JAKARTA - TKA SMP 2026 mulai menjadi perhatian siswa yang tengah mempersiapkan diri menghadapi tes.
Sejumlah model soal yang disesuaikan dengan kisi-kisi TKA SMP 2026 mencakup materi skor, pecahan, FPB, perbandingan, hingga skala dan geometri. Pemahaman konsep menjadi kunci agar siswa tidak hanya mampu menjawab soal, tetapi juga menghindari kesalahan dalam perhitungan.
Dalam salah satu materi latihan, siswa diajak mengerjakan beberapa soal yang disebut mewakili model soal yang perlu dikuasai untuk menghadapi TKA SMP 2026. Pembahasan dilakukan secara bertahap, mulai dari menentukan skor tertinggi hingga menghitung ukuran sebenarnya berdasarkan skala.
Baca Juga: Sejarah Ponorogo dan Kisah Batoro Katong, Awal Mula Tanah Reog
Model Soal Skor TKA
Pada soal pertama, terdapat 30 butir soal dengan ketentuan skor berbeda. Jawaban benar mendapatkan 4 poin, jawaban salah dikurangi 2 poin, sedangkan soal yang tidak dijawab mendapat pengurangan 1 poin.
Empat peserta, yakni Arif, Brian, Charlie, dan Dion, memiliki jumlah jawaban benar dan salah yang berbeda. Setelah menghitung seluruh komponen nilai, Arif memperoleh 93 poin, Brian 90 poin, Charlie 94 poin, dan Dion 89 poin.
Dengan demikian, skor tertinggi diperoleh Charlie dengan nilai 94. Model seperti ini menuntut siswa teliti karena jumlah soal yang tidak dijawab juga memengaruhi nilai akhir.
Pecahan dan Garis Bilangan
Materi berikutnya berkaitan dengan pengurutan bilangan pada garis bilangan. Siswa harus mengubah pecahan, desimal, dan persen ke bentuk yang mudah dibandingkan.
Contohnya, 2 3/4 dapat diubah menjadi 2,75, sedangkan 9/4 menjadi 2,25. Sementara itu, 270 persen sama dengan 2,70. Setelah seluruh bilangan memiliki bentuk desimal, siswa dapat menentukan posisi dari yang terkecil hingga terbesar.
Konsep dasar seperti 1/4 = 0,25, 1/2 = 0,50, dan 3/4 = 0,75 menjadi bagian penting yang perlu dikuasai.
FPB Jadi Materi yang Perlu Dikuasai
Model soal ketiga membahas Faktor Persekutuan Terbesar atau FPB. Siswa diberikan beberapa bilangan yang kemudian harus difaktorkan menggunakan pohon faktor.
Salah satu bilangan yang digunakan adalah 105, yang dapat diuraikan menjadi 3 × 5 × 7. Bilangan lainnya kemudian diuraikan ke dalam faktor prima untuk menemukan faktor yang sama dengan pangkat terkecil.
Dari proses tersebut, diperoleh FPB sebesar 15. Cara ini dapat digunakan ketika siswa menghadapi soal FPB dengan bilangan yang lebih kompleks.
Perhitungan Tepung Donat
Soal keempat menggunakan konteks resep donat kentang. Resep untuk 15 donat membutuhkan 400 gram tepung protein tinggi. Jika jumlah donat yang dibuat meningkat menjadi 60, kebutuhan tepung menjadi 1.600 gram.
Karena sudah tersedia 250 gram tepung, jumlah yang masih dibutuhkan adalah 1.350 gram. Sementara itu, setiap kemasan berukuran 1/4 kilogram atau 250 gram.
Dengan demikian, diperlukan minimal enam kemasan. Enam kemasan menghasilkan 1.500 gram tepung sehingga masih terdapat sisa 150 gram, tetapi jumlah tersebut sudah mencukupi kebutuhan.
Skala dan Geometri
Materi terakhir dalam latihan membahas denah rumah dengan skala 1:150. Siswa harus mengubah ukuran pada gambar menjadi ukuran sebenarnya sebelum menghitung keliling maupun luas.
Pada bagian karpot, panjang pada gambar 4 cm dan lebar 3 cm. Setelah dikalikan skala, ukuran sebenarnya menjadi 6 meter × 4,5 meter. Kelilingnya adalah 21 meter.
Sementara itu, ukuran seluruh lahan setelah dikonversi menjadi 18 meter × 9 meter sehingga luasnya mencapai 162 meter persegi. Soal lain juga meminta siswa menentukan luas ruang lesehan yang hasilnya 13,5 meter persegi.
Rangkaian latihan tersebut menunjukkan bahwa persiapan TKA SMP 2026 tidak cukup hanya dengan menghafal rumus. Siswa perlu memahami konsep, teliti membaca informasi, dan terbiasa mengubah bentuk bilangan serta satuan. Latihan secara rutin dapat membantu siswa mengenali pola soal dan mengurangi kesalahan perhitungan saat tes.
Baca Juga: Sejarah Ponorogo dan Kisah Batoro Katong, Awal Mula Tanah Reog
Editor : Muhamad Ahsanul WildanSumber : Edu-Vid