JAKARTA - TKA Matematika SMA 2026 semakin dekat sehingga siswa perlu memperbanyak latihan soal, terutama materi bilangan, himpunan, serta eksponen dan pangkat rasional.
Salah satu latihan yang dibahas Ruang Angsana menunjukkan dua model soal yang perlu dipahami karena menuntut ketelitian dalam membaca simbol matematika sekaligus penguasaan sifat-sifat dasar bilangan berpangkat.
Latihan tersebut terdiri atas dua soal. Soal pertama menguji pemahaman siswa mengenai himpunan, irisan, dan gabungan. Sementara soal kedua membahas operasi bilangan berpangkat dengan pangkat pecahan.
Baca Juga: Sejarah Ponorogo: Kisah Batoro Katong hingga Reog Jadi Identitas Budaya
TKA Matematika SMA 2026 Materi Himpunan
Pada soal pertama diberikan tiga himpunan, yakni A, B, dan C. Himpunan A berisi bilangan bulat yang memenuhi syarat lebih besar dari -2 dan kurang dari atau sama dengan 5.
Dengan ketentuan tersebut, anggota himpunan A adalah -1, 0, 1, 2, 3, 4, dan 5.
Selanjutnya, himpunan B ditentukan berdasarkan syarat x² kurang dari atau sama dengan 16. Karena x merupakan bilangan bulat, anggota B adalah -4, -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, dan 4.
Sedangkan himpunan C terdiri atas bilangan prima yang kurang dari 10. Anggotanya adalah 2, 3, 5, dan 7.
Setelah seluruh anggota himpunan ditentukan, siswa diminta memahami operasi irisan dan gabungan. Irisan A dan B berarti mencari anggota yang terdapat pada kedua himpunan tersebut.
Hasilnya adalah -1, 0, 1, 2, 3, dan 4. Hasil irisan tersebut kemudian digabungkan dengan himpunan C.
Dalam operasi gabungan, setiap anggota yang sama cukup dituliskan satu kali. Dengan demikian, hasil akhirnya menjadi -1, 0, 1, 2, 3, 5, dan 7.
Kesalahan yang perlu dihindari siswa adalah langsung menggabungkan seluruh angka tanpa terlebih dahulu menyelesaikan operasi yang berada di dalam tanda kurung.
Eksponen dengan Pangkat Pecahan
Soal kedua membahas bentuk eksponen dengan pangkat rasional. Sekilas, bentuk tersebut terlihat rumit karena melibatkan basis 3, 9, dan 27 sekaligus.
Kuncinya adalah mengubah seluruh bilangan menjadi basis yang sama. Angka 9 dapat diubah menjadi 3², sedangkan 27 menjadi 3³.
Setelah itu, digunakan sifat perpangkatan. Jika sebuah bilangan berpangkat kemudian dipangkatkan lagi, pangkatnya dikalikan. Sementara untuk perkalian dengan basis sama, pangkat dijumlahkan. Untuk pembagian dengan basis sama, pangkat dikurangkan.
Melalui penyederhanaan tersebut, bentuk soal akhirnya dapat diubah menjadi 3⁴ dibagi 3⁵/². Karena basisnya sama, pangkatnya dikurangkan sehingga diperoleh 3⁴⁻⁵/² atau 3³/².
Materi seperti ini membutuhkan ketelitian karena kesalahan kecil ketika mengubah basis atau mengoperasikan pecahan dapat membuat jawaban akhir berubah.
Bagi siswa yang akan menghadapi TKA Matematika SMA 2026, latihan soal tidak cukup hanya dengan menghafalkan rumus. Pemahaman terhadap konsep himpunan dan sifat eksponen perlu dibangun agar siswa mampu menyelesaikan variasi soal yang berbeda.
Baca Juga: Sejarah Ponorogo: Kisah Batoro Katong hingga Reog Jadi Identitas Budaya
Editor : Muhamad Ahsanul WildanSumber : Ruang Angsana