Radar Tulungagung - Sejumlah SMP negeri di Kecamatan Ngunut berharap pemerintah mengevaluasi penetapan pagu penerimaan peserta didik baru. Penyesuaian dinilai perlu dilakukan agar distribusi siswa lebih seimbang, terutama bagi sekolah-sekolah yang berada di wilayah pinggiran.
Waka Kurikulum SMPN 3 Ngunut, Mokhamad Rokhim, menilai penetapan pagu seharusnya mengacu pada jumlah lulusan SD di masing-masing wilayah. Dengan begitu, distribusi peserta didik antarsekolah dapat lebih proporsional.
"Pagu sebaiknya disusun berdasarkan jumlah lulusan SD di setiap wilayah agar distribusi siswa antarsekolah bisa lebih merata," ujarnya.
Menurutnya, sekolah yang berada di wilayah pinggiran menjadi pihak yang paling terdampak ketika jumlah lulusan SD menurun. Di sisi lain, sekolah-sekolah yang menjadi tujuan utama masyarakat masih mampu memperoleh peserta didik dalam jumlah besar.
"Sekolah-sekolah pinggiran yang paling merasakan dampaknya. Karena itu, kami berharap ada kebijakan yang benar-benar memperhatikan pemerataan siswa," katanya.
Kondisi tersebut juga dialami SMPN 3 Ngunut. Hingga pelaksanaan SPMB berakhir, sekolah tersebut belum mampu memenuhi kuota penerimaan yang telah ditetapkan. Dari pagu 288 peserta didik, jumlah siswa yang diterima baru sekitar 130 orang.
Humas SMPN 3 Ngunut, Yuliarti Eko Murti, berharap kebijakan pemerataan peserta didik dapat terus diperkuat agar seluruh sekolah negeri memiliki kesempatan berkembang secara seimbang.
"Harapan kami ke depan ada pemerataan jumlah murid sehingga sekolah-sekolah negeri bisa berkembang bersama," pungkasnya.
Editor : Rahiiq Al BachriSumber : Radar Tulungagung