RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Program Guru Penggerak menjadi salah satu program utama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mendorong transformasi pendidikan di Indonesia. Program ini dirancang untuk mencetak guru yang mampu menjadi pemimpin perubahan di sekolah maupun lingkungan pendidikan.
Program Guru Penggerak tidak hanya ditujukan bagi guru yang memiliki kemampuan mengajar baik. Program ini mencari guru yang memiliki kemauan memimpin inovasi, mengembangkan rekan sejawat, dan membawa perubahan dalam ekosistem pendidikan.
Program tersebut menjadi bagian penting dari upaya mewujudkan tujuan Merdeka Belajar. Pemerintah menilai perubahan pendidikan harus dimulai dari guru sebagai penggerak utama pembelajaran.
Guru Penggerak Jadi Penggerak Transformasi Pendidikan
Dalam penjelasannya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menyebut teknologi, kurikulum, maupun infrastruktur pendidikan tidak dapat menggantikan peran guru dalam membangun budaya belajar di sekolah.
Guru menjadi pihak yang berinteraksi langsung dengan peserta didik. Karena itu, transformasi pendidikan harus berawal dari manusia yang memimpin kelas dan satuan pendidikan.
Guru Penggerak diharapkan menjadi ujung tombak perubahan tersebut. Mereka tidak hanya berfokus pada peningkatan pembelajaran di kelas sendiri, tetapi juga memberikan dampak bagi guru lain dan lingkungan sekolah.
Program ini juga menjadi wadah untuk mengidentifikasi serta melatih calon pemimpin pendidikan masa depan.
Mereka diproyeksikan dapat menjadi calon kepala sekolah, pengawas sekolah, maupun pelatih bagi guru lainnya.
Enam Karakter Profil Pelajar Pancasila
Program Guru Penggerak juga berkaitan erat dengan tujuan Merdeka Belajar melalui konsep Profil Pelajar Pancasila.
Ada enam karakter utama yang ingin dibentuk dalam diri peserta didik.
Pertama, beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia. Karakter ini berkaitan dengan moralitas, integritas, serta nilai spiritual.
Kedua, kreativitas. Peserta didik diharapkan mampu menghasilkan karya, menemukan solusi baru, dan beradaptasi terhadap perubahan.
Ketiga, kemampuan bergotong royong. Kemampuan bekerja sama dan berkolaborasi dinilai menjadi kompetensi penting di masa depan.
Keempat, berkebhinekaan global. Peserta didik diharapkan mampu menghargai keberagaman serta memiliki rasa hormat terhadap perbedaan.
Kelima, bernalar kritis. Kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, dan mengolah informasi menjadi bagian penting dalam pembelajaran.
Keenam, mandiri. Peserta didik diharapkan mampu mencari ilmu secara mandiri dan memiliki pemikiran yang tidak mudah terpengaruh.
Guru Penggerak Bukan Sekadar Guru Berprestasi
Program Guru Penggerak memiliki perbedaan dengan konsep guru yang hanya unggul dalam mengajar.
Guru yang baik mampu meningkatkan prestasi siswa, mengajar secara kreatif, dan mengembangkan kompetensi diri.
Sementara itu, Guru Penggerak memiliki tanggung jawab lebih besar. Mereka harus mampu memimpin perubahan dan mendorong perkembangan murid secara menyeluruh.
Guru Penggerak juga diharapkan mampu menjadi mentor atau coach bagi guru lain di sekolah maupun di luar sekolah.
Mereka menjadi teladan sekaligus agen perubahan dalam lingkungan pendidikan.
Pelatihan Berbasis Pengalaman Lapangan
Program Guru Penggerak menggunakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pengalaman langsung.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan menjelaskan bahwa proses pendidikan guru penggerak berbasis dampak dan bukti.
Sebagian besar proses pembelajaran dilakukan melalui praktik di lapangan, pekerjaan nyata, serta refleksi.
Komposisi pembelajaran terdiri dari belajar melalui pengalaman kerja, mendapatkan umpan balik dari rekan, serta pendampingan dari fasilitator dan narasumber.
Materi pelatihan mencakup filosofi pendidikan Indonesia, budaya positif di sekolah, pembelajaran yang berorientasi pada murid, pembelajaran sosial emosional, coaching, hingga kemampuan mengambil keputusan sebagai pemimpin pembelajaran.
Target Cetak Guru Penggerak di Indonesia
Pemerintah menargetkan lahirnya lebih banyak Guru Penggerak dari berbagai daerah di Indonesia.
Proses rekrutmen dilakukan berdasarkan wilayah untuk menjaga pemerataan.
Pada tahap awal, program dilakukan melalui proses percontohan dengan melibatkan perwakilan wilayah Indonesia bagian barat, tengah, dan timur.
Peserta yang terpilih akan mengikuti proses pelatihan sebelum ditetapkan sebagai Guru Penggerak.
Pemerintah berharap keberadaan Guru Penggerak dapat menciptakan perubahan berkelanjutan di sekolah.
Dalam jangka panjang, Guru Penggerak diharapkan mengisi posisi kepemimpinan pendidikan seperti kepala sekolah, pengawas, dan pelatih guru.
Guru Penggerak Membawa Perubahan Pendidikan
Pemerintah menilai transformasi pendidikan membutuhkan waktu panjang. Namun, keberadaan kelompok Guru Penggerak di berbagai daerah diharapkan menjadi titik penting perubahan.
Guru Penggerak diharapkan mampu menjadi sumber inspirasi bagi guru lain dan menciptakan budaya inovasi di sekolah.
Program ini terbuka bagi guru yang ingin mengambil peran lebih besar dalam perubahan pendidikan.
Namun, proses seleksi dan pelatihannya tidak mudah karena peserta harus memiliki kemampuan kepemimpinan, keberanian melakukan inovasi, serta kesiapan mengikuti pembelajaran intensif.
Melalui Program Guru Penggerak, pemerintah berharap semakin banyak guru yang tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga mampu menggerakkan perubahan pendidikan di Indonesia.
Editor : Ingge Nayla Ayu KarinaSumber : Corong Edukasi, You Tube, DIOLAH