JAKARTA - TKA SD menjadi perhatian siswa yang tengah mempersiapkan diri menghadapi Tes Kemampuan Akademik.
Dalam sebuah video di kanal YouTube Mantap Akademi, Kak Kevin membahas sejumlah soal matematika yang disebut memiliki tipe serupa dengan materi yang perlu dipelajari peserta TKA SD, mulai dari operasi pecahan, diskon, keliling bangun datar, luas, hingga volume dan konversi satuan.
Pembahasan tersebut tidak hanya berisi jawaban akhir. Kak Kevin juga menunjukkan sejumlah cara cepat untuk menyelesaikan soal matematika dengan menyederhanakan operasi dan mengenali konsep dasar yang digunakan.
Baca Juga: Sejarah Trenggalek: Jejak Manusia Purba hingga Jadi Kabupaten Modern
Operasi Pecahan Jadi Soal Pembuka
Salah satu soal yang dibahas meminta siswa menghitung operasi 3,5 dibagi 75 persen kemudian dikalikan dengan 3/14. Menurut Kak Kevin, langkah awal yang dapat digunakan adalah mengubah bilangan desimal dan persen ke bentuk pecahan.
Bilangan 3,5 diubah menjadi 35/10, sedangkan 75 persen menjadi 75/100. Setelah itu, operasi pembagian pecahan dilakukan dengan mengubah tanda pembagian menjadi perkalian dan membalik pecahan di belakangnya.
Kak Kevin juga mengingatkan bahwa operasi perkalian dan pembagian yang berdampingan dikerjakan dari kiri ke kanan. Setelah pecahan disederhanakan, hasil akhir dari soal tersebut adalah 1.
Trik ini menekankan pentingnya kemampuan siswa mengubah bentuk desimal, persen, dan pecahan sebelum melakukan perhitungan.
Soal Diskon Menguji Logika Persentase
Materi berikutnya berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Dalam soal, sebuah pakaian seharga Rp150.000 mendapatkan diskon 20 persen. Pembeli kemudian membayar menggunakan uang Rp200.000.
Alih-alih menghitung nominal diskon terlebih dahulu, Kak Kevin menggunakan pendekatan persentase. Harga asli dianggap sebagai 100 persen. Setelah dikurangi diskon 20 persen, harga yang harus dibayar berarti 80 persen dari harga awal.
Dengan demikian, 80 persen dari Rp150.000 adalah Rp120.000. Jika pembayaran menggunakan Rp200.000, uang kembaliannya menjadi Rp80.000.
Cara tersebut diperkenalkan sebagai metode yang dapat mempercepat pengerjaan ketika siswa menghadapi soal persentase.
Geometri Mengandalkan Kemampuan Membaca Bentuk
Pada soal berikutnya, siswa diminta menentukan keliling sebuah bangun datar yang bentuknya tidak sederhana. Kak Kevin menjelaskan bahwa tanda yang sama pada beberapa sisi menunjukkan panjang yang sama.
Bangun tersebut kemudian dapat dipahami dengan membayangkan beberapa bagian garis digeser sehingga membentuk persegi panjang. Dari pendekatan itu, siswa tidak harus menghitung seluruh sisi satu per satu.
Hasil perhitungan keliling bangun tersebut adalah 96. Pembahasan ini menekankan bahwa soal geometri tidak selalu harus diselesaikan dengan menghitung setiap sisi secara langsung.
Luas Dua Persegi yang Bertumpuk
Soal lain membahas dua kertas berbentuk persegi yang diletakkan secara bertumpuk. Bagian yang saling menutupi memiliki panjang tertentu sehingga siswa perlu menentukan ukuran area yang terlihat.
Kak Kevin menyederhanakan bentuk tersebut menjadi persegi panjang. Dari informasi pada gambar, panjang area yang dihitung adalah 17 cm, sedangkan lebarnya 10 cm.
Dengan rumus panjang dikali lebar, diperoleh luas sebesar 170 cm². Soal ini menurut Kak Kevin membutuhkan kemampuan membaca gambar sekaligus memahami konsep luas.
Volume Akuarium dan Konversi Satuan
Materi terakhir menggabungkan konsep volume dan kecepatan pengisian. Akuarium berbentuk balok dengan ukuran panjang 50 cm, lebar 40 cm, dan tinggi 40 cm.
Volume dihitung menggunakan rumus panjang × lebar × tinggi sehingga diperoleh 80.000 cm³. Karena debit air dinyatakan dalam liter per menit, volume tersebut kemudian dikonversi menjadi 80 liter.
Jika air masuk dengan kecepatan 5 liter per menit, waktu yang dibutuhkan untuk memenuhi akuarium adalah 80 dibagi 5, yakni 16 menit.
Pembahasan tersebut menunjukkan bahwa soal TKA SD dapat menggabungkan beberapa kemampuan sekaligus, seperti geometri, volume, konversi satuan, dan perbandingan.
Baca Juga: Sejarah Trenggalek: Jejak Manusia Purba hingga Jadi Kabupaten Modern
Editor : Muhamad Ahsanul WildanSumber : Mantappu Academy by Jerome Polin