TULUNGAGUNG, 28 AGUSTUS 2026 – Tim dosen dari Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Brawijaya bersama tim mahasiswa melangsungkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMK Negeri 1 Tulungagung.
Program ini berfokus pada pelatihan dan penyediaan media pembelajaran inovatif berbasis Teknologi Tepat Guna bertajuk BUSA-PLANT (Buku Saku Identifikasi Plankton Air Tawar Tepat Guna) untuk menumbuhkan minat peneliti muda di kalangan pelajar kejuruan perikanan.
Program ini diketuai oleh Zakiyyah Nur Inayah, S.Pi., M.P. dan beranggotakan Dwi Sofiati, S.Pi., M.Si. bersama dengan tim mahasiswa Wahyu Nur Fadila, Maya Azzahro' Nur Rohmah, Pia Marizka Putri Fardinal, Rifqi Shafa Aprilia Putri, Muhammad Bilal Afrizal Fajr, Esya Nasuha Sefti Permatasari, dan Adif Pratama.
Kabupaten Tulungagung yang dikenal sebagai salah satu sentra perikanan darat di Jawa Timur memerlukan sumber daya manusia terampil dalam pengelolaan akuakultur.
Namun, proses praktikum di sekolah sering kali terkendala oleh keterbatasan media identifikasi yang aplikatif. Pada umumnya, para pelajar kerap mengalami kendala saat bertransisi dari tahap pengumpulan sampel air di lapangan ke proses identifikasi mikroskopis di laboratorium.
Selain itu, siswa juga masih menemui kesulitan dalam membedakan spesies fitoplankton yang bermanfaat seperti Chlorella sp. dengan jenis yang berpotensi menghasilkan toksik.
Ketua Tim Pengabdian Universitas Brawijaya, Zakiyyah Nur Inayah, S.Pi., M.P., menjelaskan bahwa kehadiran BUSA-PLANT bertujuan untuk membantu mempermudah proses identifikasi plankton saat pembelajaran berlangsung.
"BUSA-PLANT ini dimanfaatkan sebagai panduan praktis bagi siswa dalam mengenali jenis-jenis plankton. Buku saku ini juga dilengkapi fitur QR-Code yang terhubung langsung ke basis data AlgaeBase khusus fitoplankton air tawar untuk membantu verifikasi spesies," ujar Zakiyyah.
Dalam pelaksanaannya, tim dosen dibantu secara aktif oleh tim mahasiswa pengusul yang turun langsung mendampingi siswa. Dalam pelaksanaannya, tim dosen dibantu secara aktif oleh mahasiswa (Wahyu Nur Fadila, Adif Pratama, M. Bilal Afrizal Fajr, Rifqi Shafa Aprilia Putri dan Esya Nasuha Sefti Permatasari) yang turun langsung mendampingi siswa.
Kegiatan pengabdian ini mendapat sambutan hangat dan dukungan penuh dari pihak sekolah. Dalam sambutannya mewakili Kepala SMK Negeri 1 Tulungagung, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Ibu Nurul Nikmah Widjayati, S.Pd., menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif tim Universitas Brawijaya.
Beliau menegaskan bahwa keberadaan BUSA-PLANT serta pendampingan langsung dari dosen dan mahasiswa sangat membantu menyelaraskan kompetensi praktis siswa dengan kebutuhan industri perikanan modern saat ini.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pengisian pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi mendalam oleh Ketua Tim Pengabdian, Zakiyyah Nur Inayah, S.Pi., M.P.
Pada sesi pemaparan materi ini, peserta dibekali wawasan teoretis mengenai pentingnya ekosistem perairan, fungsi plankton dalam budi daya perikanan, hingga tata cara penggunaan dan pemanfaatan BUSA-PLANT.
Setelah penyampaian materi, para siswa diajak memasuki sesi praktikum hands-on yang terbagi dalam dua sesi hibrid:
1. Sesi Lapangan: Siswa melatih keterampilan teknik pengambilan sampel air kolam budi daya menggunakan jaring plankton dan melakukan prosedur filtrasi secara presisi dengan pendampingan tim mahasiswa.
2. Sesi Pengamatan Laboratorium: Peserta mengamati mikroorganisme di bawah mikroskop cahaya dan secara langsung memverifikasi jenis plankton temuan mereka menggunakan BUSA-PLANT.
Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya diajarkan mengidentifikasi struktur sel mikroorganisme, tetapi juga memahami aplikasi praktis keberadaan plankton sebagai pakan alami penekan biaya operasional budi daya serta sebagai bioindikator kualitas air.
Selain memberikan pelatihan, tim PSDKU Universitas Brawijaya juga menghibahkan buku saku BUSA-PLANT dan plankton net (jaring plankton) untuk mendukung kegiatan praktikum mandiri di laboratorium Jurusan Perikanan (Agribisnis Perikanan Air Tawar) SMKN 1 Tulungagung.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 2 (Tanpa Kelaparan), serta wujud pemanfaatan hasil riset perguruan tinggi bagi masyarakat.
Melalui pembentukan kader peneliti muda di tingkat sekolah menengah, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan literasi sains terapan pelajar sekaligus mendukung keberlanjutan sektor perikanan daerah.(*)
Editor : Vidya Sajar Fitri