JAKARTA - Soal TKA SMP 2026 tidak hanya menguji kemampuan siswa menghafalkan rumus matematika.
Enam model soal yang dibahas dalam sebuah video pembelajaran menunjukkan pentingnya memahami konsep, membaca informasi dengan teliti, dan menentukan strategi penyelesaian yang tepat.
Materi yang dibahas cukup beragam. Siswa diajak menyelesaikan soal faktor persekutuan, perbandingan senilai, sistem persamaan linear, garis dan sudut, luas bangun, hingga rata-rata. Sejumlah soal juga menggunakan konteks kehidupan sehari-hari sehingga siswa perlu menerjemahkan cerita menjadi perhitungan matematika.
Baca Juga: Sejarah Ponorogo: Dari Wengker, Bathara Katong hingga Jadi Kota Reog
Gunakan Pemfaktoran, Bukan Perkalian Panjang
Model pertama menguji kemampuan mencari faktor persekutuan tiga bilangan. Salah satu strategi yang digunakan adalah memanfaatkan identitas aljabar selisih dua kuadrat.
Bentuk a2−b2a²-b² dapat diubah menjadi (a+b)(a−b)(a+b)(a-b). Cara tersebut membuat proses pemfaktoran menjadi lebih sederhana tanpa harus mengalikan bilangan yang relatif besar terlebih dahulu.
Setelah setiap bilangan difaktorkan ke dalam faktor prima, siswa cukup melihat faktor yang muncul pada ketiganya. Strategi ini dapat menghemat langkah pengerjaan sekaligus mengurangi risiko kesalahan hitung.
Pecahan dan Perbandingan Senilai
Model berikutnya berkaitan dengan harga cabai. Informasi harga setengah kilogram digunakan untuk menentukan harga 2¼ kilogram.
Kuncinya adalah mengenali bahwa soal tersebut merupakan perbandingan senilai. Ketika jumlah barang meningkat, harga juga meningkat. Setelah pecahan campuran 2¼ diubah menjadi 9/4, siswa dapat menggunakan metode perkalian silang untuk mendapatkan hasil.
Model seperti ini menuntut siswa mengenali jenis perbandingan sebelum melakukan perhitungan. Kesalahan menentukan konsep sejak awal dapat membuat seluruh proses berikutnya ikut keliru.
SPL Mengandalkan Ketelitian
Pada soal sistem persamaan linear, diketahui pasangan solusi x=5x=5 dan y=−2y=-2. Nilai tersebut dimasukkan ke dalam dua persamaan untuk mencari A dan B.
Hasil perhitungan menghasilkan A=3 dan B=-1. Kedua nilai tersebut kemudian digunakan untuk memeriksa beberapa pernyataan, termasuk apakah A merupakan bilangan prima, apakah B merupakan bilangan ganjil, serta perhitungan yang melibatkan A dan B.
Soal seperti ini membutuhkan ketelitian terhadap tanda positif dan negatif. Kesalahan kecil ketika memindahkan ruas dapat mengubah hasil akhir.
Garis Sejajar hingga Luas Dinding
Pada materi geometri, siswa harus menentukan besar sejumlah sudut berdasarkan garis yang sejajar. Sudut bertolak belakang memiliki besar yang sama, sedangkan sudut berpelurus jika dijumlahkan menghasilkan 180 derajat.
Model lainnya meminta siswa menghitung luas dinding rumah yang terdiri dari beberapa bangun. Area dipecah menjadi dua persegi panjang dan satu segitiga. Setelah seluruh bagian dihitung, diperoleh luas total 56 meter persegi.
Luas tersebut kemudian digunakan untuk menentukan kebutuhan cat. Setiap merek memiliki daya tutup dan ukuran kemasan berbeda sehingga siswa harus membandingkan jumlah pembelian dengan kebutuhan sebenarnya.
Rata-Rata Telur Jadi Soal Cerita
Materi terakhir menggunakan statistika melalui persoalan berat telur. Rata-rata berat dalam satu kemasan harus mencapai 55 gram.
Setelah delapan telur diketahui beratnya, dua telur tambahan harus dipilih agar total berat seluruh 10 telur mencapai ketentuan. Perhitungan menghasilkan kebutuhan tambahan 120 gram.
Dari pilihan yang tersedia, kombinasi satu telur besar seberat 65 gram dan satu telur sedang seberat 55 gram menghasilkan total 120 gram.
Pembahasan soal TKA SMP 2026 tersebut menunjukkan bahwa strategi mengerjakan soal menjadi bagian penting dalam persiapan. Siswa perlu menguasai konsep dasar sekaligus membiasakan diri membaca pola soal sebelum menentukan rumus yang digunakan.
Baca Juga: Sejarah Ponorogo: Dari Wengker, Bathara Katong hingga Jadi Kota Reog
Editor : Muhamad Ahsanul WildanSumber : Edu-Vid