JAKARTA - TKA SD menuntut siswa tidak hanya menguasai rumus, tetapi juga memahami cara membaca soal dan memilih langkah perhitungan yang efisien.
Hal itu terlihat dalam video Mantap Akademi yang membahas beberapa contoh soal matematika untuk persiapan TKA SD, mulai dari pecahan dan persen hingga geometri, luas, volume, serta konversi satuan.
Dalam pembahasan tersebut, Kak Kevin memperlihatkan bahwa sejumlah soal dapat diselesaikan lebih singkat dengan menyederhanakan bentuk angka, mengenali pola bangun, dan menggunakan perbandingan sederhana.
Baca Juga: Sejarah Trenggalek: Jejak Manusia Purba hingga Jadi Kabupaten Modern
Ubah Desimal dan Persen Menjadi Pecahan
Pada soal pertama, siswa menghadapi operasi 3,5 dibagi 75 persen kemudian dikalikan 3/14. Kak Kevin menyarankan agar seluruh bilangan diubah menjadi bentuk pecahan terlebih dahulu.
Bilangan 3,5 dapat ditulis sebagai 35/10, sedangkan 75 persen menjadi 75/100. Setelah itu, operasi pembagian pecahan dilakukan dengan membalik pecahan kedua dan mengubah pembagian menjadi perkalian.
Penyederhanaan pecahan sebelum perkalian juga menjadi bagian penting. Dengan mencoret faktor yang sama, proses perhitungan menjadi lebih sederhana hingga diperoleh hasil akhir 1.
Teknik tersebut dapat membantu siswa mengurangi perhitungan angka besar sekaligus menekan risiko kesalahan saat mengerjakan soal.
Trik Persentase untuk Soal Diskon
Soal berikutnya berkaitan dengan diskon pakaian seharga Rp150.000. Barang tersebut mendapatkan potongan 20 persen dan pembeli membayar Rp200.000.
Kak Kevin menggunakan cara berbeda dengan langsung menentukan persentase yang harus dibayar. Jika harga awal adalah 100 persen dan diskonnya 20 persen, maka harga setelah diskon menjadi 80 persen.
Sebanyak 80 persen dari Rp150.000 menghasilkan Rp120.000. Setelah itu, uang pembayaran Rp200.000 dikurangi Rp120.000 sehingga kembalian yang diperoleh adalah Rp80.000.
Pendekatan ini membuat siswa tidak perlu menghitung nominal diskon terlebih dahulu sebelum mencari harga akhir.
Soal Keliling Tak Selalu Harus Dihitung Satu per Satu
Dalam materi geometri, terdapat bangun datar dengan bentuk berlekuk. Tantangannya adalah menentukan panjang beberapa sisi yang tidak dituliskan secara langsung.
Kak Kevin memanfaatkan tanda yang sama pada gambar untuk mengetahui sisi-sisi yang memiliki panjang identik. Beberapa bagian garis kemudian dibayangkan bergeser sehingga membentuk persegi panjang.
Dengan pendekatan tersebut, bangun yang tampak rumit dapat diperlakukan seperti persegi panjang. Kelilingnya kemudian dihitung menggunakan konsep 2 × (panjang + lebar), hingga diperoleh hasil 96.
Cara ini menekankan pentingnya kemampuan visual sebelum siswa memasukkan angka ke dalam rumus.
Luas Bangun dari Dua Persegi Bertumpuk
Contoh berikutnya menggunakan dua kertas persegi dengan ukuran sama yang saling bertumpuk. Bagian yang tertutup membuat siswa harus menentukan panjang area yang terlihat.
Dari informasi pada gambar, salah satu bagian memiliki panjang 10 cm dengan area tumpang tindih 3 cm. Panjang area yang terbentuk kemudian dapat ditentukan menjadi 17 cm, sedangkan lebarnya 10 cm.
Dengan rumus luas persegi panjang, yaitu panjang dikali lebar, diperoleh luas 170 cm².
Volume Akuarium Perlu Konversi Satuan
Contoh terakhir menggabungkan volume dan kecepatan. Akuarium berbentuk balok berukuran 50 cm × 40 cm × 40 cm. Volume akuarium mencapai 80.000 cm³.
Namun, satuan tersebut belum sesuai dengan debit air yang diberikan dalam liter per menit. Karena 1 liter setara dengan 1 dm³, volume perlu dikonversi terlebih dahulu sehingga menjadi 80 liter.
Dengan debit pengisian 5 liter per menit, waktu yang diperlukan untuk mengisi akuarium sampai penuh adalah 80 ÷ 5, yakni 16 menit.
Rangkaian soal tersebut menunjukkan bahwa persiapan TKA SD tidak hanya berkaitan dengan hafalan rumus. Siswa juga perlu memahami hubungan antarangka, membaca gambar dengan teliti, serta memilih metode perhitungan yang sesuai dengan karakter soal.
Baca Juga: Sejarah Trenggalek: Jejak Manusia Purba hingga Jadi Kabupaten Modern
Editor : Muhamad Ahsanul WildanSumber : Mantappu Academy by Jerome Polin