TULUNGAGUNG – Di tengah derasnya arus informasi digital, Pondok Modern Darul Hikmah Tulungagung justru menunjukkan fenomena berbeda.
Ketika penggunaan gawai dibatasi, para santri tetap memiliki akses terhadap informasi melalui media cetak. Koran Jawa Pos Radar Tulungagung menjadi bacaan favorit yang setiap hari diperebutkan untuk menambah wawasan.
Kondisi tersebut menjadi bukti bahwa minat baca santri di Pondok Modern Darul Hikmah masih terjaga.
Setiap hari, para santri bergantian membaca berita yang ditempel di majalah dinding (mading) pondok setelah koran selesai dibaca oleh pengurus.
Pengurus Santri Pondok Modern Darul Hikmah, Mohammad Dandi Rama Wijaya, mengatakan pihak pondok berlangganan lima eksemplar koran Jawa Pos Radar Tulungagung setiap hari sebagai sumber informasi bagi para santri.
"Setiap hari kami berlangganan lima eksemplar koran Radar Tulungagung. Karena penggunaan gadget di pondok dibatasi, koran menjadi salah satu sumber informasi utama bagi para santri," ujarnya saat diwawancarai melalui WhatsApp, Senin (3/8).
Koran Jadi Jendela Informasi Santri
Menurut Dandi, keberadaan koran memiliki peran penting dalam mendukung budaya literasi di lingkungan pesantren. Setelah koran dibaca oleh pengurus, halaman-halaman berita kemudian dipasang di majalah dinding agar dapat dibaca secara bergantian oleh para santri.
Cara tersebut dinilai efektif karena informasi tetap dapat diakses seluruh santri tanpa harus menggunakan telepon genggam.
Ia mengungkapkan, antusiasme santri terhadap berita yang dimuat di Radar Tulungagung cukup tinggi.
Berbagai informasi, mulai dari peristiwa daerah, pendidikan, ekonomi, hingga isu nasional menjadi bahan diskusi di lingkungan pondok.
"Usai dipasang di majalah dinding, santri bergantian membaca koran Radar Tulungagung. Alhamdulillah, koran ini menjadi satu-satunya sumber informasi yang selalu dinantikan setiap hari," katanya.
Literasi Tetap Terjaga Meski Gadget Dibatasi
Pembatasan penggunaan gadget di lingkungan pondok bukan berarti membuat santri tertinggal informasi. Justru kebijakan tersebut mendorong mereka lebih dekat dengan budaya membaca yang mendalam.
Dandi menilai membaca koran memberikan pengalaman berbeda dibanding mengonsumsi informasi melalui media sosial. Selain lebih fokus, santri juga memperoleh informasi yang lebih lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ia berharap Radar Tulungagung terus menghadirkan berita-berita yang berkualitas sehingga mampu menambah wawasan para santri.
"Kami berharap Radar Tulungagung terus menyajikan informasi yang mendalam, edukatif, dan bermanfaat agar para santri tidak kudet terhadap perkembangan yang terjadi di luar pesantren," tuturnya.
Budaya Membaca Perlu Terus Dijaga
Di tengah kebiasaan masyarakat yang semakin bergantung pada media digital, budaya membaca media cetak di Pondok Modern Darul Hikmah menjadi contoh bahwa literasi tetap dapat tumbuh melalui berbagai cara.
Kehadiran koran setiap hari tidak hanya menjadi media informasi, tetapi juga menjadi sarana membangun kebiasaan membaca, berpikir kritis, dan memperluas wawasan para santri.
Dengan tetap menghadirkan media cetak di lingkungan pesantren, Pondok Modern Darul Hikmah berharap budaya literasi terus berkembang sehingga para santri mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan tradisi membaca yang menjadi fondasi penting dalam proses belajar.(*)
Editor : Anggi Septian A.P.