Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Disdik Tulungagung Siapkan Opsi Regrouping, SD Negeri yang Tiga Tahun Berturut-turut Tak Dapat Murid Baru Berpotensi Digabung

Sandy Sri Yuwana • Rabu, 15 Juli 2026 | 10:05 WIB
Meski hanya dapat satu siswa baru, pembelajaran hari pertama di SDN 2 Sembon, Senin (13/7) tetap berjalan normal. (SANDY YUWANA/RADAR TULUNGAGUNG)
Meski hanya dapat satu siswa baru, pembelajaran hari pertama di SDN 2 Sembon, Senin (13/7) tetap berjalan normal. (SANDY YUWANA/RADAR TULUNGAGUNG)

 

RADAR TULUNGAGUNG – Minimnya jumlah murid baru di jenjang SD negeri membuat Dinas Pendidikan (Disdik) Tulungagung berpikir keras.

Bahkan, mereka mulai menyiapkan opsi regrouping atau penggabungan sekolah dasar negeri sebagai langkah antisipasi terus menurunnya jumlah peserta didik baru.

Kebijakan tersebut akan dipertimbangkan apabila sebuah sekolah tidak mendapatkan murid baru selama tiga tahun berturut-turut.

Sekretaris Disdik Tulungagung, Deni Susanti mengatakan, regrouping bukan kebijakan yang langsung diterapkan setelah sekolah tidak memperoleh murid pada tahun ini.

Disdik masih akan melakukan evaluasi secara berkala terhadap kondisi masing-masing sekolah.

Baca Juga: Meski Tanpa Siswa Baru, SDN 5 Bungur Terus Perkuat Literasi dan Karakter Siswa

"Kalau sampai tiga tahun berturut-turut tidak mendapat murid, tentu secara kelembagaan akan kami evaluasi. Salah satu kemungkinan yang bisa direncanakan adalah regrouping atau penggabungan sekolah," ujarnya kepada Radar Tulungagung, Senin (13/7/2026).

Deni menyampaikan, tahun ajaran 2026/2027 terdapat tiga SD negeri yang sama sekali tidak mendapatkan peserta didik baru.

Masing-masing SDN 1 Tenggong di Kecamatan Rejotangan, SDN 4 Besuki di Kecamatan Besuki, dan SDN 5 Bungur di Kecamatan Karangrejo.

Meski demikian, dia menegaskan keberadaan tiga sekolah tersebut belum otomatis mengarah pada penggabungan.

Disdik akan melihat perkembangan jumlah peserta didik dalam beberapa tahun ke depan sebelum mengambil keputusan.

Baca Juga: Kelas 1 Kosong, SDN 5 Bungur Pilih Fokus Jaga Mutu Pembelajaran

Selain mempertimbangkan jumlah murid, evaluasi juga dilakukan dengan memperhatikan kondisi wilayah, akses pendidikan masyarakat, serta keberlangsungan layanan pendidikan bagi siswa yang sudah terdaftar. "Semua anak tetap harus mendapatkan layanan pendidikan.

Jadi, setiap kebijakan tentu akan mempertimbangkan akses dan kebutuhan masyarakat," jelasnya.

Deni menambahkan, wacana regrouping muncul sebagai konsekuensi dari terus menurunnya jumlah anak usia sekolah dasar.

sKondisi tersebut dipengaruhi oleh semakin sedikitnya lulusan taman kanak-kanak di sejumlah wilayah yang tidak lepas dari tren penurunan angka kelahiran.

Karena itu, disdik berharap sekolah-sekolah yang jumlah siswanya minim tidak hanya bergantung pada kondisi demografi. Sekolah juga didorong melakukan berbagai inovasi agar tetap menjadi pilihan masyarakat.

Fenomena minimnya peserta didik baru tahun ini, lanjut Deni, menjadi salah satu indikator yang akan dijadikan bahan evaluasi dalam penyusunan kebijakan pendidikan ke depan, termasuk kemungkinan penataan kembali kelembagaan sekolah negeri apabila tren penurunan murid terus berlanjut. (sri/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
regrouping peserta didik baru disdik tulungagung sd negeri