Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 hari pertama pada Senin (26/10/2026) menjadi perhatian setelah sejumlah operator dan proktor membagikan pengalaman terkait teknis penyelenggaraan ujian. Salah satu hal yang perlu diperhatikan sekolah adalah koordinasi melalui Zoom dengan pengawas, kelengkapan administrasi, serta ketepatan waktu pengerjaan peserta.
Hal tersebut disampaikan oleh Nurul Hadi Fauji melalui kanal YouTube Ngapakpedia dalam video ulasan pelaksanaan TKA utama hari pertama. Ia membagikan sejumlah catatan teknis yang dapat menjadi bahan evaluasi bagi sekolah yang menyelenggarakan TKA pada sesi berikutnya.
Menurut pengalamannya, terdapat beberapa hal penting yang harus dipersiapkan agar pelaksanaan asesmen berjalan lancar, terutama terkait penggunaan akun pengawas, ruang Zoom, berita acara, hingga kesiapan jaringan internet dan listrik.
Zoom Pengawas TKA Harus Sesuai Jadwal Penyelia
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan TKA 2026 adalah koordinasi melalui aplikasi Zoom. Berdasarkan pengalaman yang dibagikan Nurul, operator atau proktor perlu membuka tautan Zoom melalui akun pengawas pada portal pengawasan TKA.
Tautan tersebut dapat ditemukan melalui menu manajemen pengawas, kemudian memilih bagian jadwal pengawasan. Sekolah disarankan menggunakan akun pengawas untuk membuka tautan, sedangkan proses masuk ke aplikasi Zoom dapat menggunakan akun pengawas maupun akun Zoom milik sekolah.
Hal penting lainnya adalah memastikan pengawas bergabung ke ruang Zoom sesuai nama penyelia yang bertugas. Sebab, terdapat beberapa ruang pertemuan dengan nama penyelia berbeda sehingga pengawas harus memastikan tidak salah memasuki ruang.
Nurul juga mengingatkan bahwa pengawas tidak harus bergabung ke seluruh sesi. Zoom cukup diikuti pada sesi yang memang mencantumkan nama penyelia dan tautan pertemuan dalam jadwal pengawasan.
Selain itu, informasi tambahan mengenai ruang Zoom sebaiknya selalu diperiksa melalui grup WhatsApp pengawas.
Administrasi TKA 2026 yang Perlu Diperhatikan
Dari sisi administrasi, terdapat beberapa dokumen yang harus dipastikan sudah lengkap sebelum pelaksanaan asesmen.
Dalam ulasannya, Nurul menjelaskan bahwa nama pengawas dapat muncul secara otomatis dalam berita acara berdasarkan daftar pengawas yang bertugas di sekolah. Karena itu, pakta integritas pengawas tidak perlu diunggah kembali apabila datanya sudah tersedia.
Namun, sekolah tetap perlu memeriksa kelengkapan pakta integritas kepala sekolah, proktor, dan teknisi. Apabila terdapat data yang belum muncul, dokumen terkait perlu diunggah kembali.
Selain itu, berita acara pelaksanaan dan daftar hadir peserta juga harus disiapkan. Kedua dokumen tersebut perlu diunggah dalam bentuk foto sesuai ketentuan administrasi.
Waktu Pengerjaan TKA Tidak Bisa Diubah
Hal yang paling penting untuk diperhatikan peserta adalah ketepatan waktu pengerjaan. Nurul mengingatkan bahwa waktu ujian dihitung berdasarkan jadwal sesi yang telah ditentukan, bukan berdasarkan waktu ketika peserta berhasil login.
Sebagai contoh, sesi pertama pada hari pertama dan kedua berlangsung pukul 07.00–08.45 WIB. Sementara itu, sesi kedua berlangsung pukul 09.30–11.15 WIB.
Apabila peserta sesi pertama baru berhasil login pukul 08.00 WIB, waktu pengerjaannya tetap berakhir pukul 08.45 WIB. Artinya, peserta hanya memiliki waktu tersisa 45 menit.
Jadwal tersebut sejalan dengan rincian waktu pelaksanaan TKA SMA/SMK 2026 yang dipublikasikan dalam informasi pendidikan.
Karena itu, peserta disarankan hadir setidaknya 30 menit sebelum ujian dimulai agar proses pemeriksaan dan persiapan tidak mengurangi waktu pengerjaan.
Jaringan Internet dan Listrik Harus Disiapkan
Selain administrasi dan waktu, kesiapan fasilitas juga menjadi faktor penting. Nurul menceritakan bahwa pada pelaksanaan hari pertama terdapat laporan kendala jaringan internet di sejumlah wilayah, termasuk DKI Jakarta.
Di sekolah tempatnya bertugas, listrik juga sempat mengalami pemadaman sehingga pihak sekolah perlu menyiapkan genset sebagai sumber daya cadangan.
Untuk mengantisipasi kejadian serupa, sekolah disarankan menyiapkan jaringan internet alternatif, sumber listrik cadangan, serta laptop pengganti apabila perangkat peserta mengalami gangguan.
Kesiapan perangkat dan jaringan memang menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan TKA berbasis komputer.
Pengawas Perlu Menyiapkan Perangkat Pendukung
Dalam ulasannya, Nurul juga menyoroti perlunya perangkat pendukung saat pengawasan melalui Zoom. Pengawas disarankan membawa kartu pengawas dan menggunakan headset agar komunikasi melalui Zoom tidak mengganggu konsentrasi peserta.
Kamera juga perlu diarahkan sesuai kebutuhan pengawasan. Penggunaan kamera eksternal dapat membantu menampilkan kondisi peserta di dalam ruang ujian, sedangkan kamera laptop dapat digunakan ketika pengawas perlu menampilkan wajahnya.
Ia turut mengingatkan agar operator membuka tautan Zoom sejak pagi, tetapi bergabung ke ruang pertemuan sekitar 15 menit sebelum sesi pengawasan dimulai.
Melalui evaluasi hari pertama ini, sekolah diharapkan lebih siap menghadapi pelaksanaan TKA berikutnya. Ketepatan waktu, kelengkapan administrasi, kesiapan perangkat, serta koordinasi antara proktor dan pengawas menjadi faktor penting agar asesmen berjalan tertib dan lancar.
Editor : Widiya Putri MahardikaSumber : NGAPAKPEDIA