JAKARTA - Sebanyak 172.323 guru non-ASN yang terdata dalam Dapodik per Mei 2026 disebut berkesempatan mengikuti seleksi terbuka CPNS guru 2027. Pemerintah juga menyebut posisi guru non-ASN tersebut telah diperhitungkan dalam kebutuhan formasi guru secara keseluruhan.
Penjelasan tersebut disampaikan dalam wawancara yang membahas rencana pemenuhan kebutuhan guru pada 2027. Guru non-ASN yang masih tercatat dalam Dapodik menjadi salah satu kelompok yang dapat mengikuti seleksi terbuka bersama pelamar lain yang memenuhi persyaratan.
Selain guru non-ASN, seleksi juga dapat diikuti lulusan PPG prajabatan serta lulusan S1/D4 yang memiliki kualifikasi dan memenuhi ketentuan. Seleksi tersebut disebut terbuka untuk masyarakat yang memiliki kualifikasi sesuai persyaratan.
Baca Juga: Ramalan Shio Babi 2026: Rezeki Meningkat, Cinta Diuji, Kesehatan Jadi Perhatian Utama
Formasi Guru 2027
Dalam penjelasan tersebut, kebutuhan guru secara keseluruhan disebut mencapai sekitar 529.000. Dari jumlah itu, tersedia 464.856 formasi untuk lingkup Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Perhitungan kebutuhan tersebut tidak hanya melihat kekurangan guru. Posisi yang saat ini ditempati guru non-ASN juga telah diperhitungkan sebagai bagian dari kebutuhan formasi.
Selain 172.323 guru non-ASN, terdapat kekosongan guru yang disebut mencapai 224.454. Perhitungan juga mempertimbangkan guru yang nantinya diangkat menjadi kepala sekolah atau pengawas sekolah dengan jumlah sekitar 66.900 orang.
Baca Juga: Rezeki Shio Babi 2026 Diprediksi Menguat di Akhir Tahun, Jangan Tergesa Tinggalkan Pekerjaan
Dalam penjelasan tersebut juga disebut terdapat kebutuhan terkait guru SMP atau sekolah nasional terintegrasi sebanyak 1.147. Seluruh komponen tersebut menjadi bagian dari perhitungan kebutuhan guru.
Pemerintah kemudian mendorong guru non-ASN untuk mempersiapkan diri menghadapi seleksi CPNS guru 2027. Generasi muda khususnya diharapkan tidak hanya mengandalkan kebijakan afirmasi, tetapi meningkatkan kesiapan untuk mengikuti seleksi.
Sertifikat pendidik disebut dapat menjadi salah satu modal bagi guru dalam mengikuti seleksi. Namun, mekanisme dan ketentuan teknis seleksi tetap menunggu aturan yang ditetapkan kementerian terkait.
Guru Non-ASN di Atas 35 Tahun
Persoalan batas usia menjadi salah satu hal yang masih belum memiliki kepastian. Dalam wawancara tersebut disebutkan bahwa ketentuan mengenai mekanisme seleksi berada di Kementerian PANRB.
Karena itu, kemungkinan adanya mekanisme seleksi berbeda bagi guru non-ASN yang berusia lebih dari 35 tahun masih harus menunggu keputusan lebih lanjut. Belum ada penjelasan final mengenai jalur khusus tersebut.
Pemerintah juga menyatakan bahwa guru non-ASN yang belum lolos seleksi CPNS masih dapat mengajar selama kebutuhan guru belum seluruhnya terpenuhi. Penyelesaian kebutuhan sekitar 529.000 guru akan dilakukan secara bertahap.
Baca Juga: Ramalan Shio Babi Tahun Kuda Api 2026: Peluang Besar Datang, Kendalikan Emosi dan Keuangan
Artinya, kegagalan dalam seleksi CPNS tidak otomatis membuat guru non-ASN langsung kehilangan kesempatan mengajar. Selama satuan pendidikan masih membutuhkan guru dan formasi yang tersedia belum sepenuhnya terisi, keberadaan mereka masih dianggap dibutuhkan.
Kondisi tersebut juga berkaitan dengan batas waktu masa kerja yang menjadi perhatian guru non-ASN. Setelah 31 Desember 2026, pemerintah menyebut akan menyiapkan kebijakan transisi bagi guru yang masih dibutuhkan tetapi belum dapat terakomodasi melalui pengangkatan.
Namun, bentuk kebijakan transisi tersebut belum dibahas secara final. Pemerintah menyatakan kebijakan akan disampaikan setelah siap.
Dengan demikian, CPNS guru 2027 menjadi salah satu jalur yang didorong bagi guru non-ASN yang memenuhi persyaratan. Sementara untuk persoalan usia dan status guru setelah 31 Desember 2026, kepastian mekanismenya masih menunggu kebijakan pemerintah.
source: YouTube/@khanzazee
Editor : Hikmatul Insaniya