TKA SD/MI 2026, 10 Soal Ini Wajib Dikuasai, Nomor 9 Bikin Keliru !

Muhamad Ahsanul Wildan • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 15:40 WIB
TKA SD/MI 2026 punya soal pecahan, pola, KPK hingga geometri. Simak 10 soal prediksi yang wajib dikuasai. (Ilustrasi Gemini AI)
TKA SD/MI 2026 punya soal pecahan, pola, KPK hingga geometri. Simak 10 soal prediksi yang wajib dikuasai. (Ilustrasi Gemini AI)

JAKARTA - TKA SD/MI 2026 mulai menjadi perhatian siswa yang akan menghadapi seleksi akademik menuju jenjang SMP.

Salah satu materi latihan yang bisa digunakan adalah prediksi soal matematika yang menguji kemampuan pecahan, operasi hitung, perbandingan, pola bilangan, KPK, hingga bangun datar. Dalam video pembahasan yang beredar di YouTube, terdapat 30 soal prediksi TKA SD/MI 2026, sementara bagian pertama membahas 10 soal dengan tingkat kesulitan yang beragam.

Baca Juga: Sejarah Ponorogo: Kisah Batoro Katong hingga Reog Jadi Identitas Budaya

Pecahan Jadi Materi Awal yang Diuji

Pada soal pertama, siswa diminta menentukan pecahan senilai dari bagian gambar yang diarsir. Dari total 16 bagian, terdapat 10 bagian yang diarsir sehingga diperoleh pecahan 10/16. Pecahan tersebut kemudian disederhanakan menjadi 5/8.

Soal berikutnya menguji kemampuan siswa mengurutkan berat badan bayi dari data yang menggunakan pecahan dan desimal. Beberapa nilai perlu dikonversi terlebih dahulu, seperti 3 3/10 menjadi 3,3 kg dan 3 1/4 menjadi 3,25 kg. Dari perbandingan tersebut, bayi milik Ibu Suraya menjadi yang paling ringan dengan berat 2,8 kg, sedangkan bayi milik Ibu Husna menjadi yang paling berat dengan 3,3 kg.

Kemampuan mengubah desimal menjadi pecahan juga muncul pada soal ketiga. Angka 0,6 diubah menjadi 6/10, kemudian disederhanakan menjadi 3/5.

Soal Cerita Menguji Ketelitian Berhitung

Pada soal keempat, siswa dihadapkan pada persoalan jual beli alat tulis. Ibu Devi membeli 10 pensil seharga Rp25.000 dan delapan pulpen seharga Rp40.000. Masing-masing barang dijual dengan keuntungan Rp500 per buah.

Harga beli satu pensil adalah Rp2.500 sehingga harga jualnya menjadi Rp3.000. Sementara itu, satu pulpen memiliki harga beli Rp5.000 dan dijual Rp5.500. Jika seluruh barang terjual, keuntungan yang diperoleh mencapai Rp9.000.

Soal kelima masih berkaitan dengan transaksi. Mita membeli satu set krayon seharga Rp12.500 dan empat buku tulis dengan harga Rp4.500 per buku. Total belanja mencapai Rp30.500. Jika Mita membayar menggunakan Rp35.000, uang kembaliannya adalah Rp4.500.

Pada soal keenam, siswa diuji dalam operasi hitung campuran. Perkalian 0,05 dengan 6 harus dikerjakan terlebih dahulu sehingga menghasilkan 0,30. Setelah 1/4 diubah menjadi 0,25, perhitungan menghasilkan 8 - 0,25 + 0,30 atau 8,05.

Pecahan, Pola, dan KPK Mulai Menuntut Fokus

Soal ketujuh menghadirkan cerita tentang tepung. Bu Ani memiliki 3/4 kg tepung dan membeli lagi 1/2 kg. Sebanyak 3/8 kg digunakan untuk masing-masing dari dua loyang kue. Setelah digunakan, tersisa 1/2 kg tepung yang dibagi rata ke dua toples. Setiap toples berisi 1/4 kg.

Soal kedelapan menguji pola gambar berupa lingkaran dan jajar genjang. Jumlah lingkaran bertambah empat pada setiap pola, sedangkan jajar genjang bertambah tiga. Berdasarkan pola tersebut, pernyataan mengenai jumlah lingkaran pada pola kelima dan ketujuh serta selisih jajar genjang dinyatakan benar, sementara satu pernyataan lainnya salah.

Bagian yang cukup menguji ketelitian muncul pada soal kesembilan. Tiga jenis barang dikirim setiap enam, tujuh, dan 12 hari. Ketiganya pertama kali tiba bersamaan pada 15 Januari 2026. Untuk menentukan kedatangan bersamaan berikutnya, siswa harus mencari KPK dari 6, 7, dan 12 yang menghasilkan 84.

Dengan menghitung 84 hari setelah 15 Januari 2026, jadwal kedatangan bersamaan berikutnya jatuh pada 9 April 2026.

Bangun Datar Jadi Penutup

Soal kesepuluh membahas sifat bangun datar. Siswa harus memahami sisi sejajar, diagonal, sudut, dan hubungan antarunsurnya. Pernyataan mengenai dua pasang sisi sejajar yang tidak sama panjang serta diagonal yang tidak berpotongan tegak lurus dinyatakan benar. Sementara pernyataan bahwa sudut yang berhadapan tidak sama besar dinyatakan salah.

Kesepuluh soal tersebut menunjukkan bahwa TKA SD/MI 2026 tidak hanya membutuhkan hafalan rumus. Siswa juga perlu teliti membaca informasi, mengubah bentuk bilangan, memahami pola, serta memilih operasi matematika yang tepat. Latihan dengan model soal cerita menjadi penting agar siswa terbiasa menghadapi variasi pertanyaan saat ujian.

Baca Juga: Sejarah Ponorogo: Kisah Batoro Katong hingga Reog Jadi Identitas Budaya

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
Sumber : Edu-Vid
soal matematika matematika SD TKA SD/MI 2026 soal TKA SD/MI prediksi TKA 2026