TULUNGAGUNG — Peringatan Hari Tani menjadi momentum untuk mengenalkan pentingnya ketahanan pangan kepada generasi muda.
Hal tersebut turut dilakukan SMAN 1 Kauman (SMANSAKA) Tulungagung melalui program Sekolah Inovatif yang mengangkat isu ketahanan pangan.SMAN 1 Kauman (SMANSAKA) Tulungagung melalui program Sekolah Inovatif yang mengangkat isu ketahanan pangan.
Kepala SMAN 1 Kauman, Wawan Santosa, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah memberikan pengalaman kepada siswa agar tidak hanya memahami ketahanan pangan secara teori, tetapi juga mengenal proses dan pentingnya menjaga ketersediaan pangan.
“Anak-anak perlu dikenalkan bahwa ketahanan pangan itu bukan hanya persoalan petani, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Dari sekolah, kami mencoba memberikan pemahaman dan pengalaman kepada siswa,” ujar Wawan.
Menurutnya, keterlibatan siswa dalam kegiatan ketahanan pangan juga menjadi sarana pembelajaran yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Siswa dapat melihat secara langsung bagaimana pangan dihasilkan sekaligus memahami pentingnya menjaga lingkungan dan sumber daya yang ada.
“Antusiasme siswa cukup baik karena mereka bisa belajar melalui kegiatan yang langsung dilakukan. Harapannya, mereka tidak hanya tahu hasil akhirnya, tetapi juga memahami proses dan menghargai bagaimana pangan itu bisa sampai ke meja makan,” jelasnya.
Wawan menambahkan, program tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga menjadi bagian dari budaya sekolah.
Selain menambah pengetahuan, kegiatan ketahanan pangan juga diharapkan mampu menumbuhkan kemandirian dan kepedulian siswa terhadap lingkungan sekitar.
“Ke depan tentu kami berharap program ini bisa terus berjalan dan dikembangkan. Yang paling penting, anak-anak punya kesadaran bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar yang harus dijaga bersama,” pungkasnya. (meg)
Editor : Vidya Sajar Fitri