TULUNGAGUNG — Perkembangan AI, ekonomi digital, dan perubahan kebutuhan industri mendorong perguruan tinggi untuk semakin mendekatkan pembelajaran dengan dunia bisnis dan industri.
Pesan tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional bertema Future of Business: AI, Digital Economy, and The Next Generation of Entrepreneurs yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi Universitas Tulungagung.
Sebagai narasumber pada seminar tersebut, Gautama Sastra Waskita, S.E., B.BA., M.M., selaku dosen Universitas Tulungagung sekaligus akademisi dan entrepreneur, mengajak mahasiswa melihat teknologi bukan sekedar alat, tetapi sebagai enabler untuk menciptakan inovasi, membangun bisnis, dan menghasilkan nilai.
"Pertanyaannya bukan lagi apakah mahasiswa menggunakan AI. Hampir pasti iya. Pertanyaannya adalah apakah kita sudah menyiapkan mereka untuk menggunakan AI secara produktif, kritis, dan entrepreneurial," ujarnya.
Perspektif akademik tersebut diperkaya oleh para praktisi dan mitra industri, di antaranya Eko Yanuarianto selaku VP Head of Sales East Java Indosat Ooredoo Hutchison, Christian Zamorano selaku narasumber dari Google Developer Group yang membahas prompting-framework, serta Fachrosi Bagus Nugraha selaku praktisi dari Tataniaga Consulting yang membawa perspektif pengembangan bisnis dan kewirausahaan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang pertemuan antara kampus, mahasiswa, industri, dan dunia usaha untuk membangun konektivitas, kreativitas, serta kesiapan menghadapi transformasi digital.
Seminar ini didukung oleh Indosat Ooredoo Hutchison, Google Gemini, dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Universitas Tulungagung
Senin, 21 September 2026