya akan semakin mudah dikenali," ujarnya.
Jerome juga menegaskan bahwa latihan secara konsisten menjadi cara paling efektif untuk meningkatkan kemampuan pada subtes ini. Semakin banyak variasi soal yang dikerjakan, semakin cepat peserta memahami pola penyelesaian yang sering muncul.
Dengan waktu pelaksanaan SNBT 2026 yang semakin dekat, para calon mahasiswa diimbau mulai memperbanyak latihan soal Penalaran Matematika SNBT agar lebih siap menghadapi ujian.
Materi seperti fungsi, aljabar, konversi satuan, kesebangunan, hingga visualisasi geometri diprediksi masih menjadi topik yang berpotensi muncul pada ujian tahun ini
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina