JAKARTA - TKA SMP menjadi salah satu ujian yang membutuhkan penguasaan konsep matematika sekaligus ketelitian membaca soal.
Dalam pembahasan Mantappu Academy, terdapat sejumlah model soal yang perlu dikuasai siswa, mulai dari operasi bilangan dan fungsi, diskon, pola konfigurasi objek, kesebangunan, hingga geometri dan Pythagoras.
Pembahasan tersebut menunjukkan bahwa soal TKA SMP tidak selalu sulit dari sisi hitungan. Tantangan utamanya justru terletak pada kemampuan siswa memahami konsep, menentukan langkah pengerjaan, serta memilih cara paling efisien ketika waktu ujian terbatas.
Baca Juga: TKA SMA 2026, Trik Cepat 8 Soal Ini, dari SPLDV sampai Grafik Fungsi
Operasi Pecahan dan Bilangan Rasional
Model soal pertama berkaitan dengan operasi bilangan. Siswa perlu memahami urutan pengerjaan atau yang dikenal dengan konsep kurung, pangkat, kali-bagi, kemudian tambah-kurang.
Selain itu, ketika menemukan bilangan dalam bentuk berbeda, seperti persen, desimal, dan pecahan, bentuk tersebut perlu disamakan terlebih dahulu. Dalam contoh yang dibahas, 12,5 persen diubah menjadi pecahan agar dapat dijumlahkan dengan bilangan desimal yang juga diubah ke bentuk pecahan.
Pemahaman operasi pecahan menjadi dasar penting karena siswa harus mampu melakukan penyederhanaan sebelum melanjutkan perhitungan. Cara tersebut dapat membuat angka yang dihitung lebih kecil dan mengurangi risiko kesalahan.
Fungsi dan Strategi Eliminasi Jawaban
Soal berikutnya membahas fungsi linear dengan bentuk umum f(x) = ax + b. Diketahui nilai fungsi pada beberapa bilangan, siswa kemudian diminta menentukan nilai a, b, maupun kebenaran suatu pernyataan.
Cara yang digunakan adalah membentuk dua persamaan dan menyelesaikannya dengan metode eliminasi. Dari proses tersebut diperoleh nilai a = -2 dan b = 3 sehingga fungsi yang terbentuk adalah f(x) = -2x + 3.
Namun, yang menarik bukan sekadar hasil perhitungan. Dalam ujian dengan waktu terbatas, siswa disarankan memanfaatkan pilihan jawaban untuk melakukan eliminasi. Jika salah satu pernyataan sudah terbukti tidak benar, beberapa pilihan dapat langsung dicoret tanpa menghitung seluruh bagian soal.
Jangan Tertipu Besarnya Persentase Diskon
Model berikutnya berkaitan dengan diskon dan tabel harga. Siswa diminta menentukan toko yang memberikan harga total paling murah untuk pembelian kaos dan celana.
Pembahasan menekankan bahwa diskon tidak boleh langsung dijumlahkan. Persentase diskon yang lebih besar belum tentu menghasilkan harga akhir paling murah karena harga awal setiap barang dan pembagian diskonnya berbeda.
Untuk menghitung harga setelah diskon, siswa dapat menggunakan persentase yang harus dibayar. Misalnya, diskon 25 persen berarti pembeli membayar 75 persen dari harga awal.
Dalam contoh tersebut, perbandingan harga beberapa toko menghasilkan total berbeda tipis. Setelah seluruh perhitungan yang diperlukan, toko A menjadi pilihan dengan harga total paling rendah.
Pola Konfigurasi hingga Kesebangunan
Soal pola konfigurasi objek juga membutuhkan kemampuan melihat hubungan antarbangun. Salah satu cara adalah mengubah pola menjadi bilangan dan mencari selisihnya. Cara lain yang dinilai lebih efektif adalah mengamati bentuk visualnya.
Pada pola persegi bertingkat, jumlah persegi satuan dapat dirumuskan berdasarkan susunan bagian tengah dan persegi di sekelilingnya. Untuk pola ke-30, misalnya, perhitungan dapat dilakukan langsung menggunakan pola kuadrat sehingga tidak perlu menghitung satu per satu.
Sementara itu, soal lebar sungai menggunakan konsep kesebangunan. Kunci pengerjaannya adalah menemukan sudut-sudut yang sama dan menentukan sisi-sisi yang bersesuaian. Setelah perbandingan sisi dibuat dengan benar, nilai yang ditanyakan dapat ditemukan melalui perkalian silang.
Geometri dan Pythagoras
Model terakhir menggabungkan konsep luas persegi, keliling, dan Teorema Pythagoras. Tiga persegi diketahui memiliki luas 9, 25, dan 49. Dari luas tersebut, panjang sisi masing-masing persegi dapat diketahui dengan mengambil akar kuadrat, yakni 3, 5, dan 7.
Selanjutnya, siswa harus menentukan bagian sisi terluar bangun yang diarsir. Beberapa sisi dapat ditemukan melalui selisih panjang, sementara bagian tertentu membentuk segitiga siku-siku.
Dengan pola Triple Pythagoras 5-12-13, panjang sisi miring dapat ditentukan tanpa perhitungan panjang. Seluruh sisi luar kemudian dijumlahkan sehingga diperoleh keliling bangun sebesar 36 sentimeter.
Rangkaian soal tersebut memperlihatkan bahwa TKA SMP membutuhkan kombinasi kemampuan berhitung, memahami konsep, membaca visual, serta memilih strategi pengerjaan. Karena waktu ujian terbatas, siswa tidak hanya perlu menguasai rumus, tetapi juga terbiasa mengenali pola dan memilih cara penyelesaian yang paling efisien.
Baca Juga: TKA SMA 2026, Trik Cepat 8 Soal Ini, dari SPLDV sampai Grafik Fungsi
Editor : Muhamad Ahsanul WildanSumber : Mantappu Academy by Jerome Polin