SKTP TPG September 2026 Mulai Terbit, Guru yang Sudah Valid Masih Menunggu Antrean

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 19:05 WIB
Tugas Utama Anda:
1. Mengubah transkrip video YouTube menjadi berita online yang menarik, informatif, dan SEO-friendly.
2. Panjang berita harus antara 500 hingga 600 kata.
3. Memastikan keyword utama disisipkan secara strategis: di judul, di paragraf pertama, dan di deskripsi (130 huruf).
Anda adalah Redaktur Senior di Jawa Pos, spesialis dalam penulisan berita online yang berorientasi pada SEO (Search Engine Optimization) dan page view tinggi untuk website portal berita.
Paragraf pertama mengandung overview seluruh berita.
Struktur Output:
Anda harus menghasilkan 4 elemen kunci berikut dalam format terstruktur:
1. Judul Berita (Headline): panjang maksimal 100 huruf, klikbait, bikin orang penasaran, dan wajib mengandung keyword utama.
2. Berita: Teks lengkap 600-700 kata, ditulis dengan gaya jurnalistik Jawa Pos yang lugas, faktual, dan mudah dibaca. Pastikan alur narasi jelas dari transkrip YouTube, dan hindari pengulangan informasi yang berlebihan. Diawali dengan "Nama Kota"- , jika tak ada beri "JAKARTA" - . 
3. Deskripsi (Meta Description): Maksimal 130 karakter dan wajib mengandung keyword utama. Harus persuasif agar menarik klik (CTR tinggi).
4. Tags (5 buah): Lima keyword utama yang paling sering disebut di judul, deskripsi dan paragraf pertama. Keyword utama yang berbeda-beda. Keyword utama yakni place, person dan things (isu).
Instruksi Masukan (Input):
Saya akan memberikan transkrip video YouTube di bawah ini. Analisis transkrip tersebut, identifikasi tema utamanya, dan tentukan keyword utama yang paling potensial mendatangkan traffic tinggi bagi website kami.
Instruksi Khusus SEO & Gaya Penulisan:
Buat sub-judul (H2/H3) yang relevan dalam teks berita untuk memecah blok teks dan meningkatkan readability tanpa menggunakan icon.
Berikut transkrip videonya: [00:06] Speaker A: Oke, baik. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bapak, Ibu guru yang terhormat. Jumpa lagi di channel Kurabat 21, channelnya para guru Indonesia konsisten menyampaikan info valid komitmen melawan berita hoax.

[00:23] Speaker A: Nah, Bapak Ibu, akhirnya hari ini 31 Agustus 2026 Bapak Ibu itu sudah mulai realisasi.

[00:41] Speaker A: Bapak Ibu untuk TPG bulan Agustus ini terpantau hari ini salah satu ini ya. Ini salah satu kami tampilkan postingan dari teman-teman dari sekian banyak ini salah satunya menyatakan seperti Tukis Sulawesi Tengah, Kabupaten Luwuku, Banggai Sudah Cair Bank Mandiri dan BSI.

[01:01] Speaker A: Ini kalau kita lihat transferannya tertanggal 31 Agustus 2026 pukul 09.58. Pukul 09.58. Nah, ini Beyond by BSI. Berarti ini Bank BSI ya. Nah, jadi teman-teman untuk yang sudah realisasi selamat dan untuk teman-teman yang belum tidak perlu khawatir Bapak Ibu itu biasanya memang

[01:18] Speaker A: masifnya itu sore Bapak Ibu paling banyak pencairan itu kalau kita pantau beberapa bulan terakhir itu adalah di sore-sore hari Bapak Ibu. Nah, kenapa kemudian tidak bersamaan? Karena pencairan itu dilakukan oleh KPPN dan KPPN ini tersebar di seluruh Indonesia.

[01:33] Speaker A: Bapak Ibu. Tapi biasanya tetap di hari yang sama. Hanya jamnya saja yang berbeda. Nah, ini kalau kita lihat salah satu daerah ini KPPN-nya cepat realisasi. Semoga KPPN di daerahnya Bapak, Ibu juga menyusul seperti itu.

[01:50] Speaker A: Tapi perlu dipahami bahwa KPPN itu bukan di bawah naungan pemda ya, itu di bawah naungan Kementerian Keuangan. Sebelumnya itu teman-teman non itu sudah lebih dulu pencairan namun juga belum menyeluruh ya, belum menyeluruh. Masih ada teman-teman yang juga teman-teman nonen

[02:03] Speaker A: menunggu TPG-nya. Hari ini, Bapak, Ibu. Nah, saya ingin informasikan 4 bulan terakhir ini BKN menerbitkan empat kebijakan baru untuk menguatkan ASN.

[02:30] Speaker A: Pertama, kita sedang membangun satu data. Satu, KASN harus berisi semua potensi, semua kompetensi profiling ASN secara lengkap. Maka kebijakan pertama di BKN adalah kemudahan pencantuman gelar agar gelar, sarjana, master, doktor semua dicantumkan.

[02:53] Speaker A: Ini penting karena profil ASN kita saat ini salah satunya terkendala sulitnya pencantuman gelar. Maka dari BKN memberikan kemudahan pencantuman gelar dalam 2 bulan ini ya kurang lebih 2 bulan ini sudah puluhan ribu gelar baru dicantumkan. Oleh karena itu, para

[03:05] Speaker A: kepala BKD mari berpikir terbuka untuk membantu para ASN melakukan pencantuman gelar. Syaratnya adalah memiliki ijazah yang didapat secara sah dan resmi.

[03:30] Speaker A: Kampusnya terakreditasi, kuliahnya terdaftar mengikuti perkuliahan sampai dengan lulus. Yang kedua, kemudahan dalam uji kompetensi empat kali ditambah menjadi 12 kali. Dan bagi yang tidak lulus uji kompetensi hanya mengulang pada bagian yang tidak lulus saja sepanjang masih dalam jangka

[03:52] Speaker A: masa keberlakuan hasil uji kompetensi itu. Ya. Jadi kawan-kawan tolong ini manfaatkan dan saya minat yang membina jabatan fungsional juga bisa lebih sering memberi kesempatan uji kompetensi yang setahun hanya tiga kali dibuat menjadi 12 kali. Di BKN sudah

[04:10] Speaker A: menerapkan uji kompetensi dari setahun empat kali menjadi setahun 12 kali. Dan bagi yang tidak lulus boleh mengulang di kompetensi yang mana dan nanti hanya mengulang pada bagian yang tidak lulus saja. Ini kebijakan yang kedua.

[04:33] Speaker A: Kebijakan yang ketiga menggelar profesi. Jadi rekan-rekan para ASN sekali lagi profil ASN kita harus lengkap sehingga Bapak Presiden, Bapak Gubernur, Bapak Bupati, Walikota membentuk ASN seperti apa dalam database kita. Karena satu data kita lengkap, kita bisa profiling dengan cepat. Dan ini penting untuk

[04:57] Speaker A: mobilitas talenta nasional. Eselon 2, eselon 2 yang layak menjadi eselon 1 sudah termonitor. Tinggal kita laporkan kepada Bapak Presiden, kepada para menteri. Nah, kalau database kita lengkap mudah kita lakukan untuk talent spotting, manajemen talenta secara nasional. Jadi ini pencantuman gelar

[05:30] Speaker A: profesi. Silakan dicantumkan yang punya gelar profesi notaris, pengacara misalnya dulu pernah menjadi pengacara atau advokat, pernah menjadi kurator ya menjadi insinyur atau bidan, perawat, dokter, silakan semua gelarnya dimasukkan termasuk sertifikasi. Sertifikasi sertifikasi keuangan kepamongprajaan sertifikasi sebagai satpol PP atau diklat-diklat

[06:01] Speaker A: PPNS silakan sertifikasi-sertifikasinya dimasukkan termasuk pendidikan pelatihan yang sudah diikuti. Yang terakhir, BKN sudah menerbitkan peraturan PKN nomor 2 tahun 2025 untuk menyelesaikan masalah yang sudah puluhan tahun tidak selesai, yaitu kesempatan ASN yang bagus berkembang lebih cepat daripada yang tidak bagus.

[06:21] Speaker A: Misalnya ASN yang ini naik pangkat luar biasa, ASN yang di jabatan fungsional ini pasti akan bisa nyalip pimpinannya naiknya tahun sekali. Jadi semangatnya adalah kita melakukan relaksasi regulasi.

[06:35] Speaker A: Yang tadi ASN tidak boleh melampaui jabatannya, sekarang di jabatan pimpinannya. Misalnya sebuah seksi atau kasubak pimpinannya 3C.

[06:50] Speaker A: Ketika stafnya yang 3C mau naik pangkat dulu tidak boleh. Karena tidak boleh pimpinannya 3C, stafnya naik 3D. Dulu enggak boleh. Mulai hari ini kita bolehkan. Tidak perlu staf itu pindah tempat.

[07:09] Speaker A: Atau yang dari 3B naik sama dengan pimpinannya 3C boleh. Yang sudah 3C naik menjadi 3D boleh. Nah, di sinilah kita dari BKN memberikan solusi agar tidak ada hambatan bagi ASN berkembang.

[07:32] Speaker A: Ini kan menjadi sangat merugikan kalau ASN tidak bisa berkembang bukan karena masalah di dirinya, tapi ada masalah di sistem. Nah, sistem ini yang harus kita perbaiki. Sistem itu bisa berupa regulasinya, bisa berupa aplikasinya, bisa berupa culture-nya. Nah, ini yang harus kita

[07:48] Speaker A: perbaiki. Sama-sama. Kabar baik hari ini ada promo spesial paket empat ebook, Bapak, Ibu. Empat e-book pegangan guru sepanjang tahun ini bisa Bapak, Ibu miliki hari ini hanya dengan Rp50.000 saja. Ada ebook ice breaking atau games untuk siswa. Ada

[08:06] Speaker A: ebook guru cerdas finansial. Panduan 15 usaha sampingan untuk guru. Ada ebook buku pegangan guru sertifikasi. Berisi ratusan pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh guru beserta jawaban lengkapnya. Dan ada ebook 40 menit paham implementasi pembelajaran mendalam yang lagi tren saat ini. Ayo Bapak Ibu jangan

[08:22] Speaker A: sampai terlewatkan promonya. Segera pesan di WA admin 082313320383. Sebelum lanjut, kami menyampaikan kabar baik bahwa telah rilis produk digital terbaru kami, yaitu 200 template PowerPoint siap pakai untuk guru.

[08:37] Speaker A: Guru-guru kan sering tuh butuh PowerPoint untuk memaparkan materi di kelas. Namun kadang bingung karena PowerPoint-nya kurang menarik, flat, dan tidak variatif. Nah, 200 template PowerPoint siap pakai ini akan membantu guru-guru sehingga Bapak, Ibu tidak perlu mendesain dari awal. Sudah ada

[08:52] Speaker A: template-nya, tinggal Bapak, Ibu sesuaikan. Ini cocok untuk semua jenjang ya, mulai dari TK, SD, SMP, SMA, sederajat Bapak, Ibu. Jadi Bapak, Ibu cuma sekali beli bisa dipakai seterusnya sampai Bapak Ibu pensiun. Jadi, silakan dipesan 200 template PowerPoint siap pakai 

Keyword Utama: TPG Agustus 2026

TPG Agustus 2026 Mulai Cair 31 Agustus, BKN Terbitkan 4 Kebijakan Baru untuk ASN

Berita

JAKARTA - TPG Agustus 2026 mulai cair pada Senin, 31 Agustus 2026. Sejumlah guru di beberapa daerah dilaporkan telah menerima tunjangan profesi guru (TPG) melalui rekening bank masing-masing. Di tengah pencairan tersebut, Badan Kepegawaian Negara (BKN) juga mengumumkan empat kebijakan baru untuk mempermudah pengembangan karier aparatur sipil negara (ASN), mulai dari pencantuman gelar akademik hingga kelonggaran kenaikan pangkat.

Informasi pencairan TPG Agustus 2026 tersebut disampaikan melalui kanal YouTube Kurabat 21. Dalam laporannya, sejumlah guru mulai membagikan bukti transfer yang menunjukkan tunjangan profesi telah masuk ke rekening pada 31 Agustus 2026.

Salah satu laporan berasal dari guru di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Pencairan tersebut dilakukan melalui Bank Mandiri dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Bukti transaksi yang ditampilkan menunjukkan transfer melalui layanan BYOND by BSI pada pukul 09.58 WIB.

Guru yang telah menerima tunjangan tersebut diharapkan dapat memanfaatkan pencairan sesuai kebutuhan. Sementara itu, guru yang belum menerima TPG diminta tidak terburu-buru khawatir karena penyaluran masih berlangsung.

Pencairan TPG Agustus 2026 Tidak Serentak

Pencairan TPG tidak selalu berlangsung secara bersamaan di seluruh wilayah Indonesia. Perbedaan waktu tersebut berkaitan dengan proses penyaluran yang dilakukan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) yang tersebar di berbagai daerah.

KPPN berada di bawah naungan Kementerian Keuangan, bukan pemerintah daerah. Karena itu, kecepatan realisasi pencairan dapat berbeda antara satu wilayah dan wilayah lainnya.

Berdasarkan pemantauan yang disampaikan dalam video, pencairan tunjangan pada beberapa bulan sebelumnya cenderung berlangsung secara bertahap. Bahkan, sebagian besar transfer dilaporkan terjadi pada sore hari.

Dengan demikian, guru yang belum menerima TPG pada pagi hari masih berpeluang mendapatkannya pada waktu berikutnya. Namun, waktu masuknya dana tetap bergantung pada proses penyaluran di masing-masing wilayah.

Sebelumnya, sejumlah guru non-ASN juga telah menerima pencairan TPG. Meski demikian, penyalurannya belum merata sehingga masih ada penerima yang menunggu realisasi tunjangan.

Empat Kebijakan Baru BKN untuk ASN

Selain perkembangan pencairan TPG, BKN juga memperkenalkan empat kebijakan yang berkaitan dengan pengembangan karier ASN. Kebijakan tersebut diarahkan untuk melengkapi data kepegawaian, mempermudah pengujian kompetensi, serta memberikan ruang pengembangan karier yang lebih fleksibel.

Pertama, kemudahan pencantuman gelar akademik. BKN memberikan kemudahan bagi ASN untuk mencantumkan gelar sarjana, magister, hingga doktor dalam data kepegawaiannya. Langkah ini bertujuan melengkapi profil kompetensi ASN agar dapat digunakan dalam pemetaan sumber daya manusia.

Dalam kurun waktu sekitar dua bulan sejak kebijakan tersebut diterapkan, puluhan ribu gelar baru disebut telah berhasil dicantumkan. ASN yang ingin mengajukan pencantuman gelar harus memiliki ijazah resmi dari perguruan tinggi terakreditasi serta menempuh pendidikan sesuai ketentuan.

Kedua, peningkatan frekuensi uji kompetensi. Kesempatan mengikuti uji kompetensi ditingkatkan dari empat kali menjadi 12 kali dalam setahun. ASN yang belum lulus juga dapat mengulang bagian kompetensi yang belum memenuhi persyaratan, selama hasil uji kompetensinya masih berlaku.

Kebijakan ini diharapkan memberikan lebih banyak kesempatan bagi ASN untuk memenuhi persyaratan pengembangan jabatan fungsional.

Ketiga, pencantuman gelar profesi dan sertifikasi. ASN kini didorong melengkapi profil kepegawaiannya dengan gelar profesi, sertifikasi, serta riwayat pendidikan dan pelatihan. Gelar seperti notaris, advokat, insinyur, dokter, bidan, dan perawat dapat dicantumkan sesuai kualifikasi yang dimiliki.

Data tersebut diperlukan untuk mendukung pemetaan talenta nasional dan membantu proses manajemen karier ASN.

Keempat, relaksasi aturan kenaikan pangkat. BKN menerbitkan Peraturan BKN Nomor 2 Tahun 2025 untuk memberikan kelonggaran bagi ASN dalam mengembangkan karier. Salah satu perubahan yang disampaikan adalah kesempatan bagi staf untuk naik pangkat melampaui pangkat atasannya tanpa harus pindah unit kerja.

Sebagai contoh, staf dengan pangkat 3C kini dapat mengajukan kenaikan menjadi 3D meskipun atasannya masih berpangkat 3C. Kebijakan ini ditujukan untuk mengurangi hambatan administratif yang sebelumnya membatasi perkembangan karier ASN.

Melalui empat kebijakan tersebut, BKN mendorong pembenahan sistem kepegawaian agar pengembangan kompetensi dan karier ASN dapat berlangsung lebih fleksibel. Sementara itu, guru penerima TPG Agustus 2026 yang belum memperoleh transfer masih perlu memantau perkembangan penyaluran di wilayah masing-masing.

Deskripsi (Meta Description):

TPG Agustus 2026 mulai cair 31 Agustus. Simak daerah yang sudah menerima dan empat kebijakan baru BKN untuk ASN.

Tags: TPG Agustus 2026, Pencairan TPG, BKN, Kebijakan ASN, Kenaikan Pangkat ASN

[00:06] Speaker A: Oke, baik. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bapak, Ibu guru yang terhormat. Jumpa lagi di channel Gorobas 21. Channel-nya para guru Indonesia konsisten menyampaikan info valid komitmen melawan berita hoax. Nah, Bapak Ibu, hari ini 27 September nih kita akan update terkait, seperti apa realisasi,

[00:22] Speaker A: kemudian juga SKTP TPG bulan September per hari ini, pagi ini, Bapak, Ibu. Dan kalau kita lihat pagi hari ini semakin masif, semakin banyak teman-teman kemudian yang menyampaikan bahwa SKTP-nya telah terbit, Bapak, Ibu. Dan SKTP terakhir kalau kita pantau ini yang

[00:40] Speaker A: termutakhir itu tanggal 26 September kemarin, ya, SKTP terbit. Nah, namun di sisi lain masih banyak juga nih teman-teman yang statusnya belum terbit SKTP di info GTK. Kalau kita cek melalui Telegram itu sudah tidak error memang karena kemarin kan error Telegram-nya.

[01:00] Speaker A: Nah, per hari ini Telegram info GTK chatbot-nya itu sudah bisa dicek dan statusnya di sini data sudah terverifikasi dan hasilnya lolos.

[01:16] Speaker A: Tinggal menunggu SK diterbitkan. Jadi ini menunggu SK berarti akan masuk di SKTP penerbitan berikutnya karena terpantau sudah beberapa kali ya, ada tanggal 20, tanggal 23, dan tanggal 26 seperti itu. Nah, harapannya teman-teman bisa terbit segera dan masuk

[01:35] Speaker A: ke pencairan tahap 1. Nah, jangan sampai nyeberang ke tahap berikutnya padahal sudah valid dari awal. Ini salah satu postingan yang kemudian ramai di grup ya. Ini menjadi sorotan teman-teman karena mewakili ya mewakili dari teman-teman guru dari Pak Guru

[01:51] Speaker A: menyatakan seperti ini. Ternyata bulan September tinggal menghitung lagi tapi SKTP belum terbit meski sudah valid semua. Ada yang sama dan ini ternyata Bapak Ibu banyak yang situasinya sama ya sudah valid, sudah centang hijau semua 11 item itu sejak awal tapi belum terbit

[02:07] Speaker A: SKTP. Ini banyak ya komennya dari teman-teman guru. Sama sama. Nah, sama aku juga ya seperti itu. Jadi ternyata kalau kita lihat update dan situasi di lapangan itu sama banyak statusnya yang sudah valid tapi belum terbit SKTP-nya seperti itu, Bapak, Ibu. Ada juga yang

[02:27] Speaker A: terbit SKTP ini yang memposting dari Pak Guru Mas Khalid tanggal 26 September SKTP-nya. Seperti itu kondisi pagi ini, Bapak, Ibu. Dan ini memang agak berbeda ya dibanding bulan-bulan sebelumnya. Di bulan Agustus kemarin itu SKPT SKTP tahap 1 Agustus itu bisa dikatakan

[02:44] Speaker A: kurang lebih sama waktu penerbitannya tidak terlalu jauh untuk tahap 1. Berbeda dengan bulan ini bahkan sudah ada tiga gelombang penerbitan SKTP kalau kita pantau ada tanggal 20 September, 23 September dan 26 September kemarin. Nah, kalau di bulan Agustus itu rata-rata

[03:04] Speaker A: sekitar tanggal 18 ya, 18 Agustus seperti itu. Entah faktornya apa, Bapak, Ibu. Namun, satu harapan dari rekan-rekan guru, TPG September tidak nyebrang ke bulan Oktober. Terkhusus teman-teman yang memang sudah valid ya, yang sudah terverifikasi, yang sudah tervalidasi

[03:23] Speaker A: dan belum terbit SKTP-nya. Seperti itu. Karena hari ini sudah tanggal 27 ya, hari ini sudah tanggal 27 hari Minggu. Besok sudah tanggal 28, 29, 30.

[03:36] Speaker A: Ini tersisa 3 hari aktif kerja untuk di bulan September. Sementara SKTP belum terbit. Jadi, ini yang membuat teman-teman rada-rada risau dengan kondisi terkini. Karena biasanya tanggal 20-an itu sudah terbit SKTP, tapi ini sudah tanggal 27 belum? Sebagian belum,

[03:55] Speaker A: tapi sebagian sudah. Sementara sisa tersisa 3 hari. Jadi kalaupun harapannya teman-teman bisa terbit segera sehingga pun pencairannya di akhir bulan tanggal 30 teman-teman yang belum terbit SKTP-nya yang sudah valid sejak awal ini bisa tercover di pencairan tahap 1.

[04:13] Speaker A: Terlepas dari SKTP-nya terbit tahap berapa itu tidak menjadi problem. Tapi harapan-harapan dari rekan-rekan guru tetap realisasi untuk pencairannya tetap masuk di tahap satu. Kecuali teman-teman yang memang SKTP-nya terbit belakangan karena faktor ada yang bermasalah info GTK-nya atau tidak valid. Nah, itu

[04:33] Speaker A: mungkin wajar seperti itu. Sepertinya memang ini bertahap ya penerbitan SKTP di bulan ini ini menggunakan sistem antrian. Karena kalau kita cek di Telegram beberapa hari yang lalu, beberapa hari yang lalu ketika Telegram bisa kita cek itu ada keterangan di

[04:49] Speaker A: kalimat terakhirnya bahwa saat ini dalam antrian penerbitan SKTP. Jadi statusnya sebenarnya sudah siap SK tapi dalam antrian penerbitan SKTP. Nah, jadi ada sistem antrian ternyata untuk penerbitan SKTP tidak sekaligus seperti itu. Nah, ini kalau kita lihat perkembangannya memang arahnya ke sana. Kenapa?

[05:09] Speaker A: Karena sejak beberapa hari yang lalu terbit sebagian SKTP teman-teman. Kemudian kemarin juga dan hari ini nampaknya mulai masif nih pagi ini sudah mulai masif teman-teman memposting menyampaikan bahwa SKTP September-nya sudah terbit, Bapak Ibu. Nah, untuk teman-teman yang masih status biru belum

[05:27] Speaker A: terbit SKTP tidak perlu panik ya Bapak Ibu. Insya Allah kita tetap masuk di gelombang satu atau tahap 1 SKTP karena sudah valid di awal seperti itu.

[05:37] Speaker A: Hanya memang SKTP-nya ini yang agak lambat terbit seperti itu. Ini ada masalah nih yang dihadapi oleh rekan-rekan guru di mana tidak bisa login ke info GTK. Ini banyak yang mengalami hal seperti ini. Ketika login keterangannya gagal terhubung dengan

[05:52] Speaker A: server. Ini kami sampaikan solusinya Bapak Ibu dipastikan dibagikan ke grup sekolahnya karena ternyata banyak guru yang mengalami hal ini. Nah, karena kesalahan teknis. Jadi solusinya Bapak Ibu ya sebelum kita cek info GTK solusinya begini. Info GTK kan kalau

[06:08] Speaker A: kita buka tampilannya seperti ini. Yang sebelah kanan ini adalah versi lama, kemudian sebelah kiri versi baru. Nah, tadi Bapak Ibu yang mencoba login langsung di tampilan info GTK ketik username password. Nanti ketika klik masuk, nah biasanya akan tampil seperti

[06:26] Speaker A: masalah yang dihadapi teman-teman tadi. Nah, jadi solusinya Bapak Ibu login dengan SSO. Silakan pilih bagian bawah masuk dengan SSO Dapodik. Setelah Bapak Ibu klik masuk dengan SSO Dapodik, nanti akan tetap diminta mengisi username dan password. Jadi isi saja dengan username

[06:44] Speaker A: dan password info GTKAS yang selama ini Bapak Ibu pakai. Nah, kemudian setelah Bapak, Ibu masukkan akan diminta memasukkan kode autentikator. Nah, terkait kode autentikator karena tadi Bapak Ibu login dengan SSO Dapodik maka kode autentikator yang dipakai bukan kode info GTK. Karena kalau Bapak Ibu

[07:04] Speaker A: buka aplikasinya di situ ada kode info GTK dan ada Dapodik. Ya, ini kalau kita lihat di tampilan HP authentikator HP ini di bagian bawah ya Dapodik. Jadi kodenya Dapodik. Jangan masukkan kode info GTK karena tidak akan masuk.

[07:20] Speaker A: Masukkan kode Dapodik. Kenapa? Karena tadi Bapak, Ibu login dengan SSO Dapodik. Jadi kodenya juga kode autentikator Dapodik. Nah, seperti itu, Bapak, Ibu. Ini silakan lakukan cara itu. Sekali lagi login ke SSO Dapodik.

[07:35] Speaker A: Masukkan akunnya Bapak Ibu dan masukkan kode autentikator Dapodik bukan info GTK. Nanti akan bisa masuk, insya Allah bisa masuk. Eh, begitu solusi yang dilakukan teman-teman, kami juga sudah tes dan berhasil dan it works. Sebelum lanjut, fakta

[07:51] Speaker A: menunjukkan ada momen ketika guru mengajar, siswa mulai kehilangan fokusnya dan kelas terasa kaku. Nah, pada saat inilah guru perlu ice breaking atau games di kelas. Buku pegangan guru 20 ice breaking di kelas hadir untuk membantu Bapak Ibu menciptakan

[08:07] Speaker A: pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan bermakna. 20 ice breaking ini terbukti praktis, mudah diterapkan, dan cocok untuk semua jenjang. Hanya dengan Rp15.000, Bapak, Ibu sudah bisa memiliki e-book ampuh ini. Ayo pesan e-book ini sekarang mumpung masih harga diskon, pesan di WA admin kami 082313320383.

[08:29] Speaker A: Kabar baik hari ini ada promo spesial paket 4 ebook, Bapak, Ibu. Empat ebook pegangan guru sepanjang tahun ini bisa Bapak, Ibu miliki hari ini hanya dengan Rp100.000 saja. Ada e-book Ice Breaking atau games untuk siswa. Ada ebook guru cerdas finansial. Panduan 15

[08:46] Speaker A: usaha sampingan untuk guru. Ada ebook buku pegangan guru sertifikasi. Berisi ratusan pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh guru beserta jawaban lengkapnya. Dan ada buku 40 menit paham implementasi pembelajaran mendalam yang lagi...

[09:02] Speaker A: sampai terlewatkan promonya. Segera pesan di WA admin 082313320383.

Keyword Utama: SKTP TPG September 2026

SKTP TPG September 2026 Mulai Terbit, Guru yang Sudah Valid Masih Menunggu Antrean

Berita

JAKARTA - SKTP TPG September 2026 mulai diterbitkan secara bertahap hingga 27 September. Sejumlah guru melaporkan surat keputusan tunjangan profesi (SKTP) telah terbit, termasuk pada 26 September 2026. Namun, masih banyak guru yang statusnya sudah valid dan memperoleh centang hijau pada 11 indikator di Info GTK, tetapi belum menerima SKTP. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) September terlambat hingga Oktober, terutama bagi guru yang telah memenuhi persyaratan sejak awal.

Informasi tersebut disampaikan melalui kanal YouTube Gorobas 21 dalam pembaruan perkembangan penerbitan SKTP pada Minggu, 27 September 2026. Berdasarkan pemantauan yang disampaikan, penerbitan SKTP bulan ini berlangsung dalam beberapa gelombang, berbeda dibandingkan bulan sebelumnya.

Sejumlah guru telah membagikan informasi bahwa SKTP mereka terbit pada 26 September. Sementara itu, guru lainnya masih mendapati status menunggu penerbitan surat keputusan, meskipun seluruh persyaratan administrasi telah dinyatakan valid.

SKTP September Terbit dalam Tiga Gelombang

Penerbitan SKTP September 2026 terpantau berlangsung setidaknya dalam tiga gelombang, yakni pada 20, 23, dan 26 September. Gelombang terakhir tersebut memunculkan laporan dari sejumlah guru yang mulai menerima pembaruan status penerbitan SKTP di Info GTK.

Kondisi ini berbeda dengan Agustus 2026. Pada bulan sebelumnya, penerbitan SKTP tahap pertama dilaporkan berlangsung sekitar 18 Agustus. Sementara itu, pada September, penerbitan berlangsung lebih bertahap hingga mendekati akhir bulan.

Banyak guru mengaku telah memenuhi seluruh persyaratan dan memperoleh centang hijau pada 11 indikator sejak awal. Namun, status SKTP mereka masih belum terbit. Situasi tersebut juga ramai dibicarakan di sejumlah grup guru.

Berdasarkan pengecekan melalui chatbot Telegram Info GTK, sebagian guru mendapatkan keterangan bahwa data telah terverifikasi dan dinyatakan lolos. Meski demikian, mereka masih harus menunggu penerbitan surat keputusan.

Keterangan tersebut menunjukkan bahwa data yang sudah dinyatakan valid belum tentu langsung diikuti penerbitan SKTP. Proses penerbitan disebut menggunakan sistem antrean sehingga waktu terbit setiap guru dapat berbeda.

Guru Berharap Pencairan Tetap Masuk Tahap Pertama

Mendekati akhir September, guru yang belum memperoleh SKTP mulai mengkhawatirkan jadwal pencairan TPG. Pada 27 September, waktu yang tersisa hanya tiga hari kerja sebelum bulan berganti, yakni 28, 29, dan 30 September.

Guru yang telah memenuhi persyaratan sejak awal berharap SKTP segera diterbitkan sehingga pencairan TPG September tetap dapat masuk tahap pertama. Mereka berharap keterlambatan penerbitan surat keputusan tidak membuat pencairan bergeser ke Oktober.

Meski demikian, penerbitan SKTP dan realisasi pencairan merupakan proses yang perlu dipantau secara terpisah. Guru yang sudah valid tetapi belum menerima SKTP disarankan terus memeriksa perkembangan status melalui kanal resmi Info GTK.

Sementara itu, guru yang baru memenuhi persyaratan setelah memperbaiki data atau menyelesaikan kendala administrasi mungkin mengalami jadwal penerbitan yang berbeda.

Cara Mengatasi Gagal Login Info GTK

Selain persoalan penerbitan SKTP, sejumlah guru juga mengalami kendala ketika masuk ke Info GTK. Salah satu masalah yang muncul adalah notifikasi gagal terhubung dengan server saat memasukkan nama pengguna dan kata sandi melalui halaman login biasa.

Dalam video tersebut, disampaikan solusi dengan menggunakan fitur SSO Dapodik. Guru dapat memilih menu masuk melalui SSO Dapodik yang tersedia pada halaman Info GTK.

Setelah memilih menu tersebut, guru tetap diminta memasukkan nama pengguna dan kata sandi akun Info GTK yang biasa digunakan. Selanjutnya, sistem akan meminta kode autentikator untuk menyelesaikan proses masuk.

Hal yang perlu diperhatikan adalah penggunaan kode autentikator. Guru harus memasukkan kode Dapodik, bukan kode Info GTK, karena proses masuk dilakukan melalui SSO Dapodik.

Kode tersebut dapat ditemukan pada aplikasi autentikator yang digunakan masing-masing guru. Setelah memasukkan kode yang sesuai, guru dapat melanjutkan proses login untuk memeriksa status SKTP.

Cara tersebut disebut telah diuji dan berhasil mengatasi kendala login yang dialami sejumlah pengguna.

Dengan penerbitan SKTP yang masih berlangsung hingga akhir September, guru diharapkan terus memantau status masing-masing. Khusus bagi yang sudah valid, perkembangan antrean penerbitan menjadi hal penting untuk diperhatikan menjelang pergantian bulan.

Deskripsi (Meta Description):

SKTP TPG September 2026 mulai terbit dalam tiga gelombang. Simak status guru yang masih antre dan solusi gagal login Info GTK (Pinterest).
SKTP TPG September 2026 mulai terbit dalam tiga gelombang. Simak status guru yang masih antre dan solusi gagal login Info GTK.(Pinterest).

RADARATULUNGAGUNG,JAWAPOS.COM - SKTP TPG September 2026 mulai diterbitkan secara bertahap hingga 27 September. Sejumlah guru melaporkan surat keputusan tunjangan profesi (SKTP) telah terbit, termasuk pada 26 September 2026. Namun, masih banyak guru yang statusnya sudah valid dan memperoleh centang hijau pada 11 indikator di Info GTK, tetapi belum menerima SKTP. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) September terlambat hingga Oktober, terutama bagi guru yang telah memenuhi persyaratan sejak awal.

Informasi tersebut disampaikan melalui kanal YouTube Gorobas 21 dalam pembaruan perkembangan penerbitan SKTP pada Minggu, 27 September 2026. Berdasarkan pemantauan yang disampaikan, penerbitan SKTP bulan ini berlangsung dalam beberapa gelombang, berbeda dibandingkan bulan sebelumnya.

Sejumlah guru telah membagikan informasi bahwa SKTP mereka terbit pada 26 September. Sementara itu, guru lainnya masih mendapati status menunggu penerbitan surat keputusan, meskipun seluruh persyaratan administrasi telah dinyatakan valid.

Baca Juga: Mengapa Relokasi Pasar Tidak Selalu Jadi Solusi? Ini 4 Hal yang Perlu Dikaji

SKTP September Terbit dalam Tiga Gelombang

Penerbitan SKTP September 2026 terpantau berlangsung setidaknya dalam tiga gelombang, yakni pada 20, 23, dan 26 September. Gelombang terakhir tersebut memunculkan laporan dari sejumlah guru yang mulai menerima pembaruan status penerbitan SKTP di Info GTK.

Kondisi ini berbeda dengan Agustus 2026. Pada bulan sebelumnya, penerbitan SKTP tahap pertama dilaporkan berlangsung sekitar 18 Agustus. Sementara itu, pada September, penerbitan berlangsung lebih bertahap hingga mendekati akhir bulan.

Banyak guru mengaku telah memenuhi seluruh persyaratan dan memperoleh centang hijau pada 11 indikator sejak awal. Namun, status SKTP mereka masih belum terbit. Situasi tersebut juga ramai dibicarakan di sejumlah grup guru.

Berdasarkan pengecekan melalui chatbot Telegram Info GTK, sebagian guru mendapatkan keterangan bahwa data telah terverifikasi dan dinyatakan lolos. Meski demikian, mereka masih harus menunggu penerbitan surat keputusan.

Keterangan tersebut menunjukkan bahwa data yang sudah dinyatakan valid belum tentu langsung diikuti penerbitan SKTP. Proses penerbitan disebut menggunakan sistem antrean sehingga waktu terbit setiap guru dapat berbeda.

Baca Juga: Mengapa Pengelolaan Limbah Penting bagi Pasar Ikan? Ini Peran IPAL

Guru Berharap Pencairan Tetap Masuk Tahap Pertama

Mendekati akhir September, guru yang belum memperoleh SKTP mulai mengkhawatirkan jadwal pencairan TPG. Pada 27 September, waktu yang tersisa hanya tiga hari kerja sebelum bulan berganti, yakni 28, 29, dan 30 September.

Guru yang telah memenuhi persyaratan sejak awal berharap SKTP segera diterbitkan sehingga pencairan TPG September tetap dapat masuk tahap pertama. Mereka berharap keterlambatan penerbitan surat keputusan tidak membuat pencairan bergeser ke Oktober.

Meski demikian, penerbitan SKTP dan realisasi pencairan merupakan proses yang perlu dipantau secara terpisah. Guru yang sudah valid tetapi belum menerima SKTP disarankan terus memeriksa perkembangan status melalui kanal resmi Info GTK.

Sementara itu, guru yang baru memenuhi persyaratan setelah memperbaiki data atau menyelesaikan kendala administrasi mungkin mengalami jadwal penerbitan yang berbeda.

Baca Juga: Aktif Organisasi hingga Kompetisi, Cara Dewi Jadi Wisudawan Terbaik UIN Tulungagung

Cara Mengatasi Gagal Login Info GTK

Selain persoalan penerbitan SKTP, sejumlah guru juga mengalami kendala ketika masuk ke Info GTK. Salah satu masalah yang muncul adalah notifikasi gagal terhubung dengan server saat memasukkan nama pengguna dan kata sandi melalui halaman login biasa.

Dalam video tersebut, disampaikan solusi dengan menggunakan fitur SSO Dapodik. Guru dapat memilih menu masuk melalui SSO Dapodik yang tersedia pada halaman Info GTK.

Setelah memilih menu tersebut, guru tetap diminta memasukkan nama pengguna dan kata sandi akun Info GTK yang biasa digunakan. Selanjutnya, sistem akan meminta kode autentikator untuk menyelesaikan proses masuk.

Hal yang perlu diperhatikan adalah penggunaan kode autentikator. Guru harus memasukkan kode Dapodik, bukan kode Info GTK, karena proses masuk dilakukan melalui SSO Dapodik.

Kode tersebut dapat ditemukan pada aplikasi autentikator yang digunakan masing-masing guru. Setelah memasukkan kode yang sesuai, guru dapat melanjutkan proses login untuk memeriksa status SKTP.

Cara tersebut disebut telah diuji dan berhasil mengatasi kendala login yang dialami sejumlah pengguna.

Dengan penerbitan SKTP yang masih berlangsung hingga akhir September, guru diharapkan terus memantau status masing-masing. Khusus bagi yang sudah valid, perkembangan antrean penerbitan menjadi hal penting untuk diperhatikan menjelang pergantian bulan.

Baca Juga: 11 Ribu Petani Milenial Tulungagung Disiapkan Jadi Pengusaha Agribisnis

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : Pinterest
SSO Dapodik SKTP TPG September 2026 Pencairan TPG SKTP guru Info gtk