Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

SDN 4 Besuki di Tulungagung Nihil Murid Baru Tahun Ini, Total Siswa Tinggal Delapan untuk Enam Kelas

Dharaka R. Perdana • Selasa, 14 Juli 2026 | 10:39 WIB
Siswa kelas 2 SDN 4 Besuki mengambil barang miliknya di dalam kelas. (DR PERDANA/RADAR TULUNGAGUNG)
Siswa kelas 2 SDN 4 Besuki mengambil barang miliknya di dalam kelas. (DR PERDANA/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG – SD Negeri 4 Besuki, Kecamatan Besuki, Tulungagung menghadapi kenyataan pahit pada tahun ajaran baru 2026/2027. 

Sekolah yang berada di Dusun Comanuk itu tidak mendapatkan satu pun murid baru saat pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Tulungagung. 

Baca Juga: SPMB Belum Merata, SMP Pinggiran Tulungagung Berharap Penataan Pagu Dievaluasi

Padahal, pada tahun lalu sekolah yang tidak jauh dari JLS Tulungagung-Trenggalek ini masih menerima dua siswa baru.

Kondisi ini juga tercatat sebagai salah satu dari tiga SD di Tulungagung yang nihil peserta didik baru tahun ini.

Meski tanpa tambahan peserta didik, aktivitas belajar mengajar tetap berlangsung normal.

Saat ini siswa masih mengikuti rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sesuai jadwal yang ditetapkan.

Baca Juga: SPMB Tulungagung 2026 Berakhir, 40 SMP Negeri Masih Kekurangan Siswa

Guru kelas VI SDN 4 Besuki, Edy Sutrisno, mengatakan minimnya pendaftar membuat jumlah siswa di sekolah tersebut kini hanya delapan anak yang tersebar dari kelas I hingga kelas VI.

"Total seluruh siswa hanya delapan anak. Tahun lalu masih mendapat dua siswa baru, tetapi tahun ini tidak ada sama sekali," ujarnya, Selasa (14/7/2026).

Ironisnya, jumlah tenaga pendidik dan kependidikan justru lebih banyak dibanding jumlah siswa. Di sekolah itu terdapat sembilan personel yang terdiri atas guru dan seorang penjaga sekolah.

Menurut Edy, rendahnya jumlah peserta didik tidak lepas dari kondisi geografis serta wilayah layanan sekolah yang sangat terbatas. SDN 4 Besuki hanya melayani dua rukun tetangga (RT) di sekitar Dusun Comanuk.

"Calon siswa memang sangat sedikit. Banyak yang memilih mendaftar ke sekolah lain," katanya.

Ia menjelaskan, sekolah tersebut memiliki sejarah panjang. Awalnya berstatus Sekolah Dasar Pembantu (SDP) dengan nama SD Kecil Comanuk, sebelum kemudian berubah menjadi SD Negeri 4 Besuki.

Namun seiring waktu, jumlah peserta didik terus menyusut. Bahkan, warga dari Dusun Klatak, Desa Keboireng, Kecamatan Besuki yang dahulu masih menyekolahkan anaknya di SDN 4 Besuki, kini lebih memilih sekolah di wilayah Besuki yang lokasinya berada di bawah.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Jelaskan Penyebab 40 SMP Negeri Tidak Memenuhi Pagu SPMB

Kondisi sarana dan prasarana juga masih jauh dari ideal. Ruang kelas yang tersedia sangat terbatas sehingga satu bangunan harus dibagi menjadi dua ruang belajar untuk melayani enam tingkat kelas.

Meski menghadapi keterbatasan jumlah siswa maupun fasilitas, para guru tetap menjalankan proses pembelajaran seperti biasa.

Mereka berharap ke depan minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di SDN 4 Besuki kembali meningkat sehingga keberadaan sekolah yang telah lama melayani pendidikan di Dusun Comanuk itu tetap dapat dipertahankan. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
Sumber : Radar Tulungagung
sdn 4 besuki tulungagung Sistem Penerimaan Murid Baru tahun ajaran baru spmb