Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Rombel Berkurang, SMPN 2 Ngunut Hanya Buka Tujuh Kelas

Rahiiq Al Bachri • Rabu, 15 Juli 2026 | 20:35 WIB
PEMINAT: Aktivitas belajar di SMPN 2 Ngunut tetap berjalan normal meski jumlah peserta didik baru pada SPMB 2026 belum memenuhi kapasitas yang tersedia. (RAHIIQ AL Bachri/ RADAR TULUNGAGUNG)
PEMINAT: Aktivitas belajar di SMPN 2 Ngunut tetap berjalan normal meski jumlah peserta didik baru pada SPMB 2026 belum memenuhi kapasitas Pagu yang tersedia. (RAHIIQ AL BACHRI/ RADAR TULUNGAGUNG)

Radar Tulungagung - Menurunnya jumlah lulusan sekolah dasar mulai berdampak terhadap penerimaan peserta didik baru di sejumlah SMP negeri. Kondisi tersebut paling dirasakan sekolah-sekolah yang berada di wilayah pinggiran sehingga pihak sekolah berharap penetapan pagu dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan.

Kepala SMPN 2 Ngunut, Masroyan, mengatakan sekolahnya tahun ini hanya menerima 207 peserta didik baru. Jumlah tersebut membuat rombongan belajar (rombel) yang dibuka berkurang dari sembilan menjadi tujuh kelas.

"Seharusnya kami membuka sembilan rombongan belajar atau sekitar 320 siswa. Namun, tahun ini kami hanya menerima 207 siswa sehingga yang terbentuk hanya tujuh rombongan belajar," ujarnya.

Menurut Masroyan, penurunan jumlah peserta didik dipengaruhi berkurangnya lulusan SD di wilayah zonasi. Selain itu, sebagian siswa berprestasi memilih melanjutkan pendidikan ke sekolah-sekolah yang menjadi tujuan utama masyarakat.

"Populasi siswa kelas enam SD di wilayah zonasi kami memang mengalami penurunan. Di sisi lain, banyak siswa yang memiliki prestasi memilih mendaftar ke sekolah-sekolah rujukan," katanya.

Dia berharap kebijakan pemerataan peserta didik terus diperkuat agar seluruh sekolah memperoleh kesempatan yang sama dalam mendapatkan siswa baru.

"Kami berharap sekolah-sekolah menerima siswa sesuai pagu yang telah ditetapkan sehingga pemerataan peserta didik dapat benar-benar terwujud," tuturnya.

Hal senada disampaikan Waka Kurikulum SMPN 3 Ngunut, Mokhamad Rokhim. Menurutnya, penataan pagu sebaiknya mempertimbangkan jumlah lulusan SD di setiap wilayah agar distribusi peserta didik lebih proporsional.

"Pagu sebaiknya disusun berdasarkan jumlah lulusan SD di setiap wilayah agar distribusi siswa antarsekolah bisa lebih merata," ujarnya.

Rokhim menilai sekolah-sekolah di wilayah pinggiran menjadi pihak yang paling merasakan dampak ketika jumlah lulusan SD menurun.

"Sekolah-sekolah pinggiran yang paling merasakan dampaknya. Karena itu, kami berharap ada kebijakan yang benar-benar memperhatikan pemerataan siswa," katanya.

Sementara itu, Humas SMPN 3 Ngunut, Yuliarti Eko Murti, mengungkapkan sekolahnya juga belum mampu memenuhi pagu penerimaan. Dari kuota 288 siswa, hingga penutupan SPMB baru sekitar 130 siswa yang diterima.

"Harapan kami ke depan ada pemerataan jumlah murid sehingga sekolah-sekolah negeri bisa berkembang bersama," pungkasnya.

Editor : Rahiiq Al Bachri
Sumber : Radar Tulungagung
spmb 2026/2027 smpn 2 ngantru tulungagung radar tulungagung pagu