JAKARTA - TPG Juli 2026 tengah dikebut setelah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah merilis aplikasi Dapodik versi 2027 untuk pemutakhiran data semester ganjil tahun ajaran 2026/2027. Operator sekolah diminta segera melakukan sinkronisasi agar data dapat ditarik, divalidasi, dan SKTP segera diterbitkan.
TPG Juli 2026 Dikejar, Dapodik 2027 Jadi Kunci
TPG Juli 2026 menjadi perhatian karena waktu pencairannya semakin terbatas. Dalam informasi yang disampaikan melalui kanal Guru Abad 21, admin Info GTK meminta operator sekolah segera menindaklanjuti rilis Dapodik versi 2027.
Rilis aplikasi tersebut disebut menjadi bagian penting dalam pemutakhiran data guru dan sekolah untuk semester ganjil tahun ajaran 2026/2027. Data yang telah diperbarui kemudian perlu disinkronkan agar dapat masuk dalam proses penarikan dan validasi.
Admin Info GTK menyampaikan bahwa waktu yang tersedia untuk mengejar pencairan TPG Juli cukup terbatas. Data diharapkan sudah dapat ditarik dan divalidasi dalam waktu sekitar tiga sampai empat hari setelah informasi tersebut disampaikan pada 18 Juli.
Jika proses berjalan sesuai target, penerbitan SKTP diharapkan dapat dilakukan sebelum memasuki pekan terakhir Juli. SKTP menjadi dokumen penting dalam proses penyaluran tunjangan profesi guru.
Tujuh Hal yang Perlu Dihindari Setelah Sinkronisasi
Dalam proses pemutakhiran data, operator sekolah diminta berhati-hati setelah melakukan sinkronisasi Dapodik. Perubahan data tertentu disebut dapat memengaruhi proses validasi SKTP.Baca Juga: Magang Nasional 2025 Batch 3 Buka Kuota 13.652 Peserta, Ini Jadwal Lengkapnya
Pertama, operator diingatkan tidak menghapus rombongan belajar atau rombel setelah sinkronisasi. Kedua, siswa juga tidak disarankan dipindahkan ke rombel lain tanpa memperhatikan prosedur yang berlaku.
Hal ketiga adalah menghindari munculnya anggota rombel ganda. Satu siswa yang tercatat pada dua rombel dengan kondisi yang tidak sesuai dapat menimbulkan persoalan pada pembacaan data di sistem pusat.
Operator juga diminta tidak menghapus pembelajaran lalu menggantinya dengan guru lain atau mengubah pembagian jam secara sembarangan. Penugasan guru harus mengikuti ketentuan yang berlaku, termasuk memperhatikan tugas guru wali pada jenjang yang dipersyaratkan.
Selain itu, pemberian jam mengajar tidak boleh melebihi ketentuan kurikulum. Ketelitian operator menjadi penting karena perubahan data setelah sinkronisasi dapat berdampak pada proses validasi guru.
SKTP Terbit, Tahap Berikutnya Rekomendasi Penyaluran
Setelah data memenuhi persyaratan dan proses validasi selesai, status pada Info GTK diharapkan berubah sesuai hasil validasi. Dalam informasi tersebut, penerbitan SKTP menjadi salah satu tahapan penting sebelum rekomendasi penyaluran TPG diproses.
Narasumber menyebut rekomendasi penyaluran dilakukan pada tanggal 20 setiap bulannya setelah persyaratan terpenuhi. Karena itu, guru diminta terus berkomunikasi dengan operator sekolah dan memantau perkembangan data pada Info GTK.
Selain membahas TPG Juli 2026, informasi tersebut juga menyinggung perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan guru non-ASN. Pemerintah disebut memberikan sejumlah instrumen dukungan, termasuk tunjangan dan insentif bagi guru sesuai kategori dan persyaratan yang berlaku.
Untuk guru yang mengajar di daerah khusus atau wilayah 3T, terdapat Tunjangan Khusus Guru (TKG). Sementara itu, guru non-ASN yang belum memiliki sertifikat pendidik juga disebut mendapat perhatian melalui skema insentif.
Pemerintah juga didorong untuk memperluas peluang peningkatan status kepegawaian guru. Upaya tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian karier sekaligus meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik.
Dengan dirilisnya Dapodik 2027, proses pemutakhiran data menjadi tahapan penting untuk mengejar TPG Juli 2026. Guru dan operator sekolah diimbau memastikan data sesuai, melakukan sinkronisasi dengan benar, serta menghindari perubahan data yang berpotensi menghambat penerbitan SKTP.
Editor : Bachtiar Tatag P