Radar Tulungagung - Tahun ajaran baru di SDN 5 Bungur dimulai tanpa peserta didik kelas 1. Namun sekolah memilih memaksimalkan pembelajaran bagi 20 siswa yang masih belajar di sekolah tersebut, sekaligus memperkuat kegiatan literasi dan pembentukan karakter.
Guru Kelas 5 SDN 5 Bungur, Budiyono, mengatakan seluruh aktivitas sekolah tetap berjalan normal meski tidak ada murid baru.
"Meskipun kelas 1 kosong, kegiatan pembelajaran tetap berjalan. Bapak dan Ibu guru tetap melaksanakan tugas sesuai tupoksinya, termasuk membantu pembelajaran mata pelajaran lain maupun kegiatan sekolah."
Selain pembelajaran di kelas, sekolah tetap menggelar kegiatan pramuka, olahraga, dan keagamaan sebagai bagian dari pengembangan potensi siswa.
Budiyono mengatakan seluruh guru tetap memperoleh tugas mengajar sesuai kebutuhan sekolah.
"Alhamdulillah untuk pembagian jam mengajar tidak ada kendala. Semua guru tetap mendapatkan tugas dan kami saling membantu agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan."
Menurutnya, sekolah juga terus berupaya menghapus stigma bahwa sekolah di wilayah pinggiran memiliki kualitas pendidikan yang lebih rendah.
"Kami ingin menghilangkan anggapan bahwa sekolah di daerah pinggiran tertinggal. Standar pendidikan tetap sama, dan kami terus berusaha memberikan pembelajaran terbaik bagi siswa."
Untuk menjaga keberlangsungan sekolah, para guru juga aktif mencari calon peserta didik baru dengan melibatkan masyarakat sekitar.
"Penjaringan calon siswa biasanya kami lakukan sejak sebelum tahun ajaran baru. Guru yang tinggal di sekitar sini juga ikut memantau anak-anak usia sekolah di lingkungan sekitar."
Budiyono berharap pengembangan fasilitas pendidikan dapat menjadi perhatian agar kualitas layanan semakin meningkat.
"Harapan kami ke depan ada penambahan fasilitas sekolah, terutama perpustakaan. Saat ini kami baru memiliki pojok baca sebagai sarana literasi bagi siswa."
Editor : Rahiiq Al Bachri