Radar Tulungagung - Tahun ajaran baru di SDN 5 Bungur diawali tanpa kehadiran siswa kelas 1. Meski demikian, kondisi tersebut tidak mengubah komitmen sekolah untuk menjaga kualitas pembelajaran bagi siswa yang masih belajar di sekolah tersebut.
Saat ini SDN 5 Bungur masih memiliki 20 siswa yang tersebar di kelas 2 hingga kelas 6. Aktivitas belajar mengajar tetap berlangsung setiap hari dengan dukungan 10 tenaga pendidik dan kependidikan yang terdiri atas kepala sekolah, delapan guru, serta seorang penjaga sekolah.
Guru Kelas 5 SDN 5 Bungur, Budiyono, mengatakan tidak adanya peserta didik baru membuat sekolah melakukan penyesuaian pembagian tugas. Namun seluruh guru tetap menjalankan perannya agar proses pembelajaran tetap berjalan optimal.
"Meskipun kelas 1 kosong, kegiatan pembelajaran tetap berjalan. Bapak dan Ibu guru tetap melaksanakan tugas sesuai tupoksinya, termasuk membantu pembelajaran mata pelajaran lain maupun kegiatan sekolah."
Guru yang sebelumnya diproyeksikan mengajar kelas 1 kini membantu mata pelajaran lain maupun kegiatan sekolah sesuai kebutuhan.
Budiyono memastikan kondisi tersebut tidak mengganggu pembagian jam mengajar para guru.
"Alhamdulillah untuk pembagian jam mengajar tidak ada kendala. Semua guru tetap mendapatkan tugas dan kami saling membantu agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan."
Selain pembelajaran di kelas, berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka, olahraga, hingga kegiatan keagamaan tetap dilaksanakan sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa.
"Kami ingin menghilangkan anggapan bahwa sekolah di daerah pinggiran tertinggal. Standar pendidikan tetap sama, dan kami terus berusaha memberikan pembelajaran terbaik bagi siswa."
Di sisi lain, sekolah juga terus melakukan penjaringan calon peserta didik baru melalui komunikasi dengan masyarakat sekitar.
"Penjaringan calon siswa biasanya kami lakukan sejak sebelum tahun ajaran baru. Guru yang tinggal di sekitar sini juga ikut memantau anak-anak usia sekolah di lingkungan sekitar."
Ke depan, sekolah berharap dukungan peningkatan sarana pendidikan terus diberikan.
"Harapan kami ke depan ada penambahan fasilitas sekolah, terutama perpustakaan. Saat ini kami baru memiliki pojok baca sebagai sarana literasi bagi siswa."
Editor : Rahiiq Al BachriSumber : Radar Tulungagung